Minggu, 18 Oktober 2026
20:59 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Rumah Kalang

Bagikan:

Rumah Kalang (bahasa Jawa: ꦲꦺꦴꦩꦃꦏꦭꦁ omah kalang) adalah bangunan tempat tinggal orang Kalang, bagian dari masyarakat Jawa yang tinggal di lingkungan Keraton Mataram dan hidup terpisah-pisah. Rumah Kalang dibentuk melalui pengembangan rumah tradisional suku Jawa. Kata "kalang" dalam bahasa Jawa berarti pagar atau batas karena orang Kalang dikumpulkan di satu tempat dan dipagari pada masa pemerintahan Sultan Agung.[1][2]

Sejarah

Menurut legenda setempat, orang Kalang awalnya merupakan tawanan perang yang dibawa oleh Sultan Agung setelah gagal melakukan ekspedisi ke Bali pada awal abad ke-17. Mereka tinggal di sekitar Tegalgendu di tepi barat Sungai Gajahwong sampai tahun 1920-an dan tidak diizinkan tinggal di dalam wilayah Kotagede.

Kehidupan orang Kalang

Orang Kalang mempraktikkan endogami. Sebagian dari mereka menikah dengan sepupu sedarah. Suku Kalang yang tinggal di Tegalgendu diketahui bertukar pasangan dengan suku-suku lain yang tinggal di permukiman tertutup di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Contoh rumah

250px-Ansor%27s_Silver_side_building.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sisi kanan toko Ansor's Silver.

Beriktu ini adalah daftar rumah kalang yang terletak di Kotagede dan Surakarta.

  • Rumah Kalang di Jalan Slamet Riyadi, Surakarta (1915)[3]
  • Rumah Kalang di Jalan Urip Sumoharjo, Surakarta (1927 direnovasi)[3]
  • Anshor's Silver, Kotagede
  • Rumah Pesik, Kotagede (1920)
  • Rumah Kalang B.H. Noeriah, atau Omah Tembong (1862)
  • Omah Dhuwur, Kotagede
  • Omah Prayadranan, atau Ndalem Natan, Kotagede (1857, 1927 direnovasi)

Referensi

  1. ↑ "Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta". kebudayaan.jogjakota.go.id. Diakses tanggal 2020-03-01.
  2. ↑ Santosa, Revianto Budi (2007). Kotagede: Life Between Walls. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. ISBN 9789792225471.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 Santoso 2012, hlm. 21. sfn error: tanpa target: CITEREFSantoso2012 (bantuan)
Rumah adat
Jawa
Bali
Minangkabau
Batak
Dayak
Sunda
Sumatera Selatan
Nusa Tenggara Timur
Daerah lain
Hindu-Buddha
Islam
Kolonial Belanda
Awal
Modern
Lainnya
Pasca-kolonial
& kontemporer
1950-an–1970-an
1970-an–sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan