Rabu, 04 November 2026
02:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Pertikaian Kamboja 1997

Bagikan:
Pertikaian Kamboja 1997
Tanggal5 Juli - Agustus 1997
Lokasi
Hasil Kemenangan Hun Sen. Co-premier Norodom Ranariddh, yang didepak, mengasingkan diri.
Pihak yang terlibat
PRK FUNCINPEC FUNCINPEC Kamboja Khmer Merah (mostly in the Northern Provinces)[1]
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Hun Sen Norodom Ranariddh
Nhek Bun Chhay
Serei Kosal (di Provinsi Battambang)
Ta Mok
Korban jiwa dan kerugian
Tidak ketahui Sekitar 40 perwira FUNCINPEC tewas[2]
100 warga sipil tewas (5-6 Juli)[3]

Pertikaian Kamboja 1997, yang juga disebut sebagai kudeta Kamboja 1997 (khususnya oleh para kritikus Hun Sen), terjadi di Kamboja pada bulan Juli dan Agustus 1997. Akibat, co-premier Hun Sen mendepak co-premier lainnya Norodom Ranariddh. Puluhan orang tewas pada konflik tersebut.

Latar belakang

Pada 16 Maret 1992, Otoritas Transisional PBB di Kamboja (OTPBBK), yang berada di bawah Perwakilan Khusus Sekjen PBB Yasushi Akashi dan Lt. Jenderal John Sanderson, datang ke Kamboja untuk mulai mengimplementasikan Rencana Pemukiman PBB, yang dilakukan sebagai hasil dari Perjanjian Damai Paris 1991. Pemilihan bebas diadakan pada 1993.

Khmer Merah atau Partai Kamboja Demokratik (PKD), yang pasukannya sebetulnya tak dipersenjatai atau didemobilisasikan, mengajak beberapa orang untuk berpartisipasi pada 10-15 persen negara tersebut (memegang enam persen populasi) yang saat itu mereka kuasai. Hasilnya, lebih dari empat juta orang Kamboja (sekitar 90% dari pemilih sah) itu dalam pemilihan Mei 1993.

Partai royalis FUNCINPEC yang dipimpin Pangeran Norodom Ranariddh menjadi penerima suara terbanyak dengan 45.5% suara, disusul oleh Partai Rakyat Kamboja (eks-komunis) yang dipimpin Hun Sen dan Partai Demokratik Liberal Buddhis (dari Son Sann). Walau menang, FUNCINPEC masuk perbincangan koalisi dengan Partai Rakyat Kamboja, yang dipimpin oleh Hun Sen, yang menolak untuk melepas kekuasaan.[4]

Setelah perbincangan, Pangeran Ranariddh dan Hun Sen masing-masing menjadi Perdana Menteri Pertama dan Kedua, dalam Pemerintahan Kerajaan Kamboja.

Referensi

  1. ↑ "Cambodge: les royalistes assiégésAidés des Khmers rouges ils défendent leur - Libération". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2009-09-04. Diakses tanggal 2009-08-26.
  2. ↑ Anatomy of a Crisis. Books.google.ee. 2000. hlm. 150. ISBN 9780824822385. Diakses tanggal 2015-01-23.
  3. ↑ http://www.c-r.org/accord-article/between-war-and-peace-cambodia-1991-1998
  4. ↑ "Cambodia: July 1997: Shock and Aftermath | Human Rights Watch". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2009-09-04. Diakses tanggal 2009-08-26.

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan