Rabu, 28 Oktober 2026
19:30 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Alun-Alun Ciamis

Alun-Alun Ciamis

taman pusat kota di Indonesia

Bagikan:
Alun-Alun Ciamis
250px-Alun-alun_Ciamis_-_panoramio.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Alun-Alun Ciamis di sisi barat (2012)
Informasi
Lokasi Kabupaten Ciamis, Jawa Barat
Negara Indonesia
Koordinat 7°19′36″S 108°21′11″E / 7.326666°S 108.353111°E / -7.326666; 108.353111
Pengelola Pemerintah Kabupaten Ciamis
Luas 25.398 m2[1]
Fasilitas

Alun-Alun Ciamis adalah sebuah alun-alun atau lapangan kota yang terletak di pusat Kabupaten Ciamis. Terletak di Jalan Nasional Rute 13 antara Kota Tasikmalaya dan Banjar membuat tempat ini menjadi lokasi yang sangat strategis.[2] Sekeliling alun-alun terdapat beberapa gedung penting seperti Masjid Agung Ciamis, pendopo, kantor DPRD, dan kantor bupati. Selain itu, di sekeliling juga terdapat gedung sekolah SMP Negeri 1 Ciamis yang letaknya berada di sebelah utara.

Sejarah

Awal pendirian

250px-Alun-alun_in_Tjiamis_TMnr_60016887.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Alun-Alun Ciamis pada zaman Hindia Belanda

Pada periode 1839–1886 sejak Bupati Galuh, RAA Kusumadiningrat atau Kanjeng Prebu berkuasa, pusat pemerintahan Kabupaten Galuh dipindahkan dari Imbanagara ke Cibatu yang saat ini bernama Ciamis. Seiring dengan berpindahnya pusat pemerintahan, Kanjeng Prebu kemudian mendirikan beberapa gedung pemerintahan seperti gedung kabupaten yang kini menjadi gedung DPRD dan loji asisten residen yang kini menjadi pendopo kabupaten. Tidak tertinggal pula alun-alun yang berfungsi sebagai pusat kegiatan masyarakat. Alun-alun yang dibangun Kanjeng Prebu masih berupa lapangan kosong yang beralaskan rumput hijau.[3]

Tempat eksekusi mati 1927

Pada 12 November 1926,[4] Partai Komunis Indonesia (PKI) merencanakan pemberontakan di wilayah Kabupaten Ciamis. Rencana dari pemberontakan tersebut adalah usaha mereka untuk membunuh bupati Ciamis, R.A.A. Sastrawinata.[5][4]

Namun, pemberontakan tersebut gagal karena kecerobohan Sardjono di Kongres Prambanan karena telah salah perkiraan. PKI tidak paham struktur sosial yang menjadi dasar perjuangan revolusi untuk menciptakan kemerdekaan.[5]

Pemerintah Kolonial Belanda kemudian mengerahkan serdadu militernya untuk menangkap anggota dari pemberontakan tersebut. Pada 13 November 1926, mereka akhirnya berhasil menangkap sekitar 200 anggota pemberontakan.[4]

Hingga Sabtu 10 November 1927 pagi,[4] saat itu merupakan hari di mana ketiga tokoh PKI dihukum gantung, yakni Egom, Dirdja, dan Hassan Bakri. Hukuman itu dipertontonkan di depan umum sebagai tanda yang bisa menimbulkan efek jera bagi pelaku kerusuhan. Ketiganya dituduh oleh Pemerintah Hindia Belanda sebagai otak dalam pemberontakan November 1926.[5][4]

Perluasan

Dahulu, kawasan alun-alun bagian timurnya merupakan pasar tradisional. Pada masa pemerintahan Bupati Ciamis Taufik Hidayat, sekitar tahun 1990-an sampai 1992-an, pasar tersebut dipindahkan dekat Terminal Ciamis, bersamaan dengan dibangunnya Stadion Galuh, pemindahan sebagian perkantoran pemerintahan, dan membuat Jalur Lingkar Selatan. [6]

250px-RIPangandaranRafflesiaFatma.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bunga Raflesia yang tumbuh di Pangandaran menjadi inspirasi penamaan alun-alun bagian timur ini

Alun-alun pada bagian timurnya kemudian dinamakan Taman Raflesia karena memiliki tugu air mancur yang berbentuk bunga raflesia. Nama "Raflesia" diambil karena bunga tersebut sering tumbuh di Pangandaran yang pada saat itu masih merupakan bagian dari Kabupaten Ciamis.[6]

Pandemi Covid-19

Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, alun-alun ini sempat ditutup pada akhir tahun 2021, tepatnya pada tanggal 31 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022. Karena sebelum pandemi Covid-19 pula, tempat ini dijadikan pusat bagi warga untuk merayakan malam tahun baru.[7]

Revitalisasi

Alun-alun ini mulai direvitalisasi pada tanggal 10 Maret dan diresmikan pada 19 September 2023.[8] Awalnya, revitalisasi ini direncanakan selesai pada 5 September 2023 dengan anggaran Rp 11,59 miliar, karena ada penambahan fasilitas, kontrak kerja yang awalnya 180 hari diperpanjang menjadi 190 hari dan akhirnya diresmikan pada tanggal 19 September 2023.[9] Revitalisasi alun-alun ini menjadikannya sebagai salah satu alun-alun yang terbesar di Jawa Barat dengan luas 25.398 m2.[1] Sayangnya setelah revitalisasi, alun-alun ini mendapat aksi vandalisme berupa coretan.[10]

Referensi

  1. 1 2 Putra, Permana (9 Juli 2023). "Alun-Alun Ciamis Disebut Akan Jadi yang Terbesar di Jawa Barat Setelah Digabungkan dengan Biaya Rp 11,59 Miliar, Progres Pengerjaan Baru 50 Persen". Radartasik.id. Diakses tanggal 4 Februari 2024.
  2. ↑ Ma'arif, Samsul (26 September 2023). "Alun-Alun Ciamis, Wajah Baru Yang Semakin Kekinian". Nativeindonesia. Diakses tanggal 4 Februari 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Hermansyah, Dadang (5 Februari 2023). "Panduan Praktis Berkeliling Alun-alun Ciamis". detik.com. Diakses tanggal 23 Mei 2025.
  4. 1 2 3 4 5 Mereka yang Dituduh PKI dan Dibunuh di Alun Alun Ciamis. priangan.com (Video YouTube). 30 September 2021. Diakses tanggal 1 Februari 2024.{{cite AV media}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 Muhammad, Erik (5 September 2022). "Sejarah Pemberontakan PKI 1926, Pelakunya Digantung di Alun-alun Ciamis". HarapanRakyat.com. Diakses tanggal 1 Februari 2024.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 Hermansyah, Dadang (10 April 2021). "Taman Raflesia Ciamis, Dulu Pasar Kini Arena Piknik". detik.com. Diakses tanggal 3 Januari 2024.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Hermansyah, Dadang (31 Desember 2021). "Cegah Kerumunan, Alun-alun Ciamis Ditutup Saat Malam Tahun Baru". detik.com. Diakses tanggal 6 Desember 2023.
  8. ↑ Hermansyah, Dadang (21 September 2023). "Wajah Baru Alun-alun Ciamis dan Fasilitasnya". detik.com. Diakses tanggal 6 Desember 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "Gagal Selesai Hari Ini, Alun-alun Ciamis Dipastikan Akan Diresmikan Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin". inijabar.com. 5 September 2023. Diakses tanggal 3 Januari 2024.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Garmana, Irman (27 Oktober 2023). A, Anugrah (ed.). "Baru Selesai Revitalisasi, Alun-alun Ciamis Sudah Ada Vandalisme". insiden24.com. Diakses tanggal 6 Desember 2023.
Topik mengenai Ciamis
Sejarah
120px-LAMBANG_KABUPATEN_CIAMIS.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kebudayaan
Objek wisata dan
markah tanah
Geografi
Politik
Pendidikan
  • Universitas Galuh
  • Institut Agama Islam Darussalam
  • Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Ma'arif
  • Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah
  • Sekolah Tinggi Agama Islam Putra Galuh
  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Galuh
  • Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Ar-Risalah
  • Sekolah Tinggi Hukum Galuh
  • Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Sirnarasa
Kesehatan
Rumah sakit
  • RSUD Kabupaten
  • RSUD Kawali
  • RSUD Bunda Asih
  • RS Al-Arif
  • RS Permata Bunda
  • RS Orthopaedi
  • RS Bersalin Harapan Bunda
  • RSU Nirmala
  • Rumah Sakit Umum Dadi Keluarga
Puskesmas
  • Banjarsari
  • Ciulu
  • Cigayam
  • Lakbok
  • Sidaharja
  • Ciawitali
  • Pamarican
  • Kertahayu
  • Janggala
  • Cimaragas
  • Cijeungjing
  • Handapherang
  • Cisaga
  • Tambaksari
  • Rancah
  • Rajadesa
  • Margahaja
  • Ciamis
  • Imbanagara
  • Baregbeg
  • Sindangkasih
  • Mandalika
  • Cihaurbeuti
  • Sukamulya
  • Sadananya
  • Cipaku
  • Cieurih
  • Jatinagara
  • Gardujaya
  • Panawangan
  • Kawali
  • Lumbung
  • Kawalimukti
  • Panjalu
  • Sukamantri
  • Panumbangan
  • Payungsari
Kuliner
Stasiun kereta api
Olahraga


Ikon rintisan

Artikel bertopik wisata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan