Rabu, 28 Oktober 2026
07:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Partai Kamboja Demokratik

Partai Kamboja Demokratik

partai politik di Kamboja

Bagikan:
Partai Kamboja Demokratik
គណបក្សកម្ពុជាប្រជាធិបតេយ្យ
Sekretaris Umum
DibentukDesember 1981
Dibubarkan1993 (dilarang)
Didahului olehPartai Komunis Kamboja
Diteruskan olehPartai Kesatuan Nasional Kamboja
Sayap militerPasukan Nasional Kamboja Demokratik
IdeologiSosialisme Demokratik
Afiliasi nasionalFront Persatuan Nasional Raya Kamboja Demokratik dan Patriotik
Bendera
250px-Flag_of_Democratic_Kampuchea.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Partai Kamboja Demokratik dibentuk sebagai kelanjutan dari Partai Komunis Kamboja pada Desember 1981.[1] Pada pertengahan 1980an, secara publik partai tersebut mengklaim bahwa ideologinya adalah sosialisme demokratik[2] dalam bentuk yang baru dan meninggalkan ideologi Marxisme-Leninisme.[3]

Sekretaris Jenderal pertama Partai Kamboja Demokratik adalah Pol Pot yang sebelumnya memimpin Kamboja dalam pemerintahan Kamboja Demokratik yang digulingkan ketika Vietnam menginvasi Kamboja pada tahun 1979. Partai tersebut berpusat di kawasan dekat perbatasan dengan Thailand setelah ditekan secara signifikan oleh Vietnam. Pada saat itu, partai mulai berkoordinasi dan bekerja sama dengan kelompok-kelompok anti-Vietnam lainnya dan membentuk Koalisi Pemerintahan Kamboja Demokratis pada tahun 1982. Pada tahun 1985, Khieu Samphan menggantikan Pol Pot sebagai Sekretaris Jenderal partai tetapi Pol Pot tetap memiliki pengaruh yang besar dalam partai.

Partai Kamboja Demokratik ditetapkan sebagai ilegal pada tahun 1994.[4]

Referensi

  1. ↑ Glossary - Thai / Cambodia Border Refugee Camps Website
  2. ↑ Alan John Day, Richard German, and John Campbell (Ed.). Political Parties of the World. 1996. New York: Stockton. hal. 109.
  3. ↑ Bogdan Szajkowski (Ed.). Revolutionary and Dissident Movements of the World. John Harper Publishing. 2004. p. 54.
  4. ↑ The Europa World Year Book Volume I. Europa Publications Limited. 1997. p. 775.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan