Minggu, 20 September 2026
17:38 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Roma Baru

Untuk kegunaan lain, lihat Roma Baru (disambiguasi).

Roma Baru (Yunani: Νέα Ῥώμη, Nea Romē; Latin: Nova Roma) adalah sebuah nama yang diberikan oleh Kaisar Romawi Konstantinus Agung pada 330 Masehi untuk ibu kota kekaisaran barunya di kota pesisir Eropa selat Bosporus, yang juga dikenal sebagai Bizantium sampai seterusnya, dan sebagai Kōnstantinoúpolis (Konstantinopel). Kota tersebut sekarang dikenal sebagai Istanbul.

Konstantinus secara esensial membangun kembali kota tersebut pada skala monumental, sebagian dimodelkan seperti kota Roma. Nama-nama periode ini meliputi ἡ Νέα, δευτέρα Ῥώμη, "Baru, Roma kedua";[1] Alma Roma, Ἄλμα Ῥώμα; Βυζαντιάς Ῥώμη, "Roma Bizantium"; ἑῴα Ῥώμη, "Roma Timur"; dan Roma Constantinopolitana.[2]:354

Istilah Roma Baru itu sendiri menuai polemik Barat-Timur, khususnya dalam konteks Skisma Besar, ketika istilah tersebut digunakan oleh para penulis Yunani Ortodoks Timur untuk membedakan kotanya dengan Roma Katolik Barat. Roma Baru juga masih menjadi bagian dari gelar resmi Patriark Konstantinopel–Roma Baru.[3]

Referensi

  1. Sejarawan gereja abad ke-5 Socrates dari Konstantinopel menulis dalam Historia Ecclesiastica buatannya, 1:16 (sekitar tahun 439) bahwa kaisar tersebut menamakan kota tersebut "Konstatinopel" sementara mengeluarkan dekret yang membuat kota tersebut dirancang sebagai "Romaw kedua" (‘Κωνσταντινούπολιν’ μετονομάσας, χρηματίζειν ‘δευτέραν Ῥώμην’ νόμῳ ἐκύρωσεν).
  2. Georgacas, Demetrius John (1947). "The Names of Constantinople". Transactions and Proceedings of the American Philological Association. 78. The Johns Hopkins University Press: 347–67. doi:10.2307/283503. JSTOR 283503.
  3. "Bartholomew, Archbishop of Constantinople, New Rome and Ecumenical Patriarch". Diarsipkan dari asli tanggal 2019-10-30. Diakses tanggal 2016-01-17.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan