Minggu, 08 November 2026
03:43 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Senyawa uranium

Senyawa uranium

Bagikan:
250px-Ammoniumdiuranat.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Amonium diuranat dalam sebuah tabung.

Senyawa uranium adalah senyawa yang dibentuk oleh unsur uranium (U). Meskipun uranium adalah aktinida radioaktif, senyawanya dipelajari dengan baik karena waktu paruhnya yang panjang dan aplikasinya. Biasanya terbentuk dalam keadaan oksidasi +4 dan +6, meskipun juga dapat terbentuk dalam keadaan oksidasi lainnya.[1][2] [3][4]

Pengolahan senyawa uranium

250px-UO2_Pellet.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nuclear reactor fuel pellet (Mass: 10g)

Untuk mengolah uranium menjadi bahan bakar nuklir memerlukan proses yang cukup panjang. Pertama, penambangan dengan peledak atau alat berat untuk mendapatkan bijih uranium. Bongkahan batu di chrusher untuk ukuran bijih yang kecil, kemudian proses milling untuk mendapatkan bijih uranium yang seperti bubuk (fine uranium ore).

Tahap berikutnya adalah pelindian (leaching) dengan asam sulfat untuk mendapatkan larutan uranil sulfat. Kemudian, dilakukan pemurnian dengan ion exchange untuk mendapatkan larutan konsentrat uranium (U) dan dilanjutkan dengan tahap pengendapan bertingkat menggunakan NH4OH.

Kemudian, masuk ke dalam filter dan dikeringkan untuk mendapatkan yellowcake. Dari yellowcake, diperoleh amonium diuranat dengan konsentrasi uranium lebih dari 60 persen. Yellowcake itu sudah laku dijual. Namun yellowcake belum bisa sebagai bahan bakar, karena harus dimurnikan sampai grade nuklir lebih dari 99 persen. Kemudian, dikonversi menjadi uranium heksafluorida (UF6) untuk proses pengkayaan. UF6 yang dikayakan (enriched UF6) tersebut direkonversi menjadi uranium dioksida (UO2) yang siap difabrikasi menjadi pelet, kelongsong, batang bahan bajar, dan bundel bahan bakar.

Contoh senyawa uranium
250px-Uranylnitrate_crystals.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kristal uranil nitrat

Sedangkan contoh mineral bijih uranium adalah:

250px-Uranophane.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Uranofan (uranophane, Ca(UO2)2(SiO3OH)2·5H2O), atau uranotil adalah mineral langka yang mengandung unsur kalsium, uranium, dan silikon. Senyawa ini berwarna kuning dan bersifat radioaktif.

Referensi

  1. ↑ Kloprogge, J. Theo (2021). The periodic table : nature's building blocks : an introduction to the naturally occurring elements, their origins and their uses. Concepcion P. Ponce, Tom A. Loomis. Amsterdam: Elsevier. hlm. 861–862. ISBN 978-0-12-821538-8. OCLC 1223058470.
  2. ↑ "Chemical Forms of Uranium". Argonne National Laboratory. Diarsipkan dari asli tanggal 22 September 2006. Diakses tanggal 18 Februari 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Puigdomenech, Ignasi Hydra/Medusa Chemical Equilibrium Database and Plotting Software (2004) KTH Royal Institute of Technology, freely downloadable software at "Chemical Equilibrium Software". Department of Chemistry, KTH Royal Institute of Technology. Diarsipkan dari asli tanggal 29 September 2007. Diakses tanggal 2007-09-29.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ https://www.antaranews.com/berita/1613018/batan-kalimantan-barat-memiliki-17005-ton-uranium
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan