Rabu, 04 November 2026
06:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Rusa pampas

Rusa pampas

Bagikan:
Rusa pampas
250px-O._bezoarticus_buck.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rusa pampas jantan di Taman Nasional Serra da Canastra
250px-Pampas_deer_nursing_fwan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rusa pampas betina menyusui anaknya di Pantanal, Brasil
CITES Apendiks I (CITES)[2]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Cervidae
Subfamili: Capreolinae
Genus: Ozotoceros
Ameghino, 1891
Spesies:
O. bezoarticus
Nama binomial
Ozotoceros bezoarticus
250px-Ozotoceros_bezoarticus_map.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sinonim

Cervus bezoarticus Linnaeus, 1758

Rusa pampas (Ozotoceros bezoarticus) adalah sebuah spesies rusa yang hidup di dataran rumput elevasi rendah di Amerika Selatan.[3] Mereka dikenal dengan nama veado-campeiro dalam bahasa Portugis, dan venado atau gama dalam bahasa Spanyol. Spesies ini menjadi satu-satunya dalam genus Ozotoceros.

Habitat mereka mencakup perairan dan perbukitan, biasanya di tempat yang mengalami kekeringan pada musim dingin, dan dengan rumput yang cukup tinggi untuk menutupi seekor rusa yang sedang berdiri.[4] Banyak dari mereka tinggal di dataran rendah Pantanal, tempat upaya-upaya konservasi dilakukan untuk mereka, dan daerah lainnya dengan siklus banjir tahunan. Aktivitas manusia telah mengubah kebanyakan bentang alam asli dari habitat mereka.[5]

Mereka diketahui dapat hidup sampai 12 tahun di alam liar (lebih lama kalau di penangkaran), tetapi terancam karena perburuan berlebihan dan hilangnya habitat.[6] Banyak orang khawatir bila rusa ini punah, karena sebuah populasi rusa yang sehat berarti dataran rumput yang sehat, yang menjadi tempat tinggal banyak spesies, beberapa di antaranya juga terancam. Banyak burung Amerika Utara bermigrasi ke selatan, ke daerah-daerah ini, dan bila habitat rusa pampas hilang, mereka khawatir jika semua spesies burung bermigrasi ini juga berkurang.[7] Populasi rusa pampas diperkirakan berjumlah sekitar 80 ribu ekor, kebanyakan dari mereka hidup di Brasil.[8]

Referensi

  1. ↑ González, S.; Jackson, III J. J.; Merino, M. L. (2016). "Ozotoceros bezoarticus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T15803A22160030. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-1.RLTS.T15803A22160030.en. Diakses tanggal 12 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 2022-01-14.
  3. ↑ Geist, Valerius. Deer of the world their evolution, behaviour, and ecology. Mechanicsburg, Pa: Stackpole Books, 1998
  4. ↑ P., Walker, Ernest. Walker's Mammals of the world. Baltimore: Johns Hopkins UP, 1991
  5. ↑ Harris, Monica B.; Tomas, Walfrido; Mourao, Guilherme; Da Silva, Carolina J.; Guimaraes, Erika; Sonoda, Fatima; Fachim, Eliani (2005). "Safeguarding the Pantanal Wetlands: Threats and Conservation Initiatives". Conservation Biology. 19 (3): 714–20. Bibcode:2005ConBi..19..714H. doi:10.1111/j.1523-1739.2005.00708.x. S2CID 85322187.
  6. ↑ Moore, Don (2003). "A Delicate Deer". Wildlife Conservation. 106: 6–7.
  7. ↑ Villa, A. R.; Beade, M. S.; Lamuniere, D. Barrios (2008). "Home range and habitat selection of pampas deer". Journal of Zoology. 276: 95–102. doi:10.1111/j.1469-7998.2008.00468.x.
  8. ↑ IUCN Mammal Red Data Book. Gland, Switzerland: IUCN, 1982
Anggota famili Cervidae yang masih hidup
Berikut ini adalah subfamili, genus, dan spesies dalam famili Cervidae
Capreolinae
Alces
Blastocerus
Capreolus
Hippocamelus
Hydropotes
Mazama
Odocoileus
Ozotoceros
Pudu
Pudella
Rangifer
Subulo
Cervinae
Axis
Cervus
Dama
Elaphodus
Elaphurus
Muntiacus
Rucervus
Rusa
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan