Sabtu, 03 Oktober 2026
22:56 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
SN 1006

SN 1006

Bagikan:
SN 1006
250px-Sn_1006.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Citra gabungan (Radio, Tampak, dan Sinar-X) cangkang SN 1006. Terlihat adanya struktur mirip-pita yang berwana kuning di tepinya
Sebutan lainnyaSN 1006, SN 1006A, SN 1016, SNR G327.6+14.6, SNR G327.6+14.5, 1ES 1500-41.5, MRC 1459-417, XSS J15031-4149, PKS 1459-41, AJG 37, 4U 1458-41, 3U 1439-39, 2U 1440-39, MSH 14-4-15, PKS 1459-419, PKS J1502-4205
Jenis peristiwaSupernova, sisa-sisa supernova, sumber radio astronomis, astrophysical x-ray source sunting ini di wikidata
Klasifikasi bintangSNIa Sunting ini di Wikidata
Tanggal1006 Sunting ini di Wikidata
Rasi bintangSentaurus Sunting ini di Wikidata
Jarak7.200 tahun cahaya
HostGalaksi Bimasakti
Colour (B-V)Astronom dari Jepang mendeksripsikan bintangnya berwarna biru-putih pada optik[1]
Fitur pentingMerupakan supernova tercerah sepanjang sejarah pengamatan astronomi
Related media on Wikimedia Commons

SN 1006 adalah sebuah supernova yang terjadi pada antara tanggal 30 April dan 1 Mei 1006. Supernova ini banyak diamati oleh berbagai peradaban di Bumi, beberapa diantaranya adalah astronom-astronom Tiongkok, Mesir, Irak, Jepang, Swiss, dan kemungkinan Amerika Utara.[2] Supernova yang terletak sejauh 7.200 tahun cahaya dari Bumi ini merupakan supernova tercerah dalam sejarah, dengan magnitudo tampak sebesar −7,5.[3]

Supernova ini redup dalam spektrum kasatmata sehingga tidak bisa dilihat dengan jelas, kecuali pada bagian struktur mirip-pita yang bersinar. Struktur ini sebenarnya merupakan ilusi optis, karena faktanya, struktur ini lebih berbentuk seperti lembaran kertas atau kain berkerut dilihat dari samping. Ini terjadi karena gelombang kejut yang dilepaskan supernova menyapu gas-gas Hidrogen, tertekan, memanas, dan menyebabkan sturktur ini bersinar.[4]

Penyebab

Para peneliti dari Universitas Barcelona, Institut Astrofisika Canaria, dan CSIC menemukan bahwa penggabungan 2 bintang katai putih merupakan penyebab terjadinya supernova tahun 1006 ini.[5] Penemuan itu telah diterbitkan dan menjadi sampul depan majalah ilmu pengetahuan Nature 27 September 2012.

Dari penemuan tersebut, mereka mengetahui bahwa ledakan termonuklir yang mereka hasilkan mengeluarkan seluruh materi sehingga tidak meninggalkan jejak satupun dari kedua bintang tersebut. Namun, penelitian lebih lanjut menguak bahwa katai putih pendahulunya tidak memiliki pasangan bintang.

Referensi

  1. ↑
  2. ↑ "CNN.com - Ancient rock art may depict exploding star - Jun 5, 2006". CNN. Diakses tanggal Mei 23, 2010.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Astronomers Peg Brightness of History's Brightest Star" (Rilis pers). National Optical Astronomy Observatory. 2003-03-05. Diakses tanggal 2009-01-12. "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli pada 2003-04-02. Diakses tanggal 2012-12-27.
  4. ↑ http://hubblesite.org/hubble_discoveries/science_year_in_review/pdf/2008/supernova_remnant_sn_1006.pdf
  5. ↑ ub (2009-10-08). "Universitat de Barcelona - Cause of Supernova SN 1006 Revealed". www.ub.edu (dalam bahasa Katalan). Diakses tanggal 2019-05-31.

Pranala luar

Koordinat: Peta langit 15h 02m 08s, −41° 57′ 00″

Kelas
250px-NASA-SNR0519690-ChandraXRayObservatory-20150122.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fisika
Terkait
Leluhur
Sisa
Penemuan
Daftar
Terkenal
Penelitian
Ikon rintisan

Artikel bertopik astronomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan