| Sentinel-3 | |
|---|---|
| Seri satelit pengamatan Bumi dalam program Copernicus | |
Ilustrasi wahana Sentinel-3. | |
| Identitas dan penyelenggaraan | |
| Program | Program Copernicus[1] |
| Jenis misi | Seri satelit pengindraan jauh untuk pemantauan laut, daratan, es dan atmosfer[1] |
| Pengembang | Badan Antariksa Eropa (ESA)[2] |
| Pengelola | ESA dan EUMETSAT, dengan pembagian tugas operasi dan pengolahan data[3] |
| Satelit dan orbit | |
| Satelit diluncurkan | Sentinel-3A (2016), Sentinel-3B (2018), Sentinel-3C (2026)[2] |
| Orbit | Polar sinkron Matahari, sekitar 814,5 km[2] |
| Masa rancangan | Tujuh tahun per wahana; bukan batas akhir operasi[2] |
| Peluncur | Rokot (3A dan 3B); Vega-C (3C)[2] |
| Muatan dan tujuan | |
| Instrumen utama | OLCI, SLSTR, SRAL dan MWR[4] |
| Pengukuran utama | Warna permukaan laut dan darat, suhu permukaan, serta topografi permukaan laut dan perairan darat[4] |
| Situs misi ESA · Data Copernicus | |
Sentinel-3 adalah seri satelit pengamatan Bumi dalam Program Copernicus milik Uni Eropa. Misi ini mengukur warna permukaan laut dan darat, suhu permukaan laut dan darat, serta tinggi permukaan laut dan perairan darat. Gabungan pengukuran tersebut dipakai untuk pemantauan lingkungan dan iklim, prakiraan oseanografi, serta kajian es, vegetasi dan kebakaran. Setiap wahana membawa empat instrumen utama: Ocean and Land Colour Instrument (OLCI), Sea and Land Surface Temperature Radiometer (SLSTR), Synthetic Aperture Radar Altimeter (SRAL) dan Microwave Radiometer (MWR).[4][5]
Sentinel-3A diluncurkan pada 16 Februari 2016, disusul Sentinel-3B pada 25 April 2018. Sentinel-3C diluncurkan pada 15 September 2026 bersama satelit FLEX dengan roket Vega-C. Pada akhir September 2026, 3C masih menjalani tahap pemeriksaan dan penyiapan di orbit; peluncurannya tidak berarti seluruh produk datanya telah tersedia secara operasional. Seri ini dikembangkan oleh Badan Antariksa Eropa (ESA), sedangkan pengelolaan misi dan layanan datanya dibagi bersama EUMETSAT.[2][6][3]
Latar belakang dan tujuan
Rancangan Sentinel-3 disusun untuk menyediakan pengamatan yang berulang dan konsisten bagi layanan Copernicus. Misi ini melanjutkan sebagian deret pengukuran dari satelit terdahulu, termasuk Envisat dan instrumen vegetasi pada satelit SPOT, sambil menggabungkan pengamatan warna, suhu dan ketinggian permukaan dalam satu platform. Sasaran utamanya mencakup prakiraan keadaan laut, pemantauan kualitas perairan dan daratan, serta pengamatan jangka panjang terhadap perubahan lingkungan.[7][8]
Sentinel-3 dirancang sebagai konstelasi dua satelit dalam operasi penuh untuk mempercepat cakupan ulang dan menjaga kesinambungan layanan. Setelah 3A dan 3B digunakan bersama, 3C disiapkan untuk kelak menggantikan 3A. Sentinel-3D juga dibangun sebagai satelit lanjutan, tetapi belum diluncurkan per September 2026. Istilah Sentinel-3 karena itu menunjuk pada seri misi, bukan hanya pada satu satelit tertentu.[3][6][9]
Wahana dan operasi
| Satelit | Peluncuran | Roket dan lokasi | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Sentinel-3A | 16 Februari 2016 | Rokot; Plesetsk, Rusia | Wahana pertama dalam seri. |
| Sentinel-3B | 25 April 2018 | Rokot; Plesetsk, Rusia | Wahana kedua; beroperasi bersama 3A untuk memperluas cakupan. |
| Sentinel-3C | 15 September 2026 | Vega-C; Kourou, Guyana Prancis | Telah diluncurkan dan menjalani komisioning pada akhir September 2026. |
| Sentinel-3D | Belum diluncurkan | - | Wahana lanjutan untuk menjaga kesinambungan pengamatan. |
Satelit Sentinel-3 menempati orbit polar sinkron Matahari pada ketinggian rata-rata sekitar 814,5 km. Dua wahana yang ditempatkan pada fase orbit berbeda dapat mengamati suatu wilayah lebih sering daripada satu wahana saja. Namun, waktu kunjungan ulang berbeda menurut instrumen: pada konfigurasi dua satelit, ESA mencantumkan sekitar satu hari untuk pengamatan laut SLSTR dan sekitar dua hari untuk OLCI, sedangkan SRAL hanya mengukur sepanjang lintasan sempit di bawah satelit. Angka tersebut menggambarkan peluang cakupan geometris; awan dan syarat kualitas data dapat mengurangi pengamatan yang dapat digunakan.[2][7]
Seusai tahap komisioning, ESA dan EUMETSAT membagi tugas operasional. EUMETSAT menjalankan operasi rutin wahana dan menyediakan produk kelautan serta produk atmosfer hampir waktu nyata. ESA mengelola produk daratan, kriosfer, perairan darat dan sejumlah produk atmosfer yang tidak harus tersedia segera. Data misi kemudian disalurkan ke layanan Copernicus dan pengguna lain melalui infrastruktur distribusi data.[6][3]
Instrumen
OLCI: warna laut dan darat

OLCI merekam cahaya pantulan Bumi pada 21 pita spektral di wilayah cahaya tampak hingga inframerah dekat. Lebar sapuannya sekitar 1.270 km; produk resolusi penuhnya mempunyai ukuran piksel sekitar 300 m di dekat titik nadir. Pola pantulan pada berbagai panjang gelombang digunakan untuk menghitung besaran seperti konsentrasi klorofil di perairan, materi tersuspensi dan sifat permukaan darat. OLCI meneruskan jenis pengamatan yang sebelumnya dilakukan instrumen MERIS pada Envisat.[2][10]
SLSTR: suhu permukaan dan titik panas

SLSTR mengukur radiasi pada pita tampak, inframerah dekat dan inframerah termal dengan sudut pandang nadir serta miring. Pengolahan radiansi termalnya menghasilkan perkiraan suhu permukaan laut dan suhu permukaan darat. Instrumen ini juga memiliki saluran khusus untuk kejadian bersuhu tinggi, yang memungkinkan pendeteksian titik api dan penghitungan fire radiative power (FRP), yaitu laju energi radiasi yang dipancarkan api pada saat pengamatan. Nilai FRP adalah besaran pengamatan kebakaran, bukan jumlah bahan bakar terbakar yang diketahui secara langsung.[2][11]
SRAL dan MWR: ketinggian permukaan
SRAL mengirim pulsa radar ke arah permukaan dan mengukur waktu kembali pantulannya. Bersama informasi orbit wahana yang sangat teliti serta koreksi geofisika, pengukuran itu digunakan untuk menaksir tinggi permukaan laut, tinggi gelombang dan tinggi permukaan danau atau sungai yang dilintasi satelit. Radar beroperasi pada pita Ku dan C. MWR mengukur pancaran gelombang mikro dari atmosfer untuk memperkirakan pengaruh uap air dan air cair pada lintasan sinyal radar; hasilnya membantu mengoreksi penundaan troposfer dalam data altimetri.[5][12]
Tidak seperti OLCI dan SLSTR yang merekam jalur permukaan yang lebar, SRAL mengambil pengukuran terutama di sepanjang jejak lintasan satelit. Peta tinggi permukaan laut yang luas dihasilkan setelah banyak lintasan digabung dan diolah; alat ini tidak memberikan citra dua dimensi seluruh laut setiap hari. Pengukuran di pesisir, sungai atau permukaan es memerlukan perhatian khusus pada ukuran sasaran, bentuk pantulan dan ketepatan koreksi.[2][13]
Produk data dan akses
Pengamatan mentah diproses menjadi berbagai produk. Level-1 umumnya berisi pengukuran yang telah dikalibrasi dan diberi lokasi, seperti radiansi OLCI dan SLSTR atau data gelombang balik SRAL. Level-2 berisi besaran geofisika yang diturunkan melalui algoritme, misalnya suhu permukaan, warna perairan, parameter vegetasi atau tinggi muka air. Selain ketiga alur instrumen utama, pengolahan SYNERGY menggabungkan data OLCI dan SLSTR untuk menghasilkan informasi pantulan permukaan, aerosol dan produk vegetasi.[14][15]
| Rangkaian | Contoh keluaran | Pemakaian |
|---|---|---|
| OLCI | Radiansi, warna perairan, klorofil dan parameter daratan | Kajian kualitas perairan, produktivitas laut, serta vegetasi. |
| SLSTR | Suhu permukaan laut dan darat; lokasi serta daya radiasi api | Prakiraan oseanografi, pengamatan suhu dan pemantauan kebakaran. |
| SRAL/MWR | Tinggi permukaan laut, parameter gelombang dan tinggi perairan darat | Oseanografi, kajian permukaan es, sungai dan danau. |
| SYNERGY | Pantulan permukaan, aerosol, serta komposit vegetasi | Analisis kondisi daratan dan deret waktu vegetasi. |
Produk mempunyai kategori ketepatan waktu berbeda, antara lain near-real-time untuk kebutuhan operasional dan non-time-critical untuk produk yang dapat memakai pengolahan serta informasi orbit lebih lengkap. Jenis dan versi produk perlu dicatat ketika membandingkan pengukuran lintas waktu. Copernicus Data Space Ecosystem menyediakan katalog serta akses ke data Sentinel-3; ketersediaan data tiap instrumen dan satelit bergantung pada tahap operasi serta status pemrosesan.[4][13]
Pemanfaatan
Laut dan iklim
Data SLSTR digunakan untuk mengamati suhu permukaan laut; OLCI untuk warna laut serta indikator biologis seperti klorofil; dan SRAL untuk tinggi muka laut, gelombang, serta pengamatan permukaan es. Penggabungan data tersebut membantu model prakiraan laut dan penilaian perubahan lingkungan jangka panjang. Citra warna laut juga dapat menunjukkan pola sebaran alga, tetapi nilai klorofil yang diturunkan dari satelit tidak dengan sendirinya mengidentifikasi spesies alga atau memastikan suatu perairan berbahaya.[8][16]
Daratan, perairan darat dan kebakaran
OLCI dan produk SYNERGY memungkinkan pengamatan perubahan tutupan serta kondisi vegetasi pada skala wilayah. SLSTR menyediakan peta suhu permukaan darat dan pengamatan kebakaran aktif, sedangkan SRAL dapat mengikuti perubahan tinggi air di danau, waduk dan sungai yang sesuai dengan jejak lintasannya. Hasil tersebut melengkapi citra beresolusi lebih tinggi dari Sentinel-2: Sentinel-3 dirancang terutama untuk cakupan luas dan pengukuran berulang, bukan untuk memetakan bangunan atau obyek kecil secara terperinci.[8][15][11]
Batasan penafsiran
Pengamatan optik OLCI memerlukan cahaya Matahari dan dapat terhalang awan; hasil suhu inframerah SLSTR juga harus disaring terhadap awan dan kondisi atmosfer. Karena itu, cakupan orbit tidak sama dengan tersedianya pengukuran valid di setiap tempat pada setiap hari. Nilai suhu permukaan darat merupakan suhu permukaan yang memancarkan radiasi, bukan suhu udara pada ketinggian standar pengukuran cuaca. Produk Level-2 juga merupakan hasil algoritme dan koreksi, sehingga mutu, versi pemrosesan dan dokumentasi ketidakpastian perlu diperiksa untuk pemakaian kuantitatif.[10][11][14]
Ketinggian permukaan dari SRAL hanya tersedia pada lokasi yang dilalui jejak altimeter. Pada wilayah pesisir dan perairan darat yang sempit, permukaan campuran atau topografi sekitar dapat menyulitkan penafsiran sinyal radar. Pemantauan tinggi muka laut atau danau karena itu mengandalkan pengolahan serta validasi, bukan pembacaan langsung dari satu piksel citra.[13][12]
Lihat pula
Referensi
- 1 2 "Sentinel-3". Badan Antariksa Eropa. Diakses tanggal 2026-09-29.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 "Sentinel-3: Facts and figures". Badan Antariksa Eropa. Diakses tanggal 2026-09-29.
- 1 2 3 4 "Sentinel-3: Satellite constellation". Badan Antariksa Eropa. Diakses tanggal 2026-09-29.
- 1 2 3 4 5 "Sentinel-3". Copernicus Data Space Ecosystem. Diakses tanggal 2026-09-29.
- 1 2 "Sentinel-3: Instruments". Badan Antariksa Eropa. Diakses tanggal 2026-09-29.
- 1 2 3 4 "FLEX and Sentinel-3C launched". Badan Antariksa Eropa. 2026-09-15. Diakses tanggal 2026-09-29.
- 1 2 Donlon, C.; Berruti, B.; Buongiorno, A.; dkk. (2012). "The Global Monitoring for Environment and Security (GMES) Sentinel-3 mission". Remote Sensing of Environment. 120: 37–57. doi:10.1016/j.rse.2011.07.024. Diakses tanggal 2026-09-29.
- 1 2 3 "Introducing the Sentinel-3 mission". Badan Antariksa Eropa. Diakses tanggal 2026-09-29.
- 1 2 "Sentinel-3C and Sentinel-3D side by side". Badan Antariksa Eropa. Diakses tanggal 2026-09-29.
- 1 2 "S3 OLCI Instrument". SentiWiki. Program Copernicus. Diakses tanggal 2026-09-29.
- 1 2 3 "S3 SLSTR Instrument". SentiWiki. Program Copernicus. Diakses tanggal 2026-09-29.
- 1 2 "S3 Altimetry Instruments". SentiWiki. Program Copernicus. Diakses tanggal 2026-09-29.
- 1 2 3 "Altimetry Products". SentiWiki. Program Copernicus. Diakses tanggal 2026-09-29.
- 1 2 3 "Sentinel-3: Data products". Badan Antariksa Eropa. Diakses tanggal 2026-09-29.
- 1 2 3 "SYNERGY Products". SentiWiki. Program Copernicus. Diakses tanggal 2026-09-29.
- ↑ "How Sentinel-3 tracks climate change". Badan Antariksa Eropa. 2026-09-04. Diakses tanggal 2026-09-29.