Minggu, 08 November 2026
19:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Serica

Serica

Bagikan:
"Seres" beralih ke halaman ini. Untuk dewi dalam mitologi Romawi, lihat Seres (mitologi).
500px-PtolemyWorldMap.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah peta dunia pertengahan abad ke-15 Florentina berdasarkan proyeksi pertama (bentuk kerucut modifikasi) dalam terjemahan Latin Jacobus Angelus 1406 terhadap manuskrip Yunani mengenai Geografi abad ke-2 Ptolemeus yang ditemukan kembali oleh Maximus Planudes akhir abad ke-13. Serica ditunjukkan dalam timur laut jauh di dunia.

Serica adalah salah satu negara paling timur di Asia yang dikenal oleh ahli geografi Yunani dan Romawi Kuno. Nama ini secara umum diambil untuk merujuk pada Tiongkok Utara pada masa dinasti Zhou, Qin, dan Han, sebagaimana yang dicapai melalui Jalur Sutra darat, berbeda dengan Sinae, yang dicapai melalui rute maritim. Bangsa di Serica adalah Seres, yang namanya juga digunakan untuk wilayah mereka. Akses menuju Serica dipermudah setelah penaklukan Han terhadap Cekungan Tarim (Xinjiang kini) tetapi sebagian besar diblokir ketika Kekaisaran Parthia jatuh ke Kekaisaran Sassaniyah. Yule meringkas para ahli geografi klasik:[1]

Jika kita menggabungkan menjadi satu berbagai penjelasan kuno mengenai Seres dan negara mereka, menghilangkan pernyataan anomali dan dongeng nyata, hasilnya akan menjadi sesuatu seperti berikut:—“Wilayah Seres adalah negara yang luas dan padat penduduknya, menyentuh di timur Samudra dan batas-batas dunia yang dihuni, dan di barat membentang ke Imaus dan batas-batas Baktria. Rakyatnya beradab, lembut, adil, dan sederhana, menghindari bentrokan dengan tetangga mereka, dan bahkan malu dalam hubungan dekat, tetapi tidak menolak untuk mejual produk mereka sendiri, di mana sutra mentah adalah pokok, tetapi yang meliputi juga bahan-bahan sutra, bulu halus, dan besi dari kualitas luar biasa.” Hal tersebut merupakan suatu definisi jelas dari Tiongkok.

Beberapa ahli, bagaimanapun, berpendapat Seres bukanlah Tiongkok itu sendiri namun suku yang berbicara bahasa Indo-Eropa yang berdagang dengan India kuno, seperti Yuezhi, Saka, dan Tokharia.

Nama

Bentuk Latin Serica dan Seres berasal dari bahasa Yunani Sērikḗ (Σηρική) dan Sḗres (Σῆρες).[2] Ini tampaknya berasal dari kata-kata mereka untuk sutra (bahasa Yunani: σηρικός, sērikós; bahasa Latin:sericum), di mana sejak Klaproth[3] sering dikaitkan dengan bahasa Tionghoa 絲,[4] yang pelafalan bahasa Tionghoa Kuno-nya telah direkonstruksi sebagai /*[s]ə/.[5][a] Orang-orang Yunani dan Romawi mengenal sutra sebelum mereka mengetahui asal-usulnya dari ulat sutra, membuat sēr (σὴρ) suatu formasi-balik.[4] Bentuk lain dari nama tersebut termasuk Serica Regio.[6]

Beberapa ahli klasik berpendapat bahwa sangat tidak mungkin suatu bangsa dinamakan sesuai nama sejenis serangga. Lassen mengaku telah mengidentifikasi referensi untuk Seres dalam kitab suci agama Hindu, sebagai "Çaka (Saka), Tukhâra (Baktria), dan Kanka (Kangju)".[7]

Lihat juga

Catatan

  1. ↑ Rhotic final dari istilah bahasa Yunani dan Romawi mungkin sudah dialektis atau tambahan suatu bahasa Asia Tengah. Yule mencatat bahasa Korea, bahasa Mongolia, dan bahasa Manchu membentuk kata ini masing-masing sebagai sir, sirkek, dan sirghé.[4]

Referensi

Kutipan

  1. ↑ Yule (1878), hlm. 627. sfnp error: tanpa target: CITEREFYule1878 (bantuan)
  2. ↑ Schoff, Wilfred H.: "The Eastern Iron Trade of the Roman Empire", Journal of the American Oriental Society, Vol. 35 (1915), pp. 224-239 (237)
  3. ↑ Klaproth, Mem. rel. à l'Asie, Vol. III, hlm. 265.
  4. 1 2 3 Yule (1866), hlm. xliv.
  5. ↑ Baxter-Sagart.
  6. ↑ Germanus, Nicolaus, ed. (1482), Claudii Ptolomei Viri Alexandrini Cosmographie Octavus et Ultimus Liber Explicit Opus, Ulm: Leinhart Holle. (Latin)
  7. ↑ Lassen, Christian (1847), Indische Alterthumskunde, Vol. I: Geographie und die älteste Geschichte, Bonn: H.B. Koenig, hlm. 321. (Jerman)

Bibliografi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan