Senin, 28 September 2026
20:48 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Salai pisang

Salai pisang

camilan pisang yang berasal dari Aceh

Salai Pisang
250px-Rimpi_Pisang_002.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama lain
Tempat asalIndonesia
DaerahAceh
250px-Sale_pisang_%28wet%29%2C_2015-06-13.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salai pisang basah

Salai pisang atau sale pisang[a] adalah makanan ringan tradisional Indonesia, berupa hasil olahan pisang yang diiris-iris, diasapkan dan dikeringkan. Kemudian makanan ini dapat digoreng menggunakan tepung terigu (salai pisang kering) atau dimakan langsung tanpa digoreng (salai pisang basah). Salai pisang dimakan sebagi camilan dan dikenal mempunyai rasa manis dan aroma khas pisang. Tujuan penjemuran adalah untuk mengurangi kadar air buah pisang, sehingga pisang Salai lebih tahan lama. Saat ini, Salai pisang juga dijual dalam berbagai varian rasa, dan telah menembus pasar internasional.[2][3]

Asal-usul

Salai pisang merupakan makanan asli dari Aceh, tetapi dalam perkembangannya, banyak kota lain seperti Karangpucung dan Majenang yang terletak di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, bahkan beberapa daerah di Kalimantan Selatan juga mengembangkan dan memproduksi Salai Pisang. Sehingga saat ini, banyak pendapat bahwa keaslian Salai Pisang seperti diakui dari kota tertentu.[4][5][6][7]

Sifat-sifat penting yang sangat menentukan mutu Salai pisang adalah warna, rasa, bau, kekenyalan, dan ketahanan simpannya. Sifat tersebut banyak dipengaruhi oleh cara pengolahan, pengepakan, serta penyimpanan produknya.[8] Salai yang dibuat selama ini sering kali mutunya kurang baik terutama bila dibuat pada waktu musim hujan. Bila dibuat pada musim hujan perlu dikeringkan dengan pengeringan buatan (dengan sistem tungku).

Pembuatan

Semua pisang dapat diolah menjadi salai, tetapi jenis yang paling cocok di antaranya adalah pisang ambon, kepok, siam, raja bulu, dan emas, dengan tingkat kematangan seperti pisang untuk dimakan segar, dan bebas dari kerusakan.[9] Salai pisang diproduksi di banyak wilayah Indonesia dan terdapat beberapa variasi dalam proses produksinya.[10]

Secara umum, variasi proses pembuatan salai pisang diklasifikasikan sebagi cara tradisional dan cara modern. Perbedaan utama di antara kedua proses ini terdapat dalam cara pengasapan dan pengeringan.

Pengupasan

Kulit pisang dikupas, dan kemudian lapisan putih di luar daging buah dikerok menggunakan bilah bambu atau pisau. Pengerokan ini dilakukan agar hasil akhir salai berpenampilan bagus.[9] Kemudian pisang dipotong tipis-tipis dengan ketebalan 2-3 mm. Sebelum pengupasan, pisang dapat juga diperam dengan karbit selama 1-2 hari.[11]

Pengasapan

Dalam proses tradisional, pengasapan kadang dilakukan dengan asap kayu bakar, atau pisang dapat langsung dikeringkan tanpa proses pengasapan. Dalam proses modern, pengasapan dapat dilakukan dengan asap belerang, atau diganti dengan pengawetan menggunakan bahan kimia natrium bisulfit. Menurut penulis Roely Ardiansyah, pengasapan dengan belerang dilakukan dengan 1 gram belerang per kilogram bahan selama satu jam.[12] Proses pengasapan dengan belerang dilakukan untuk memperoleh warna pucat pada pisang, membunuh mikroorganisme (seperti jamur dan bakteri), dan mencegah perubahan warna.[13]

Pengeringan

Pisang yang telah diiris tipis disusun dalam rak untuk dikeringkan. Dalam proses tradisional, pengeringan dilakukan dengan dijemur di bawah sinar matahari selama beberapa hari, sedangkan dalam proses modern, dilakukan dengan alat pengering.[12] Kelebihan alat pengering adalah proses berjalan lebih cepat, produk lebih higienis dan tidak tergantung cuaca.[9] Proses pengeringan mengurangi kadar air pisang sehingga beratnya menyusut sekitar 50%,[11] dan kadar air hasil pengeringan dapat mencapai 20%.[12] Pengeringan juga bertujuan untuk memperpanjang ketahanan makanan ini.[14]

Penggorengan

Salai pisang dapat dimakan langsung tanpa digoreng (disebut salai pisang basah), atau digoreng terlebih dahulu sehingga menghasilkan tekstur renyah (salai pisang kering atau goreng).[15] Untuk jenis salai pisang goreng, penggorengan dilakukan di atas api kecil dengan minyak goreng dengan dibalut adonan tepung. Sebagai contoh, dalam pengamatan Anis Maghfira dkk dari Universitas Sebelas Maret di sebuah UKM pembuat salai pisang di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, untuk setiap 50 kg pisang digunakan adonan yang dari 6 kg tepung terigu, 6 kg tepung beras, 5 liter air, serta sejumlah garam dan ekstrak vanila. [11]

Catatan

  1. ↑ Sale adalah ejaan tidak baku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia.[1]

Referensi

  1. ↑ "salai". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2016.
  2. ↑ "Sale Pisang Ciamis Tembus Manca Negara". Kompas.com. 2009-06-28. Diakses tanggal 2022-05-23.
  3. ↑ "Sale Pisang Ciamis Tembus Pasar Ekspor Malaysia". Galuh.ID. 2020-06-11. Diakses tanggal 2022-05-23.
  4. ↑ "Pisang Sale Ditetapkan sebagai Kuliner Khas asal Aceh Timur, Ini Sejarah dan Cara Buat Pisang Sale". Serambinews.com. Diakses tanggal 2023-11-16.
  5. ↑ "Sale Pisang, Oleh-oleh Khas Cilacap". AYOCILACAP (dalam bahasa American English). 2021-02-23. Diakses tanggal 2022-05-23.
  6. ↑ Redaksi. "Inilah Resep Sale Pisang Khas Majenang Cilacap - Ayo Yogya". Inilah Resep Sale Pisang Khas Majenang Cilacap - Ayo Yogya. Diakses tanggal 2022-05-23.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik
  7. ↑ "Kue Rimpi Pisang (Wadai Rimpi Pisang) » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2023-11-16.
  8. ↑ Maghfira, Lestari & Asmediana 2023, hlm. 341—342.
  9. 1 2 3 Gardjito, Djuwardi & Harmayani 2013, hlm. 289.
  10. ↑ Gardjito, Harmayani & Santoso 2019, hlm. 263–264.
  11. 1 2 3 Maghfira, Lestari & Asmediana 2023, hlm. 343.
  12. 1 2 3 Ardiansyah 2010, hlm. 66.
  13. ↑ Gardjito, Harmayani & Santoso 2019, hlm. 263.
  14. ↑ Maghfira, Lestari & Asmediana 2023, hlm. 341.
  15. ↑ Maya Safira (2017). "Sale Pisang Kering dan Basah yang Enak untuk Camilan". detikfood. Diakses tanggal 2024.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=

Bacaan lebih lanjut

Lihat pula

Topik mengenai Ciamis
Sejarah
120px-LAMBANG_KABUPATEN_CIAMIS.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kebudayaan
Objek wisata dan
markah tanah
Geografi
Politik
Pendidikan
  • Universitas Galuh
  • Institut Agama Islam Darussalam
  • Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Ma'arif
  • Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah
  • Sekolah Tinggi Agama Islam Putra Galuh
  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Galuh
  • Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Ar-Risalah
  • Sekolah Tinggi Hukum Galuh
  • Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Sirnarasa
Kesehatan
Rumah sakit
  • RSUD Kabupaten
  • RSUD Kawali
  • RSUD Bunda Asih
  • RS Al-Arif
  • RS Permata Bunda
  • RS Orthopaedi
  • RS Bersalin Harapan Bunda
  • RSU Nirmala
  • Rumah Sakit Umum Dadi Keluarga
Puskesmas
  • Banjarsari
  • Ciulu
  • Cigayam
  • Lakbok
  • Sidaharja
  • Ciawitali
  • Pamarican
  • Kertahayu
  • Janggala
  • Cimaragas
  • Cijeungjing
  • Handapherang
  • Cisaga
  • Tambaksari
  • Rancah
  • Rajadesa
  • Margahaja
  • Ciamis
  • Imbanagara
  • Baregbeg
  • Sindangkasih
  • Mandalika
  • Cihaurbeuti
  • Sukamulya
  • Sadananya
  • Cipaku
  • Cieurih
  • Jatinagara
  • Gardujaya
  • Panawangan
  • Kawali
  • Lumbung
  • Kawalimukti
  • Panjalu
  • Sukamantri
  • Panumbangan
  • Payungsari
Kuliner
Stasiun kereta api
Olahraga


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan