Sabtu, 24 Oktober 2026
11:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Shūmei Ōkawa

Shūmei Ōkawa

Bagikan:
Shūmei Ōkawa
Okawa_Shumei_c.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Shūmei Ōkawa sewaktu masih muda
Lahir(1886-12-06)6 Desember 1886
Meninggal24 Desember 1957(1957-12-24) (umur 71)
Penyebab kematian
asma
PendidikanUniversitas Kekaisaran Tokyo, 1911, Ph.D. 1926
PekerjaanPengajar, Filsuf Politik, Cendekiawan Islam, sejarawan
Pemberi kerja
Dikenal karena
  • pendorong nasionalisme utama
  • pendiri Yūzonsha (1919, dengan Kita Ikki)
  • pendiri Nippon (1924), majalah yang mendorong pemerintahan militer dan pengambilalihan Manchuria
  • Terlibat dalam dua kudeta militer menentang pemerintahan Jepang yang gagal ( Maret 1931 dan Oktober 1931 )
  • membentuk dan menyiarkan propaganda domestik pemerintah (1939-45)
Dakwaan pidana
  • ditahan (1932-37) karena terlibat dalam pembunuhan Perdana Menteri Inukai Tsuyoshi
  • ditangkap (1945) karena kejahatan perang 1945
Status pidana
Pengadilan Militer Internasional untuk Timur Jauh menjatuhkan dakwaan
Anaktidak ada
Orang tuaShūkei Ōkawa, dokter (w. 1914)
Catatan
Ini adalah nama Jepang, nama keluarganya adalah "Ōkawa".

Shūmei Ōkawa (大川 周明, Ōkawa Shūmei, 6 Desember 1886 – 24 Desember 1957 ) adalah seorang nasionalis Jepang, penulis Pan-Asia, penjahat perang yang didakwa, dan cendekiawan agama Islam. Pada masa sebelum perang, ia dikenal karena menerbitkan hal-hal tentang filsafat India, filsafat agama, sejarah Jepang, dan kolonialisme. Ia kemudian disebut penulis "sayap kanan", meskipun ia menyebut dirinya sendiri sebagai anti-kapitalis dan menyangkali label "sayap kanan".

Selayang pandang

Ōkawa lahir di Sakata, Yamagata, Jepang pada 1886. Dia berkuliah di Universitas Kekaisaran Tokyo pada 1911, dan memelajari literatur Weda dan filsafat India klasik. Setelah ia lulus, Ōkawa bekerja di Kantor Staf Umum Angkatan Darat Kekaisaran Jepang di bidang penerjemahan. Ia punya pengetahuan mengetahui bahasa Jerman, Prancis, Inggris, Sanskerta dan Pali.[3]

Pada tahun-tahun ia berkuliah, ia tertarik dengan sosialisme. Namun pada musim panas 1913 ia membaca kopian dari karangan Sir Henry Cotton, yakni New India, or India in transition (1886, direvisi pada 1905) yang menerangkan keadaan politik India di masa itu. Setelah membaca buku itu, Ōkawa meninggalkan "kosmopolitanisme komplit" (sekaijin) dan beralih ks Pan-Asianisme. Pada tahun itu pulalah, artikel-artikel Anagarika Dharmapala dan Maulavi Barkatullah muncul di majalah Michi, yang diterbitkan oleh Dōkai, sebuah organisasi keagamaan yang kelak Ōkawa memainkan peran penting di dalamnya. Selama ia berstudi itu, dia memberikan tempat tinggal kepada tokoh kemerdekaan India Rash Behari Bose.

Setelah bertahun ia belajar filsafat-filsafat luar negeri, ia menjadi sangat yakin bahwa solusi atas tekanan sosial dan problematika politik Jepang adalah berada pada aliansi dengan gerakan-gerakan kemerdekaan Asia lainnya, kemudian pembaharuan filsafat Jepang yang pra-modern, dan menghidupkan kembali penekanan pada prinsip-prinsip kokutai.[4]

Pada 1918, Ōkawa bekerja pada Perusahaan Kereta Api Manchuria Selatan, di bawah Biro Riset Asia Timur. Bersama Ikki Kita, ia mendirikan grup diskusi nasionalis dan klub politik Yūzonsha. Pada 1920-an, ia menjadi pengajar sejarah dan kebijakan kolonial di Universitas Takushoku, yang di situ pula dia aktif membentuk kelompok mahasiswa nasionalis dan anti-kapitalis.[5] Pada tempo itu pula, ia memperkenalkan teori kelipatan tiga sosialnya Rudolf Steiner di Japan.

Pada 1926, Ōkawa menerbitkan satu karyanya yang sangat terkenal, sampai karena begitu populernya, ia dicetak 46 kali di akhir Perang Dunia II, yakni Jepang dan Cara Hidup Orang Jepang (Nihon oyobi Nihonjin no michi). Ōkawa juga terlibat dalam beberapa upaya kudeta oleh militer Jepang di awal-awal 1930-an, termasuklah Insiden Maret. Karena itu, ia mendapat hukuman selama lima tahun penjara pada 1935.[6] Setelah lepas hanya berselang dua tahun kemudian, ia kembali masuk Perusahaan Kereta Api Manchuria Selatan sebelum ia menerima jabatan sebagai profesor di Universitas Hosei pada 1939. Ia kembali menerbitkan beberapa buku dan artikel, yang membantu mempopulerkan gagasan bahwa "benturan peradaban" antara Timur dan Barat telah pasti takkan terhindarkan, dan ada pandangannya bahwa Jepang tertakdirkan sebagai mantel pembebas dan pelindung Asia melawan Amerika Serikat dan bangsa-bangsa Barat lainnya.[7]

250px-2K8svaNwZrcGqwD4EOQb_1748700745.webp?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Shumei Okawa Penjahat Perang Penerjemah Al-Quran

Pengadilan Kejahatan Perang Tokyo

Selepas Perang Dunia Kedua, Sekutu menuntut Ōkawa sebagai penjahat perang kelas-A. Dari sebanyak dua puluh delapan orang yang tertuduh, hanya dia yang bukan petugas kemiliteran ataupun pihak resmi pemerintah. Kepada pers, Sekutu mencap ia sebagai "Goebbelsnya Jepang" dan mengklaim bahwa ia telah lama menghasut Jepang agar berperang dengan Barat. Dalam gugatan praperadilan, Okawa membalas tuduhan itu, dengan menyatakan bahwa ia hanya menerjemahkan dan mengomentari karya filsafat geopolitiknya Vladimir Solovyov pada tahun 1924, dan faktanya Pan-Asianisme tidaklah mengajak menuju peperangan.[8]

Dalam pengadilan, Ōkawa bertindak tak jelas– dia pakai piyama, duduk bertelanjang kaki, dan memukul kepalanya mantan perdana menteri Hideki Tōjō seraya memekik keras "Inder! Kommen Sie!" (Sini kau, India!) dalam bahasa Jerman, dan seterusnya. Ada yang mendengarnya berkata "Ini adalah adegan pertama dari sebuah komedi!". Psikiater Tentara Amerika Serikat Daniel Jaffe memeriksa dan melaporkan, bahwa Ōkawa sedang tidak nyaman menghadiri pengadilan. Sebab itulah, hakim ketua Sir William Webb (Presiden Pengadilan Tokyo) memutuskan bahwa dia sedang kena penyakit gangguan mental dan tak jadi menjatuhkan putusan untuknya (terdakwa lainnya mendapatkan hukuman, tujuh digantung dan sisanya dipenjara).[9][10]

Perkenalan dengan Islam dan penerjemahan Al-Quran

250px-Okawa_Shumei_in_court.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Okawa di Pengadilan

Ōkawa lalu dipindah dari penjara menuju rumah sakit Tentara Amerika Serikat di Jepang. Diketahui bahwasanya ianya tidaklah stabil mentalnya, yang disebabkan penyakit sifilis. Lantas, iapun dipindah ke sebuah rumah sakit jiwa yang terkenal, Rumah Sakit Matsuzawa Metropolitan Tokyo. Di situlah ia melengkapkan terjemahan Quran pertama dalam bahasa Jepang,[11] yang menurut Takeo (Abubakr) Morimoto -mantan ketua Asosiasi Muslim Jepang tahun 1971-74- dikerjakan dari tahun 1946-1948. Atau lebih tepatnya, ia menyelesaikan terjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa Jepang [12] dalam waktu 1 tahun 9 bulan pada 1948, berdasarkan beberapa versi terjemahan Inggris dan Jerman. Karya ini menjadi jembatan awal pemahaman Islam di Jepang secara akademik dan spiritual.

Namun sebelumnya, persentuhan dengan Islam pertama, dilakukan setelah lulus dari Universitas Kekaisaran Tokyo. Ia terlibat dalam pertukaran budaya melalui East Asia Common Culture Society dan sempat tinggal di Shanghai pada 1913. Di sanalah, ia mulai berinteraksi dengan komunitas muslim dan mempelajari Islam secara lebih serius, baik dari buku maupun diskusi dengan para ulama.

Okawa melihat Islam sebagai sistem peradaban yang logis, spiritual, dan berpotensi menjadi fondasi moral Asia dalam melawan dominasi ideologi Barat. Pemikiran ini selaras dengan gagasan Pan-Asianisme yang ia perjuangkan, meskipun seringkali bertentangan dengan nasionalisme Jepang berbasis Shintoisme.

Meskipun bukan muslim, kontribusinya terhadap studi Islam di Jepang diakui luas dan tetap dikenang hingga kini.

Catatan

  1. ↑ "Okawa Shumei". Merriam Webster's Biographical Dictionary (fee, via Fairfax County Public Library). Springfield, MA: Gale. 1995. GALE|K1681157864. Diakses tanggal 2014-01-20. Biography in Context.
  2. ↑ Yoshimi, Takeuchi, Profile of Asian Minded Man x: Okawa Shumei (PDF), diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2007-09-27, diakses tanggal 2014-01-20
  3. ↑ Wakabayashi, Modern Japanese Thought, pp.226
  4. ↑ Samuels, Securing Japan: Tokyo's Grand Strategy and the Future of East Asia, pp. 18
  5. ↑ Calvocoressi, The Penguin History of the Second World War pp.657
  6. ↑ Jansen, The Making of Modern Japan, pp.572
  7. ↑ Wakabayashi, Modern Japanese Thought, pp.226-227
  8. ↑ Japan’s Pan-Asianism and the Legitimacy of Imperial World Order, 1931–1945
  9. ↑ Maga, Judgment at Tokyo: The Japanese War Crimes Trials
  10. ↑ Halzack, Sarah (Januari 17, 2014). "A Curious Madness: An American Combat Psychiatrist, a Japanese War Crimes Suspect, and an Unsolved Mystery from World War II". The Washington Post. hlm. B7. Diakses tanggal 2014-01-30.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) (review of book by Eric Jaffe)
  11. ↑ Versi terjemahannya ini tidaklah berasal dari bahasa Arab, karena Ōkawa tidak bisa berbahasa Arab. Ia menerjemahkannya dari lebih kurang 10 edisi bahasa, termasuk Inggris, Cina, Prancis, dan Jerman. Terjemahan yang paling populer pada tahun 1950an adalah karangan Toshihiko Izutsu, yang dibantu Ōkawa. Terjemahan Ōkawa amatlah sulit dicari di saat ini.
  12. ↑ Fitri Nurbaya, Gemma (2025-05-28). "Shumei Okawa, Penerjemah Al-Qur'an Ke Bahasa Jepang". Validnews.id.

Referensi

Bacaan tambahan

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Shumei Okawa.
Prinsip
120px-Japan_Imperial_Waving_Flag_Icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gerakan
Tokoh
Sebelum 1945
Jepang paska-perang
Lain
Organisasi & Faksi
Sebelum 1945
Jepang paska-perang
Lain
Sejarah
1930an
1940-1945
1945-1950
Setelah 1950
Karya sastra
Topik terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan