Jumat, 09 Oktober 2026
22:14 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

Tragedi AACC 2008

Merupakan Peristiwa Sabtu Kelabu Sebuah Kepanikan Massal Yg Terjadi Pada Tanggal 9 Februari 2008 DiGedung Asia Afrika Di Bandung Jabar

Bagikan:

Tragedi AACC 2008 atau sering disebut Sabtu Kelabu adalah sebuah kepanikan massal yang terjadi pada tanggal 9 Februari 2008 di gedung Asia Africa Cultural Center (AACC), yang kini bernama Bioskop Majestic di Bandung dalam rangka peluncuran album perdana grup musik metal asal Bandung, Beside.

Latar Belakang

Grup musik metal Beside pada saat itu melangsungkan konser peluncuran album perdana mereka yang berjudul Against Ourselves di gedung AACC. Konser dimulai pada jam 19:00 WIB dan terdapat beberapa petugas keamanan yang bejaga-jaga di luar gedung. Menurut beberapa sumber, gedung yang dipakai untuk acara ini mampu menampung penonton sebanyak 500 orang.

Insiden

Jumlah penonton yang hadir dalam konser peluncuran album Beside ternyata melebihi kapasitas penonton gedung tempat dilangsungkannya konser. Diperkirakan sebanyak 800 hingga 1000 orang berada di dalam gedung. Selain penonton yang sudah menempati ruangan gedung, terdapat banyak orang yang berada di luar gedung konser.[1] Saat konser selesai pada jam 20:30, kegaduhan mulai terjadi di kala para penonton akan meninggalkan gedung konser. Karena gedung tak mampu menampung begitu banyaknya penonton, sirkulasi udara di dalam gedung menjadi sangat kurang dan banyak di antara penonton yang mengalami sesak nafas, dehidrasi, serta berdesak-desakan. Terjadi juga kepanikan yang membuat banyak di antara penonton yang terinjak hingga terhimpit. Ketidakadaan tim medis atau PMI membuat penonton yang terdampak kepanikan ini tidak menerima bantuan medis yang memadai.[1] Dikabarkan banyak orang yang tergeletak di lantai dan tidak mendapatkan pertolongan medis yang cukup.

Akibat

Kepanikan massal ini merenggut nyawa 11 penonton dan puluhan lainnya luka-luka.[2] Sebanyak 3 orang ditangkap dan dinyatakan sebagai tersangka dengan tuduhan kelalaian yang menyebabkan kematian dan luka-luka orang lain.[3] Di antara para korban, terdapat seorang korban berjenis kelamin perempuan.[4]

Setelah tragedi ini, gedung AACC ditutup sementara. Pada tahun 2010, gedung ini direnovasi serta diberi nama baru, yaitu New Majestic,[5] sebelum PD Jasa dan Pariwisata mengambil alih pengelolaan gedung dan berganti nama kembali menjadi De Majestic pada tahun 2017. Gedung ini kini menjadi tempat pertunjukkan kesenian daerah.[6]

Peringatan

Pada tahun 2014, sebuah monumen berbentuk gitar diresmikan di Taman Musik Centrum oleh Arif Prasetya, Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan Kota Bandung.[7] Monumen itu berisikan 11 nama korban tewas kejadian naas di AACC. Peringatan itu dihadiri pula oleh vokalis band Jasad, M. Rohman atau Man Jasad yang mewakili keluarga para korban, korban selamat dan beberapa tokoh musik lokal.[8]

Sebuah film dokumenter tahun 2017 berjudul Eargasm arahan sutradara Yolanda Christianti Rusmana menceritakan kondisi dunia permusikan kota Bandung setelah tragedi AACC terjadi.[9]

Referensi

  1. 1 2 "KRONOLOGIS TRAGEDI KONSER BESIDE DI AACC BANDUNG". PryoegassiveWorld (dalam bahasa Inggris). 2008-02-11. Diakses tanggal 2019-02-03.
  2. ↑ "Korban Konser Bandung Jadi 11 Orang". Kompas.com. Diakses tanggal 2019-02-03.
  3. ↑ "Tiga Tersangka Musibah AACC Ditangkap". Kompas.com. Diakses tanggal 2019-02-03.
  4. ↑ Januar, TB Ardi. "Agung, Korban Konser Maut Tewas Dikeroyok". Okezone.com. Diakses tanggal 2019-02-03.
  5. ↑ "Salinan arsip". Metrotvnews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-04-18. Diakses tanggal 2019-02-03.
  6. ↑ digital, pikiran rakyat. "Gedung Majestic, Saksi Bisu Pemutaran Film Loetoeng Kasaroeng". Pikiran Rakyat. Diakses tanggal 2019-09-14.
  7. ↑ "Man Jasad Resmikan Memorial Statue Tragedi AACC 9 Februari 2008 di Taman Musik Centrum Bandung - Semua Halaman - Hai.Grid.ID". hai.grid.id. Diakses tanggal 2019-02-03.
  8. ↑ "Taman Musik Centrum Ajak Pengunjung Kena Tragedi AACC 2008 | Bandung". Bisnis.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-02-04. Diakses tanggal 2019-02-03.
  9. ↑ Network, Ayo Media (2017-07-20). "Film". AyoBandung.com. Diakses tanggal 2019-09-14.
Daftar insiden keambrukan dan penghimpitan kerumunan
Abad ke-19
Abad ke-20
Abad ke-21
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan