Rantau Utara | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Peta lokasi Kecamatan Rantau Utara | |||||
| Koordinat: 2°05′44″N 99°49′13″E / 2.09544284°N 99.82015571°E / 2.09544284; 99.82015571 | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Sumatera Utara | ||||
| Kabupaten | Labuhanbatu | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Nafsir Rambe[1] | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 97.467 jiwa | ||||
| • Kepadatan | 867/km2 (2,250/sq mi) | ||||
| Kode pos | 21411 - 21419 | ||||
| Kode Kemendagri | 12.10.01 | ||||
| Kode BPS | 1207220 | ||||
| Luas | 112,47 km² | ||||
| Kepadatan | 867 | ||||
| Desa/kelurahan | 10 kelurahan | ||||
| |||||
Rantau Utara adalah salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Labuhanbatu, provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Sebelumnya, Kecamatan Rantau Utara bersama dengan kecamatan Rantau Selatan yang merupakan bagian dari Kota Administratif Rantau Prapat. Pada tahun 2021, jumlah penduduk kecamatan ini sebanyak 97.467 jiwa, dengan kepadatan 867 jiwa/km².[2]
Wilayah administrasi
Kecamatan Rantau Utara dibagi menjadi 10 kelurahan yaitu:
- Kelurahan Aek Paing
- Kelurahan Pulo Padang
- Kelurahan Padang Matinggi
- Kelurahan Rantauprapat
- Kelurahan Kartini
- Kelurahan Sirandorung
- Kelurahan Siringo-ringo
- Kelurahan Padang Bulan
- Kelurahan Bina Raga
- Kelurahan Cendana
Demografi
Suku bangsa
Penduduk kecamatan Rantau Utara memiliki latar belakang suku bangsa yang berbeda-beda, yang didominasi oleh suku Batak, Jawa dan Tionghoa. Data Badan Pusat Statistik dari hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010, persentasi penduduk kecamatan ini berdasarkan suku bangsa yakni suku Batak sebanyak 50,72%. Suku Batak dalam Sensus 2010 di Labuhanbatu sebagian besar adalah Batak Angkola, Toba, Mandailing, dan sebagian Karo dan Pakpak.[3] Penduduk dari suku Jawa sebanyak 30,99%, kemudian Melayu sebanyak 2,36%, Minangkabau sebanyak 2,22%, Aceh sebanyak 0,57%. Suku lain sebanyak 13,14%, termasuk Tionghoa, Nias, Bugis, Sunda, dan lainnya.[3]
Agama
Mayoritas penduduk Kecamatan Rantau Utara memeluk agama Islam. Komposisi agama di Kecamatan Rantau Utara bervariasi antar desa. Desa Bina Raga dan Desa Siringo-ringo memiliki tingkat keberagaman agama yang paling tinggi, sedangkan Desa Aek Paing didominasi oleh pemeluk agama Islam hingga sekitar 99% dari total penduduk, sehingga menjadi desa dengan komposisi agama paling homogen di kecamatan ini.
Pada tahun 2021, di Kecamatan Rantau Utara terdapat 72 masjid, 23 musala, 30 gereja Protestan, 2 gereja Katolik dan 5 vihara.[2]
| Agama di Kecamatan Rantau Utara (2024)[4] | ||||
|---|---|---|---|---|
| Agama | Persen | |||
| Islam | 81,07% | |||
| Kristen Protestan | 12,71% | |||
| Kristen Katolik | 1,19% | |||
| Hindu | 0,01% | |||
| Buddha | 5,02% | |||
| Konghucu | 0,00% | |||
| Kepercayaan terhadap Tuhan YME | 0,00% | |||
Pendidikan
Beberapa Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan yang ada di Rantau Utara di antaranya:
- SMA Negeri 1 Rantau Utara
- SMA Negeri 2 Rantau Utara
- SMA Negeri 3 Plus Rantau Utara
- SMAS Bintang Timur Rantau Prapat
- SMAS Methodist Rantau Prapat
- SMAS Panglima Polem
- SMAS Buddhis Jayanti
- SMAS Muhammadiyah 10 Rantau Prapat
- SMK Negeri 1 Rantau Utara
- SMK Negeri 2 Rantau Utara
- SMK Negeri 3 Rantau Utara
Referensi
- ↑ "Wabup Labuhanbatu Jumat Bersih di Kecamatan Rantau Utara". bacaria.id. 24 Februari 2024.
- 1 2 3 "Kabupaten Labuhanbatu Dalam Angka 2022" (pdf). www.labuhanbatukab.bps.go.id. hlm. 6, 59, 148. Diakses tanggal 17 Maret 2022.
- 1 2 "Kabupaten Labuhanbatu Dalam Angka 2018" (pdf). northsumatrainvest.id. 2018. hlm. 64. Diakses tanggal 17 Maret 2022.
- ↑ "Visualisasi Data Kependudukan". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 15 Juni 2026.
| Kelurahan | |
|---|---|
| Kecamatan | ||
|---|---|---|
| ||
Artikel bertopik kecamatan di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
