Rabu, 23 September 2026
18:33 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

Rekayasa balik

Proses penemuan prinsip teknologi dari suatu objek melalui analisis struktur dan fungsix

Rekayasa balik atau rekayasa mundur (bahasa Inggris:reverse engineering) adalah proses atau metode di mana seseorang mencoba memahami bagaimana suatu benda, proses, sistem, atau perangkat lunak mampu menjalankan fungsinya tanpa memahami (atau hanya berbekal sangat sedikit informasi) mengenai cara persisnya benda atau proses itu bekerja.

Proses untuk mendapatkan pengetahuan atau pemahaman tersebut biasanya melibatkan pemisahan atau pembongkaran (perangkat mesin, komponen elektronik, program komputer, dsb.) kemudian melakukan deduksi dan analisis terhadap cara kerjanya secara terperinci,[1] memanfaatkan atau mengoperasikan ulang perangkat yang sudah tidak terpakai, atau membuat duplikat (tanpa memahami) benda aslinya. Pada dasarnya, prinsip rekayasa balik sama dengan penelitian ilmiah, tetapi objek yang ditelaah berbeda. Objek yang ditelaah pada riset ilmiah biasanya adalah fenomena alami, sedangkan pada rekayasa balik, objek yang ditelaah adalah benda buatan manusia.

Rekayasa balik sudah dilakukan pada zaman ketika analisis perangkat keras masih bertujuan memperoleh keuntungan komersial atau militer.[2] Tujuannya adalah mengetahui cara merancang produk akhir dengan sedikit atau tidak adanya informasi tambahan mengenai prosedur pembuatan aslinya. Informasi pembuatan produk asli tersebut tidak tersedia entah karena memang dirahasiakan oleh pembuatnya atau karena hilang atau rusak.[1]

Teknik yang sama kini diteliti untuk diterapkan pada sistem perangkat lunak turunan, bukan untuk keperluan industri atau pertahanan, melainkan untuk menggantikan dokumentasi yang salah, tidak lengkap, atau belum tersedia.[3]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Reversing: secrets of reverse engineering. John Wiley & Sons. 2007. hlm. 3. ISBN 978-0-7645-7481-8.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  2. Chikofsky, E. J. & Cross, J. H., II (1990). "Reverse Engineering and Design Recovery: A Taxonomy". IEEE Software. 7 (1): 13–17. doi:10.1109/52.43044.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. A Survey of Reverse Engineering and Program Comprehension. Michael L. Nelson, April 19, 1996, ODU CS 551 – Software Engineering Survey. Furthermore, reverse engineering concept is used to modify or change premade .dll files in an operating systems

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Wikibooks memiliki informasi lebih lanjut di:
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Reverse engineering.
Bidang utama teknologi
Bidang
Bangunan dan Konstruksi
Biomedis
Energi
Industri
Informasi dan Komunikasi
Lingkungan
Militer
Pendidikan
Pertanian
Transportasi
Ilmu terapan lainnya
Bidang ilmu teknik lainnya
Komponen
Skala
Sejarah
Teori dan konsep
Lainnya
Ikon rintisan

Artikel bertopik teknologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik industri ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan