Sabtu, 24 Oktober 2026
23:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Sanggama payudara

Sanggama payudara

Bagikan:
250px-Wiki-mam-intcs.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi oleh Seedfeeder yang menampilkan seorang wanita dalam posisi berbaring dengan pria yang mengalami ejakulasi

Sanggama payudara (atau seks payudara) adalah tindakan seks, yang dilakukan baik sebagai pemanasan maupun sebagai seks tanpa penetrasi, yang melibatkan stimulasi penis pria oleh payudara wanita dan sebaliknya.[1] Tindakan ini melibatkan penempatan penis di antara kedua payudara wanita dan menggerakkan penis naik-turun untuk mensimulasikan penetrasi seksual serta menciptakan kenikmatan seksual.

Praktik

250px-Thomas_Rowlandson_-_The_Larking_Cull_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan sanggama payudara ca 1800

Sanggama payudara melibatkan seorang pria yang berlutut atau duduk di atas perut atau dada wanita, menempatkan penisnya yang sedang ereksi di belahan dadanya, lalu menggesekkan atau mendorongnya sementara kedua payudara dijepit di sekeliling batang penis, baik oleh sang wanita maupun sang pria, sehingga menciptakan kerapatan yang mirip dengan masturbasi,[1] serta mensimulasikan seks penetrasi. Pelumas atau air liur dapat digunakan di antara kedua payudara atau pada penis. Secara alternatif, wanita tersebut dapat merapatkan payudaranya di sekeliling penis dan menggerakkannya maju-mundur. Posisi lain dapat berupa pria yang berdiri sementara wanita berlutut, atau pria berbaring telentang dengan wanita di atasnya.

Dalam beberapa kasus, sanggama payudara dapat dikombinasikan dengan seks oral. Sanggama payudara dapat dilakukan secara berhadapan langsung atau dalam posisi berlawanan arah.

Meskipun sanggama payudara umumnya lebih cocok untuk wanita dengan ukuran payudara yang lebih besar secara alami, buku The Joy of Sex menyarankan agar wanita dengan payudara lebih kecil berada di posisi atas.[2] Payudara wanita yang lebih kecil cenderung lebih sensitif dibandingkan dengan yang berukuran lebih besar.[3]

Wanita biasanya tidak menerima rangsangan seksual langsung selama sanggama payudara, selain rangsangan seksual dari membawa pasangannya mencapai orgasme, tanpa adanya penetrasi seksual. Namun, Alex Comfort menyatakan bahwa sanggama payudara dapat menghasilkan orgasme pada wanita yang memiliki payudara sensitif (yang disebut oleh Margot Anand sebagai orgasme lokal payudara), dan tindakan ini merupakan salah satu dari sembilan latihan pengganti untuk aktivitas seksual penetratif, seperti yang dijelaskan dalam Paradis Charnels tahun 1903.[4][5] Pria juga memungkinkan untuk melakukan stimulasi jari pada wanita selama sanggama payudara berlangsung.

Karena sanggama payudara adalah tindakan seks tanpa penetrasi, risiko penularan infeksi menular seksual (IMS) yang membutuhkan kontak langsung antara membran mukosa dengan cairan pra-ejakulasi atau air mani menjadi sangat berkurang. HIV termasuk salah satu infeksi yang memerlukan kontak langsung tersebut sehingga sangat kecil kemungkinannya ditularkan melalui sanggama payudara.[6] Sebuah studi mengenai kebiasaan penggunaan kondom oleh pekerja seks di Selandia Baru menyebutkan bahwa mereka menawarkan berbagai alternatif seks aman selain seks vaginal kepada klien yang menolak menggunakan kondom. Seorang pekerja seks menyatakan bahwa sanggama payudara adalah salah satu alternatif yang digunakan; sanggama payudara yang dilakukan oleh wanita berpayudara besar dirasakan oleh klien mirip dengan seks vagina penetratif.[7]

Penggambaran populer tentang sanggama payudara, setidaknya dalam periklanan, digambarkan sebagai sesuatu yang erotis, dan merupakan praktik yang umum dalam pornografi.[8] Sanggama payudara terkadang dianggap sebagai suatu perversi.[9] Akan tetapi, Sigmund Freud menganggap perluasan minat seksual seperti ini masih berada dalam kisaran normal, kecuali jika ditandai oleh eksklusivitas (yaitu penolakan terhadap semua bentuk kontak seksual lainnya).[10]

Istilah gaul

Istilah-istilah gaul untuk sanggama payudara meliputi:

  • Titty-fuck,[11] titjob, atau titfuck di Amerika Serikat
  • Tit wank atau French fuck di Britania Raya — istilah yang terakhir berasal dari dekade 1930-an; sementara istilah kelakar yang setara adalah a trip down mammary lane.[12][13]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Alex Comfort, The Joy of Sex (1972) p. 67-9
  2. ↑ Alex Comfort, The Joy of Sex (1972) p. 69
  3. ↑ Levin, Roy J. (Mei 2006). "The breast/nipple/areola complex and human sexuality". Sexual & Relationship Therapy. 21 (2): 237–249. doi:10.1080/14681990600674674. S2CID 219696836.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Alex Comfort, The Joy of Sex (1972) pp. 69, 175 and 176
  5. ↑ Margo Ananad, The Art of Sexual Ecstasy (1990) p. 309
  6. ↑ Kelly, Jeffrey A. (Oktober 1995). "Advances in HIV/AIDS education and prevention". Family Relations. 44 (4): 345–352. doi:10.2307/584989. ISSN 0197-6664. JSTOR 584989.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Woods, 1996, in Davis, pages 125–127
  8. ↑ O'Barr, W. M. (2011). "Sex and Advertising". Advertising & Society Review. 12 (2): 2. doi:10.1353/asr.2011.0019. S2CID 154834026.
  9. ↑ Clifford Allen, A Textbook of Psychosexual Disorders (1969) p. 200
  10. ↑ Sigmund Freud, On Sexuality (PFL 7) p. 65 and p. 75
  11. ↑ Millar, Peter (2020). The Germans and Europe: A Personal Frontline History. Hachette. hlm. 298. ISBN 9781911350446.
  12. ↑ Godson, page 96.
  13. ↑ M. S. Morton, The Lover's Tongue (2003) p. 187

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Fisiologi dan biologi
Kesehatan dan
pendidikan
Identitas dan keragaman
Hukum
Sejarah
Hubungan
dan masyarakat
Berdasarkan negara
Aktivitas seksual
Industri seks
Agama dan seksualitas
Fenomena hubungan
seksual
Dinamika seksual
Hukum
Lihat juga
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan