Minggu, 20 September 2026
22:44 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Serica

Serica

500px-PtolemyWorldMap.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah peta dunia pertengahan abad ke-15 Florentina berdasarkan proyeksi pertama (bentuk kerucut modifikasi) dalam terjemahan Latin Jacobus Angelus 1406 terhadap manuskrip Yunani mengenai Geografi abad ke-2 Ptolemeus yang ditemukan kembali oleh Maximus Planudes akhir abad ke-13. Serica ditunjukkan dalam timur laut jauh di dunia.

Serica adalah salah satu negara paling timur di Asia yang dikenal oleh ahli geografi Yunani dan Romawi Kuno. Nama ini secara umum diambil untuk merujuk pada Tiongkok Utara pada masa dinasti Zhou, Qin, dan Han, sebagaimana yang dicapai melalui Jalur Sutra darat, berbeda dengan Sinae, yang dicapai melalui rute maritim. Bangsa di Serica adalah Seres, yang namanya juga digunakan untuk wilayah mereka. Akses menuju Serica dipermudah setelah penaklukan Han terhadap Cekungan Tarim (Xinjiang kini) tetapi sebagian besar diblokir ketika Kekaisaran Parthia jatuh ke Kekaisaran Sassaniyah. Yule meringkas para ahli geografi klasik:[1]

Jika kita menggabungkan menjadi satu berbagai penjelasan kuno mengenai Seres dan negara mereka, menghilangkan pernyataan anomali dan dongeng nyata, hasilnya akan menjadi sesuatu seperti berikut:—“Wilayah Seres adalah negara yang luas dan padat penduduknya, menyentuh di timur Samudra dan batas-batas dunia yang dihuni, dan di barat membentang ke Imaus dan batas-batas Baktria. Rakyatnya beradab, lembut, adil, dan sederhana, menghindari bentrokan dengan tetangga mereka, dan bahkan malu dalam hubungan dekat, tetapi tidak menolak untuk mejual produk mereka sendiri, di mana sutra mentah adalah pokok, tetapi yang meliputi juga bahan-bahan sutra, bulu halus, dan besi dari kualitas luar biasa.” Hal tersebut merupakan suatu definisi jelas dari Tiongkok.

Beberapa ahli, bagaimanapun, berpendapat Seres bukanlah Tiongkok itu sendiri namun suku yang berbicara bahasa Indo-Eropa yang berdagang dengan India kuno, seperti Yuezhi, Saka, dan Tokharia.

Nama

Bentuk Latin Serica dan Seres berasal dari bahasa Yunani Sērikḗ (Σηρική) dan Sḗres (Σῆρες).[2] Ini tampaknya berasal dari kata-kata mereka untuk sutra (bahasa Yunani: σηρικός, sērikós; bahasa Latin:sericum), di mana sejak Klaproth[3] sering dikaitkan dengan bahasa Tionghoa ,[4] yang pelafalan bahasa Tionghoa Kuno-nya telah direkonstruksi sebagai /*[s]ə/.[5][a] Orang-orang Yunani dan Romawi mengenal sutra sebelum mereka mengetahui asal-usulnya dari ulat sutra, membuat sēr (σὴρ) suatu formasi-balik.[4] Bentuk lain dari nama tersebut termasuk Serica Regio.[6]

Beberapa ahli klasik berpendapat bahwa sangat tidak mungkin suatu bangsa dinamakan sesuai nama sejenis serangga. Lassen mengaku telah mengidentifikasi referensi untuk Seres dalam kitab suci agama Hindu, sebagai "Çaka (Saka), Tukhâra (Baktria), dan Kanka (Kangju)".[7]

Lihat juga

Catatan

  1. Rhotic final dari istilah bahasa Yunani dan Romawi mungkin sudah dialektis atau tambahan suatu bahasa Asia Tengah. Yule mencatat bahasa Korea, bahasa Mongolia, dan bahasa Manchu membentuk kata ini masing-masing sebagai sir, sirkek, dan sirghé.[4]

Referensi

Kutipan

  1. Yule (1878), hlm. 627.
  2. Schoff, Wilfred H.: "The Eastern Iron Trade of the Roman Empire", Journal of the American Oriental Society, Vol. 35 (1915), pp. 224-239 (237)
  3. Klaproth, Mem. rel. à l'Asie, Vol. III, hlm. 265.
  4. 1 2 3 Yule (1866), hlm. xliv.
  5. Baxter-Sagart.
  6. Germanus, Nicolaus, ed. (1482), Claudii Ptolomei Viri Alexandrini Cosmographie Octavus et Ultimus Liber Explicit Opus, Ulm: Leinhart Holle. (Latin)
  7. Lassen, Christian (1847), Indische Alterthumskunde, Vol. I: Geographie und die älteste Geschichte, Bonn: H.B. Koenig, hlm. 321. (Jerman)

Bibliografi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan