Rabu, 21 Oktober 2026
10:45 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Rempuhan Karbala

Rempuhan Karbala

Bagikan:
Kericuhan Karbala
330px-Iraq_adm_location_map.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanggal10 September 2019
LokasiKarbala, Irak
Hasil31 orang tewas
100 orang cedera

Rempuhan Karbala terjadi pada 10 September 2019, 31 orang tewas dan sekitar 100 lainnya terluka dalam rempuhan manusia selama prosesi Asyura di Karbala, Irak. Ada beberapa laporan yang saling bertentangan tentang apa yang menyebabkan penyerbuan, satu mengklaim bahwa sebuah jalan setapak runtuh, menyebabkan kerumunan orang panik.[1] Laporan lain menyatakan bahwa satu orang tersandung dan terperosok di antara para pelari dan yang lain jatuh menimpanya.

Latar Belakang

Asyura adalah hari raya penting dalam kalender Islam Syi'ah, menandai kematian Husain bin Ali (Imam Hussein), cucu nabi Muhammad. Dia terbunuh pada tahun 680 Masehi dalam Pertempuran Karbala yang menjadi peristiwa penting bagi Islam Syiah. Sejak saat itu, sepuluh hari pertama bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Islam, merupakan hari libur nasional di negara-negara Islam Syiah, dengan hari kesepuluh berpuncak pada Asyura.[2]

Hari berkabung Asyura di Karbala adalah target serangan teroris pada tahun 2004, ketika pengeboman serentak di Karbala dan Najaf menewaskan 134 orang.[2] Sebuah rempuhan pada tahun 2005 terjadi di Baghdad selama acara serupa, yang disebabkan oleh kabar bahwa acara tersebut mungkin menjadi sasaran pengeboman teroris.[2] Belakangan, beberapa serangan terhadap prosesi Ashura telah dilakukan oleh ekstremis Sunni.[1]

Rempuhan

250px-Kerbela_Hussein_Moschee.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ribuan peziarah di Kuil Imam Husain pada tahun 2005

Salah satu acara umum selama peringatan Asyura di Karbala adalah lari Tuwairij, di mana para peziarah berlari melalui jalan-jalan sekitar 2–3 kilometer (1–2 mil) ke Kuil Imam Husain untuk mengenang lari yang dilakukan sepupu maternal saudara tiri Husain, Abbas, dari desa Tuwairij (sekarang dikenal sebagai Al-Hindiya) ke Karbala untuk membantu Husain dalam Pertempuran Karbala. Peristiwa tersebut sekitar tengah hari pada 10 September 2019 menarik ratusan ribu peziarah yang berencana untuk melakukan lari.[2] Laporan bervariasi mengenai apa yang menyebabkan penyerbuan; satu laporan menyatakan bahwa sebuah jalan setapak runtuh, membuat kerumunan orang panik.[1] Laporan lain menyatakan bahwa satu orang tersandung dan jatuh di antara para pelari dan yang lainnya jatuh menimpanya, sehingga terjadi penyerbuan.[2]

Pihak berwenang datang untuk menenangkan kerumunan dan menilai kerusakan. Setidaknya 31 orang tewas dalam kekacauan tersebut, dengan setidaknya 100 orang terluka dan dikirim ke rumah sakit setempat. Setidaknya 10 dari mereka yang terluka berada dalam kondisi kritis.[3]

Reaksi

Pihak berwenang sedang menyelidiki penyebab peristiwa tersebut. Presiden Irak Barham Salih dan Perdana Menteri Adil Abdul-Mahdi menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut, begitu juga dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Irak, Matthew H. Tueller. Kantor Luar Negeri Irak merilis pernyataan yang mengatakan bahwa tidak ada orang Pakistan di antara korban tewas.

Referensi

  1. 1 2 3 "Officials: 31 Iraqi pilgrims die in stampede during holiday". AP News. 10 September 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 "Iraq stampede kills 31 at Ashura commemorations in Karbala". BBC News. 10 September 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "More than 30 killed in mass stampede at Iraqi Shia shrine". Aljazeera. 10 September 2019. Diakses tanggal 11 September 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Daftar insiden keambrukan dan penghimpitan kerumunan
Abad ke-19
Abad ke-20
Abad ke-21


Ikon rintisan

Artikel bertopik peristiwa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan