Senin, 21 September 2026
00:43 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Republik Kuwait

Republik Kuwait

Republik Kuwait
جمهورية الكويت
1990–1990
Bendera Kuwait
Lokasi Kuwait
StatusNegara boneka Irak
Ibu kotaKota Kuwait
Bahasa umumArab
PemerintahanKediktatoran militer Baath
Perdana Menteri 
Era SejarahPerang Teluk
 Didirikan
4 Agustus 1990
 Dianeksasi Irak
8 Agustus 1990
Kode ISO 3166KW
Didahului olehDigantikan oleh
Kuwait
Governorat Kuwait

Republik Kuwait adalah negara berusia pendek yang dibentuk setelah invasi Kuwait oleh Irak pada masa awal Perang Teluk. Dewan Komando Revolusioner Irak menyatakan bahwa mereka mengirim pasukan ke Kuwait untuk membantu kudeta internal yang dilancarkan oleh para "pengobar revolusi Kuwait."[1] Pemerintahan sementara Kuwait didirikan pada 4 Agustus oleh Irak di bawah kepemimpinan 9 perwira militer Kuwait (4 kolonel dan 5 mayor) yang dipimpin oleh Alaa Hussein Ali, yang kemudian diberi jabatan kepala negara (Rais al-Wuzara), panglima tertinggi, menteri pertahanan dan menteri dalam negeri.[2]

Rezim baru ini menjatuhkan amir Jaber Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah (yang sudah melarikan diri dari Kuwait dan mendirikan pemerintahan dalam pengasingan di Arab Saudi,[3]). Sang amir dituduh telah melancarkan kebijakan yang "anti-rakyat", "anti-demokrasi", "pro-imperialis" dan zionis, dan ia juga dituduh "mencuri sumber daya nasional untuk memperkaya diri sendiri."[4] "Pasukan Rakyat" kemudian diproklamirkan dan diklaim memiliki 100.000 sukarelawan.[5] Hak kewarganegaraan diberikan kepada orang-orang Arab non-Kuwait yang telah datang dari luar negeri untuk bekerja pada masa monarki.[6] Koran rezim ini dikenal dengan nama Al-Nida,[7] yang dinamai dari "Hari Panggilan" yang diproklamirkan pada 2 Agustus untuk "merayakan" "tanggapan" Irak terhadap "ajakan" dari orang-orang Kuwait untuk membantu menjatuhkan monarki.[8]

Pada 28 Agustus 1990, wilayah Kuwait diubah menjadi Governorat Kuwait, provinsi ke-19 Irak, sehingga Kuwait secara resmi dicaplok oleh Irak. Irak menolak mundur dari Kuwait, sehingga memicu Perang Teluk, dan pada 26 Februari 1991 pasukan Koalisi merestorasi pemerintahan monarki pra-pendudukan.

Referensi

  1. Clive H. Schofield & Richard N. Schofield (Ed.). The Middle East and North Africa. New York: Routledge. 1994. hlm. 147.
  2. Newsweek Vol. 116. 1990. p. 20.
  3. Michael S. Casey. The History of Kuwait. Westport, CT: Greenwood Press. 2007. hlm. 93.
  4. Daily Report: Soviet Union. Issues 147-153. 1990. p. 124.
  5. Jerry Mark Long. Saddam's War of Words: Politics, Religion, and the Iraqi Invasion of Kuwait. Austin, TX: University of Texas Press. 2004. p. 27.
  6. Dilip Hiro. Desert Shield to Desert Storm: The Second Gulf War. Lincoln, NE: iUniverse, Inc. 2003. hlm. 105.
  7. Human Rights Watch World Report 1992: Events of 1991. New York: Human Rights Watch. 1991. p. 652.
  8. Itamar Rabinovich and Haim Shaked (Ed.). Middle East Contemporary Survey Vol. 14. Oxford: Westview Press. 1990. hlm. 403.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan