Selasa, 29 September 2026
21:27 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Ratu Surga

Ratu Surga

salah satu gelar Maria

Bagikan:
Terjemahkan ke bahasa Indonesia
Artikel ini perlu diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Artikel ini ditulis atau diterjemahkan secara buruk dari Wikipedia bahasa Inggris. Jika halaman ini ditujukan untuk komunitas bahasa Inggris, halaman itu harus dikontribusikan ke Wikipedia bahasa Inggris. Lihat daftar bahasa Wikipedia. Artikel yang sama sekali tidak diterjemahkan dapat dihapus secara cepat sesuai kriteria A2.

Jika Anda ingin memeriksa artikel ini, Anda boleh menggunakan mesin penerjemah. Namun ingat, mohon tidak menyalin hasil terjemahan tersebut ke artikel, karena umumnya merupakan terjemahan berkualitas rendah.
Artikel ini berisi tentang salah satu gelar Maria. Untuk doa atau Antifon Maria, lihat Doa Ratu Surga.
250px-SalusPopuliromanicrowned.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salus Populi Romani dimahkotai demi Tahun Maria 1954

Ratu Surga adalah suatu gelar yang diberikan kepada Perawan Suci Maria oleh umat Kristiani, terutama penganut Katolik dan Ortodoks. Gelar ini merupakan konsekuensi dari Konsili Efesus dimana Sang Perawan Maria dinyatakan sebagai Bunda Allah. Umat Kristen Ortodoks dan Katolik juga percaya bahwa Maria diangkat ke surga, sesuatu yang menjadi dogma dalam Gereja Katolik Roma semenjak tahun 1950.

Dogma Katolik menyatakan bahwa Maria berada di surga, Bunda Allah yang Tak Bernoda, Sang Perawan Abadi Maria, setelah menyelesaikan perjalan kehidupan duniawinya, yang tubuh dan jiwanya diangkat ke dalam kemegahan surgawi.[1] Gelar Ratu Surga telah menjadi sebuah tradisi Katolik, termasuk di dalam doa-doa dan karya sastra devosi, dan terlihat di dalam kesenian Barat yang bertemakan Pemahkotaan Sang Perawan, mulai dari Abad Pertengahan Tinggi, jauh sebelum hal ini diberikan status resmi oleh Gereja. Gelar ini dimasukkan oleh Paus Pius XII di dalam ensikliknya mengenai Ratu Surga, Ad Caeli Reginam.[2] Selama berabad-abad, saat mengucapkan devosi Litani Loreto, umat Katolik merujuk Maria sebagai ratu surga.

Gereja Ortodoks Timur tidak mendukung dogma Katolik ini, tetapi memiliki sejarah liturgi yang kaya (berbagai himne, khotbah, patung) mengenainya. Tema-tema yang dipakai antara lain naiknya Maria ke surga bersama para malaikat, berkumpulnya para rasul di sekeliling Perawan Maria yang sedang sekarat, prosesi pemakamannya, makamnya yang kosong, dan Maria di surga.[3] Umat Ortodoks juga memiliki sebuah sejarah kepercayaan devosi yang kebanyakan berasal dari Liber de Transitu Mariae (Buku peralihan Maria) yang diperkirakan dibuat di akhir abad ke-4.[4]

Agama Protestan dan tokoh reformasi gereja pada masa-masa awal seperti Martin Bucer, Johannes Brenz dan Bullinger menerima keberadaan Maria di surga sebagai sesuatu yang terbukti sendiri seperti halnya perihal iman.[5] Johannes Oecolampadius menganggap Maria sebagai leher dari Tubuh Mistis Kristus dan Ratu Semua Kuasa Surgawi[6] Martin Luther, dalam sebuah khotbahnya pada tahun 1522 pada Pesta Pengangkatan Maria ke Surga menyatakan bahwa Maria berada di surga, tetapi menolak untuk membahas bagaimana ia bisa berada di sana karena ketiadaan bukti dari kitab suci.[7] Dalam perkembangan teologi berikutnya di dalam agama Protestan, penghormatan kepada Maria ditentang secara luas. Mariologi, "sebuah hal asing bagi teologi Protestan, menjadi suatu sarana untuk mengajarkan perbedaan".[8] Dalam konteks ini, pertanyaan mengenai Maria sebagai Ratu Surga tidak pernah muncul.

Ratu Surga adalah sebuah gelar Maria yang menimbulkan penghormatan yang diwujudkan di dalam teologi, sastra dan liturgi seperti Ibadat Harian, musik dan karya seni. Semenjak Konsili Efesus, kehadiran gambaran Maria didorong keberadaannya sehingga menghasilkan banyak penggambaran Maria sebagai Regina (ratu) sepanjang masa. Kota-kota di Italia dan tempat-tempat lain menyatakan Ratu Surga sebagai Ratu Siena, Massa Marittima, San Gimignano, dan juga ratu bagi daerah Bavaria.[9]

Paus Benediktus XVI menunjukkan bahwa penerimaan Maria pada kehendak ilahi merupakan alasan utama bahwa ia adalag Ratu Surga. Oleh karena penerimaannya yang rendah hati dan tanpa pamrih pada kehendak Tuhan, "Tuhan menempatkannya dalam posisi yang lebih tinggi dibandingkan semua makhluk lainnya, dan Kristus memahkotainya sebagai Ratu surga dan bumi".[10]

40px-Emblem_of_the_Papacy_SE.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian dari seri Gereja Katolik tentang
Mariologi
250px-Madonna_of_the_Magnificat.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel umum
Gerakan dan paguyuban
20px-046CupolaSPietro.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalKatolik

Agama Katolik

250px-Peter_Paul_Rubens_-_Coronation_of_the_Virgin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
RubensPemahkotaan Sang Perawan Maria

Dasar Mariologi

Ratu Surga (Bahasa Latin: Regina Caeli) adalah salah satu dari sekian banyak gelar yang dianugerahkan kepada Sang Perawan Maria. Gelar ini sebagian lahir dari ajaran Katolik kuno bahwa Maria, di akhir hidup keduniawiannya, diangkat tubuh dan jiwanya ke surga, dan bahwa ia disana dihormati sebagai ratu.[11]

Dasar

Definisi dan dasar Mariologi pertama bagi gelar Maria Ratu Surga berkembang dalam Konsili Efesus, di mana Maria diartikan sebagai Bunda Allah. Para pemimpin gereja di Konsili tersebut menyetujui bentuk pengertian ini dan menolak opini bahwa Maria "hanyalah" ibu Yesus. Tidak ada orang lain yang lebih banyak ikut serta dalam kehidupan putranya dibandingkan Maria yang melahirkan Putra Allah.[12]

250px-PiusXIISaluspopuli.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemahkotaan Salus Populi Romani oleh Paus Pius XII pada tahun 1954

Keratuan

Gerakan untuk secara resmi menerima keratuan Maria diajukan oleh beberapa kongres Mariologi di Lyon Prancis, Freiburg Jerman, dan Einsiedelm Swiss. Gabriel Roschini mendirikan Pro Regalitate Mariae di Roma, Italia, sebagai sebuah perkumpulan internasional untuk memasyarakatkan Keratuan Maria.[13] Beberapa paus telah menggambarkan Maria sebagai Ratu Surga, yang terdokumentasi oleh Gabriel Roschini.

Paus Pius XII berulang-kali menggunakan gelar tersebut di banyak ensiklik dan surat apostoliknya, terutama selama masa Perang Dunia II.[14][15][16][17][18][19][20] Pada akhir Tahun Maria yang mana ia dirikan, Paus Pius XII menciptakan sebuah pesta Maria baru, yaitu Keratuan Maria, yang dirayakan pada tiap tanggal 22 Agustus dan dengan cara memahkotai lukisan Sang Perawan Maria dari zaman Romawi kuno, Salus Populi Romani.[21]

Galeri

Hingga tahun 1500

Trinitas yang tidak umum

  • Penggambaran umum trinitas, dengan Kristus memperlihatkan luka-luka dari penderitaannya
    Penggambaran umum trinitas, dengan Kristus memperlihatkan luka-luka dari penderitaannya
  • Enguerrand Quarton dengan Kristus dan Allah Bapa sebagai figur-figur yang sama, seperti yang diminta oleh rohaniwan yang memerintahkan pengerjaan karya ini
    Enguerrand Quarton dengan Kristus dan Allah Bapa sebagai figur-figur yang sama, seperti yang diminta oleh rohaniwan yang memerintahkan pengerjaan karya ini
  • Halaman dari Book of Hours, dengan tiga gambaran manusia yang mewakili trinitas
    Halaman dari Book of Hours, dengan tiga gambaran manusia yang mewakili trinitas
  • Jean Fouquet, juga dengan figur-figur manusia
    Jean Fouquet, juga dengan figur-figur manusia

Pasca-1500

  • Albrecht Dürer menggabungkan tema utama dengan pengangkatan tubuh Maria ke surga, seperti yang dilakukan oleh para seniman setelah tahun 1500.
    Albrecht Dürer menggabungkan tema utama dengan pengangkatan tubuh Maria ke surga, seperti yang dilakukan oleh para seniman setelah tahun 1500.
  • El Greco
  • Rubens
  • Altar di Jerman dari abad ke-19
    Altar di Jerman dari abad ke-19

Referensi

  1. ↑ Constitution Munificentissimus Deus, no 44
  2. ↑ Encyclical Ad Caeli Reginam on the Vatican website
  3. ↑ Kallinikos, Koimesis, Marienlexikon, 598
  4. ↑ Kallinikos, 598
  5. ↑ Bäumer, Marienlexikon, 200.
  6. ↑ Bäumer 673
  7. ↑ Bäumer, Marienlexikon, 200.
  8. ↑ Bäumer, 200
  9. ↑ Marienlexikon 596
  10. ↑ Christ's Kingdom not based on human power, Pope says (Catholic World News Nov. 27, 2006)
  11. ↑ Dictionary of Mary, Catholic Book Publishing Co., New York, 1985, p283-284
  12. ↑ Tschochner, Königtum Mariens Marienlexikon, Eos, St.Ottilien, 1988, 590
  13. ↑ Tschochner 591
  14. ↑ AAS 1942, 126,
  15. ↑ AAS 1942 315,
  16. ↑ AAS 1943, 248,
  17. ↑ AAS 1943 38,
  18. ↑ AAS 1946,266,
  19. ↑ AAS 1950, 763,
  20. ↑ AAS 1950 774.
  21. ↑ Tschochner 591

Pranala luar

  • The Catholic Encyclopedia, 1912.
  • Dictionary of Mary, Catholic Book Publishing Co., New York, 1985
Ikon rintisan

Artikel bertopik Katolik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan