Kamis, 29 Oktober 2026
06:47 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Sarsar Lambe

Bagikan:

Sarsar Lambe adalah tradisi bertarung secara adat pada Suku Karo dari Sumatera Utara untuk mencari siapa yang bersalah pada suatu perkara atau perselisihan yang sukar untuk didamaikan. Tradisi ini ditempuh apabila musyawarah keluarga, kerabat, dan lembaga adat sudah tidak mampu lagi mendamaikan. Keberadaan tradisi sarsar lambe sendiri sudah dihapus dari bagian budaya masyarakat Karo sejak zaman penjajahan Belanda.

Tata cara Sarsar Lambe

Umbul-umbul, dipancangkan disebuah lapangan luas, hal ini menandakan akan berlangsung pertarungan dua laki-laki. Penduduk akan membentuk lingkaran, menonton kedua pria yang siap turun berlaga dengan tangan kirinya terikat seutas tali satu sama lain. Lalu, seorang pengetua adat, setelah berpidato singkat, menyerahkan pisau kepada kedua petarung.

Dengan pisau di tangan, kedua petarung mengangkat sumpah: "Pinter bilang ku Dibata" (lurus perhitungan kepada Tuhan). Artinya, cuma Tuhan yang tahu, siapa yang benar di antara mereka. Setelah aba-aba, pertarungan dimulai, tikam menikam pun terjadi. Biasanya ketika seseorang dari mereka mati, maka penonton memercayai yang bersalah adalah yang mati. Jika keduanya tewas, maka keduanya memang dianggap bersalah.

Sarsar Lambe Sebagai Harga Diri

Mengutip kesimpulan Seminar Adat-Istiadat Karo awal 1977, disimpulkan bahwa masyarakat Karo pada umumnya mempunyai sifat sifat menonjol, yaitu selain beradat, suka menolong, hemat, dan pengasih. Selain itu masyarakat Karo juga dianggap memiliki sifat pendendam dan tahu harga diri. Untuk mempertahankan harga diri mereka, maka tradisi mematikan seperti sarsar lambe, kerap pula ditempuh oleh masyarakat Karo pada zaman dulu.

Referensi

Wilayah tradisional
120px-Batak_Karo_House_at_Dokan_Village_%2801%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
60px-Museum_Pusaka_Karo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
60px-Kantor_Sinode_Moderamen_GBKP_03.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Museum_Karo_Lingga.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Taman_Monumen_Aannemer_Batiren_Purba.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sistem kekerabatan
Marga
Bahasa dan kesusastraan
Hidangan khas
Falsafah
Upacara adat
Seni dan budaya
Alat musik tradisional
Agama
Mitologi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan