Selasa, 13 Oktober 2026
04:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Reagen Dragendorff

Reagen Dragendorff

Bagikan:
250px-Alkaloids_with_Dragendorff%E2%80%99s_reagent.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Reaksi antara ekstrak alkaloid dari Capparis spinosa L dan reagen Dragendorff

Reagen Dragendorff adalah reagen warna untuk mendeteksi alkaloid dalam sampel uji atau sebagai pewarna untuk pelat kromatografi. Jika ada dalam larutan sampel, alkaloid akan bereaksi dengan reagen Dragendorff dan menghasilkan endapan berwarna jingga atau jingga-merah.[1] Reagen Dragendorff tidak mendeteksi semua alkaloid. Misalnya, kafein dan alkaloid purin lainnya tidak membentuk endapan dengan reagen ini.[2] Reagen ini ditemukan oleh seorang ahli farmakologi Jerman yakni Johann Georg Noel Dragendorff (1836–1898) di Universitas Kekaisaran Dorpat.[3]

Preparasi

Reagen Dragendorff disiapkan dengan mencampurkan larutan kalium iodida pekat dengan larutan bismut subnitrat dalam asam encer (asam asetat atau asam tartrat, asam klorida atau asam sulfat jarang digunakan) karena pH rendah sangat diperlukan untuk reagen ini.[3]

Pembentukannya adalah sebagai berikut:

Endapan hitam bismut(III) iodida terbentuk dari reaksi ion bismut dan kalium iodida.

Bi3+ + 3 KI → BiI3 + 3 K+

Kemudian, reaksi antara ion bismut dan kelebihan kalium iodida akan menghasilkan kompleks kalium tetraiodobismutat yang larut dan berwarna jingga.

BiI3 + KI → K(BiI4)

Banyak komposisi yang terdegradasi seiring waktu dan sensitif terhadap cahaya, sehingga untuk penyimpanan jangka panjang seringkali disiapkan sebagai dua larutan terpisah yang dicampur sebelum digunakan, satu mengandung bismut subnitrat dan asam, dan yang lainnya mengandung kalium iodida.

Komposisi yang paling umum adalah sebagai berikut:

Bagian A: 0,85 g bismut subnitrat, 40 mL air, dan 10 mL asam asetat glasial.

Bagian B: 8 g kalium iodida dan 20 mL air.

Terdapat banyak komposisi berbeda dalam literatur untuk reagen gabungan. Beberapa menggabungkan seluruh volume kedua larutan tanpa pengenceran, tetapi sebagian besar melibatkan pengenceran bagian yang sama dari larutan ini dengan asam dan air. Salah satu komposisi umum adalah 5 mL masing-masing bagian A & B dengan 20 mL asam asetat glasial dan 70-100 mL air.[3]

Reaksi

Sebagian besar alkaloid memiliki gugus amina tersier, sehingga penjelasan untuk reaksi warna dapat berupa sebagai berikut:

R3N + HX → [R3NH]+ + X−
(X− = anion asam)

Kemudian garam kompleks yang tidak larut terbentuk dari reaksi antara garam amonium dan kalium tetraiodobismut.

[R3NH]+X− + K[BiI4] → [R3NH]+[BiI4]− + KX

Pasangan ion ini memiliki warna yang berbeda: kuning, jingga, merah, dan cokelat, yang bergantung pada sifat alkaloid.[3]

Referensi

  1. ↑ Ghani A. (1998). Medicinal Plants of Bangladesh (Edisi 1st). Dhaka, Bangladesh: The Asiatic Society of Bangladesh. hlm. 505.
  2. ↑ Juan Jose Vargas Mamani1a (2024). El reactivo de Dragendorff: origen, historia e importancia (Edisi 18). Universidad Nacional Jorge Basadre Grohmann, Fondo Editorial Universitario. Tacna, Perú: Revista Médica Basadrina, 2024. hlm. 52–57.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  3. 1 2 3 4 Raal, A.; Meos, A.; Hinrikus, T.; Heinämäki, J.; Romāne, E.; Gudienė, V.; Jak⋅tas, V.; Koshovyi, O.; Kovaleva, A.; Fursenco, C.; Chiru, T. (2020-07-01). "Dragendorff's reagent: Historical perspectives and current status of a versatile reagent introduced over 150 years ago at the University of Dorpat, Tartu, Estonia". Die Pharmazie. 75 (7): 299–306. doi:10.1691/ph.2020.0438tidak aktif 12 Juli 2025. PMID 32635970.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI nonaktif per Juli 2025 (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Dragendorff’s reagent.
Ikon rintisan

Artikel bertopik kimia analisis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan