Minggu, 08 November 2026
22:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Seloaji

Bagikan:

Seloaji adalah salah seorang tokoh yang berperan pada berdirinya Ponorogo. Dia adalah salah satu patih yang mendampingi Raden Bathara Katong ketika menuju daerah Wengker, sebelum menjadi Ponorogo.[1]Patih Seloaji, bersama Raden Bathara Katong, yang diangkat menjadi adipati di bekas kerajaan Wengker, dan Ki Ageng Mirah sebagai penyebar agama Islam, diiringi oleh 40 orang pengikut melakukan perjalanan yang telah ditunjuk oleh Raja Demak untuk mendirikan sebuah daerah kekuasaan. Ketiganya membuka hutan untuk selanjutnya mendirikan kadipaten yaitu Kadipaten Ponorogo.[2] Patih Seloaji banyak berperan membantu Raden Bathara Katong dan Ki Ageng Mirah karena proses membuka daerah Ponorogo diwarnai pertentangan dengan penguasa setempat yaitu Ki Ageng Kutu.

Namanya diabadikan menjadi salah satu terminal di Kecamatan Babadan, Ponorogo, yaitu terminal Seloaji.[3]

Catatan kaki

  1. ↑ Suromenggolo Warok Ponorogo Jilid 1. Penerbit Indomedia.
  2. ↑ Suromenggolo Warok Ponorogo Jilid 1. Penerbit Indomedia.
  3. ↑ MURTIE, AFIN. RPUT Untuk SD. Cerdas Interaktif. ISBN 9789797883874.
20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan