Senin, 21 September 2026
02:47 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Seloaji

Seloaji adalah salah seorang tokoh yang berperan pada berdirinya Ponorogo. Dia adalah salah satu patih yang mendampingi Raden Bathara Katong ketika menuju daerah Wengker, sebelum menjadi Ponorogo.[1]Patih Seloaji, bersama Raden Bathara Katong, yang diangkat menjadi adipati di bekas kerajaan Wengker, dan Ki Ageng Mirah sebagai penyebar agama Islam, diiringi oleh 40 orang pengikut melakukan perjalanan yang telah ditunjuk oleh Raja Demak untuk mendirikan sebuah daerah kekuasaan. Ketiganya membuka hutan untuk selanjutnya mendirikan kadipaten yaitu Kadipaten Ponorogo.[2] Patih Seloaji banyak berperan membantu Raden Bathara Katong dan Ki Ageng Mirah karena proses membuka daerah Ponorogo diwarnai pertentangan dengan penguasa setempat yaitu Ki Ageng Kutu.

Namanya diabadikan menjadi salah satu terminal di Kecamatan Babadan, Ponorogo, yaitu terminal Seloaji.[3]

Catatan kaki

  1. Suromenggolo Warok Ponorogo Jilid 1. Penerbit Indomedia.
  2. Suromenggolo Warok Ponorogo Jilid 1. Penerbit Indomedia.
  3. MURTIE, AFIN. RPUT Untuk SD. Cerdas Interaktif. ISBN 9789797883874.
20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan