Senin, 21 September 2026
02:38 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Pindad SS1

Senapan Serbu yang diproduksi oleh PT. Pindad

Pindad SS1-V1
330px-Pindad_SS1-V1_%28NoBg%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Senapan serbu Pindad SS1-V1
Jenis Senapan serbu
Senapan semi-otomatis (SBC-1, SS1-C)
Negara asal Indonesia
Sejarah pemakaian
Masa penggunaan 1991–sekarang
Digunakan oleh Kamboja, Indonesia, Laos, Mali, Nigeria, Uni Emirat Arab
Pada perang Pemberontakan di Aceh
Konflik Papua
Konflik Timor Timur
Sengketa perbatasan Kamboja–Thailand
Konflik Moro
Pertikaian Kamboja 1997
Pertempuran Marawi[1]
Operasi Madago Raya
Sejarah produksi
Perancang Fabrique Nationale
Pindad
Tahun 1975–2020
Produsen Pindad
Diproduksi 1984–sekarang
Varian Lihat Varian
Spesifikasi
Berat 4,01 kg (8,84 pon) (dibongkar)
Panjang Popor terentang 997 mm (39,3 in) / Popor terlipat 753 mm (29,6 in)
Panjang laras 449 mm (17,7 in)
Peluru 5,56 × 45 mm NATO
7,62 × 45mm (seri SB1)
Mekanisme Pengisian peluru dengan gas, baut berputar
Rata² tembakan 600–650 putaran/menit
Kecepatan peluru 710 m/detik
Jarak efektif 450 m
Amunisi Berbagai magasin STANAG
Alat bidik Bidikan besi, namun bidikan optik dimungkinkan jika terdapat dudukan. Bidikan optik merupakan fitur standar pada varian SS1-V4.

SS1 (singkatan dari Senapan Serbu 1)[2] adalah senapan serbu standar Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Senapan ini berbasis pada senapan FN FNC, tetapi dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan ergonomis dan lingkungan tropis.[3]

Senapan serbu ini adalah karabin otomatis yang dioperasikan dengan gas dengan popor yang dapat dilipat dan dirancang untuk memenuhi standar NATO. SS1 adalah senjata ringan berkinerja tinggi untuk penggunaan individu yang telah digunakan oleh angkatan bersenjata Indonesia, termasuk Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, serta kepolisian. Senjata ini diadopsi ke dalam dinas militer Indonesia pada tahun 1991.[4]

Saat ini, senapan ini sedang dalam tahap penghentian penggunaan dan digantikan oleh Pindad SS2.[5] SS1 kemungkinan akan digunakan oleh pasukan cadangan atau paramiliter ketika SS2 sepenuhnya diadopsi ke dalam dinas militer.

SS1 diproduksi oleh PT Pindad, Bandung, Indonesia, di bawah lisensi dari Fabrique Nationale, Belgia.[2][6]

Detail desain

SS-1 diproduksi dalam 2 konfigurasi utama, yaitu senapan standard dan karabin pendek. Versi senapan standar disebut SS1-V1 (FNC “Standard” Model 2000) dan karabin disebut SS1-V2 (FNC “Short” Model 7000). Kedua varian di atas dilengkapi dengan laras ulir pitaran kanan sepanjang 178 mm (untuk stabilisasi mengantisipasi peluru SS109 belgia yang lebih berat). Selain itu juga, SS-1 bisa dipasang berbagai attachment seperti Foregrip yang bisa mengubahnya seperti model Standar M4A1 tanpa Red Dot Sight, varian Pelontar Granat (M203, M320 / GP25) dan berbagai Scope seperti Red Dot Sight, Holographic Sight dan ACOG Sight serta Mars Sight yang scopenya sudah menempel di senjata.

Varian

  • SS1-V1 — Varian dasar bagi SS1. Laras standar dengan popor lipat.
  • SS1-V2 — Varian pendek dari SS1, dengan laras yang lebih pendek.
  • SS1-V3 — Varian standar dengan popor tetap.
  • SS1-V4 — Serupa dengan varian V1, ditambah dengan teleskop.
  • SS1-V5 — Varian terkecil dari semua varian dengan laras 252 mm dan berat 3,37 kg dan popor lipat. Dirancang untuk teknisi, operator artileri, kru tank, pasukan garis belakang, dan pasukan khusus.
  • SS1-R5 Raider — Sub varian V5 yang dirancang khusus untuk pasukan khusus terbaru TNI Raider. R adalah kependekan dari Raider dan R5 dibuat khusus untuk batalion ini saja. SS1-R5 memiliki rancangan lebih ramping dan ringan.
  • SS1 seri M — Dibuat untuk korps Marinir. Dengan proses pengecatan spesial untuk menahan air laut dan tidak mudah berkarat. Varian ini dirancang untuk tetap dapat digunakan setelah masuk lumpur atau pasir. Terdapat tiga varian: M1 dengan laras panjang dan popor lipat; M2 dengan laras pendek dan popor lipat; dan M5 Commando.
  • Sabhara V1-V2 — Pengembangan varian ini dikhususkan untuk kepolisian, yaitu perlunya kemampuan melumpuhkan bukan membunuh. Varian ini menggunakan peluru 7,62 x 45 mm PT Pindad.

Lihat pula

Senapan serbu lain

  • FN FNC, senapan serbu Belgia.
  • Ak 5, senapan serbu Swedia.
  • SS2, senapan serbu versi kedua dari SS1.
  • IMI Galil, senapan serbu Israel

Produk Pindad yang lain

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pindad SS1.

Referensi

  1. "Indonesian SS1-V1 self-loading rifle in the Philippines – Armament Research Services". armamentresearch.com. 16 Oktober 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Mei 2018. Diakses tanggal 10 Mei 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 "Black Foot Studio's Newsletter, Volume 1, Issue 3" (PDF). 2008-01-14. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 31 Oktober 2008. Diakses tanggal 13 April 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "Un repaso a las armas ligeras de Pindad" (dalam bahasa Spanyol). ARMAS. Diarsipkan dari versi asli pada 2013-04-02. Diakses tanggal 2010-07-05.
  4. "Sanggup Menembakkan 800 Peluru Per Menit". 6 Januari 2006. Diarsipkan dari asli tanggal 23 Februari 2012. Diakses tanggal 12 April 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. "Indonesian military may replace M-16 with local rifles". Xinhua. 16 September 2005. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Februari 2009. Diakses tanggal 13 April 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. "Assault Rifles- Spec Sheets" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 10 Juli 2011. Diakses tanggal 2 Februari 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik senapan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan