Sabtu, 07 November 2026
01:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Republik Kuwait

Republik Kuwait

Bagikan:
Republik Kuwait
جمهورية الكويت
1990–1990
Bendera Kuwait
Lokasi Kuwait
StatusNegara boneka Irak
Ibu kotaKota Kuwait
Bahasa umumArab
PemerintahanKediktatoran militer Baath
Perdana Menteri 
Era SejarahPerang Teluk
• Didirikan
4 Agustus 1990
• Dianeksasi Irak
8 Agustus 1990
Kode ISO 3166KW
Didahului olehDigantikan oleh
Kuwait
Governorat Kuwait

Republik Kuwait adalah negara berusia pendek yang dibentuk setelah invasi Kuwait oleh Irak pada masa awal Perang Teluk. Dewan Komando Revolusioner Irak menyatakan bahwa mereka mengirim pasukan ke Kuwait untuk membantu kudeta internal yang dilancarkan oleh para "pengobar revolusi Kuwait."[1] Pemerintahan sementara Kuwait didirikan pada 4 Agustus oleh Irak di bawah kepemimpinan 9 perwira militer Kuwait (4 kolonel dan 5 mayor) yang dipimpin oleh Alaa Hussein Ali, yang kemudian diberi jabatan kepala negara (Rais al-Wuzara), panglima tertinggi, menteri pertahanan dan menteri dalam negeri.[2]

Rezim baru ini menjatuhkan amir Jaber Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah (yang sudah melarikan diri dari Kuwait dan mendirikan pemerintahan dalam pengasingan di Arab Saudi,[3]). Sang amir dituduh telah melancarkan kebijakan yang "anti-rakyat", "anti-demokrasi", "pro-imperialis" dan zionis, dan ia juga dituduh "mencuri sumber daya nasional untuk memperkaya diri sendiri."[4] "Pasukan Rakyat" kemudian diproklamirkan dan diklaim memiliki 100.000 sukarelawan.[5] Hak kewarganegaraan diberikan kepada orang-orang Arab non-Kuwait yang telah datang dari luar negeri untuk bekerja pada masa monarki.[6] Koran rezim ini dikenal dengan nama Al-Nida,[7] yang dinamai dari "Hari Panggilan" yang diproklamirkan pada 2 Agustus untuk "merayakan" "tanggapan" Irak terhadap "ajakan" dari orang-orang Kuwait untuk membantu menjatuhkan monarki.[8]

Pada 28 Agustus 1990, wilayah Kuwait diubah menjadi Governorat Kuwait, provinsi ke-19 Irak, sehingga Kuwait secara resmi dicaplok oleh Irak. Irak menolak mundur dari Kuwait, sehingga memicu Perang Teluk, dan pada 26 Februari 1991 pasukan Koalisi merestorasi pemerintahan monarki pra-pendudukan.

Referensi

  1. ↑ Clive H. Schofield & Richard N. Schofield (Ed.). The Middle East and North Africa. New York: Routledge. 1994. hlm. 147.
  2. ↑ Newsweek Vol. 116. 1990. p. 20.
  3. ↑ Michael S. Casey. The History of Kuwait. Westport, CT: Greenwood Press. 2007. hlm. 93.
  4. ↑ Daily Report: Soviet Union. Issues 147-153. 1990. p. 124.
  5. ↑ Jerry Mark Long. Saddam's War of Words: Politics, Religion, and the Iraqi Invasion of Kuwait. Austin, TX: University of Texas Press. 2004. p. 27.
  6. ↑ Dilip Hiro. Desert Shield to Desert Storm: The Second Gulf War. Lincoln, NE: iUniverse, Inc. 2003. hlm. 105.
  7. ↑ Human Rights Watch World Report 1992: Events of 1991. New York: Human Rights Watch. 1991. p. 652.
  8. ↑ Itamar Rabinovich and Haim Shaked (Ed.). Middle East Contemporary Survey Vol. 14. Oxford: Westview Press. 1990. hlm. 403.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan