Minggu, 08 November 2026
09:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Qiu Chuji

Qiu Chuji

Bagikan:
Qiu Chuji

330px-Guo_Xu_album_dated_1503_%284%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Qiu Chuji sebagaimana digambarkan oleh Guo Xu, 1503 (Shanghai Museum)
Hanzi tradisional: 丘處機
Hanzi sederhana: 丘处机
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Qiū Chǔjī
- Wade-Giles: Ch‘iu Ch‘u-chi
Guru Changchun
Hanzi tradisional: 長春子
Hanzi sederhana: 长春子
Makna literal: Guru Musim Semi Abadi
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Chángchūnzi
- Wade-Giles: Ch‘ang-ch‘un-tzu

Qiu Chuji (10 Februari 1148 – 21 Agustus 1227) adalah seorang murid Wang Chongyang (Hokkian: Ong Tiong Yang). Ia adalah yang paling terkenal di antara Tujuh Taois Sejati Dari Utara. Ia adalah pendiri sekte Gerbang Naga yang paling banyak pengikutnya di antara aliran-aliran yang didirikan murid-murid Wang Chongyang.

Melalui sepucuk surat yang ditulis pada tanggal 15 Mei 1219, Jenghis Khan memerintahkannya untuk mengunjunginya. Qiu Chuji menerima undangan itu dengan harapan agar dapat menghentikan pembantaian rakyat sipil oleh pasukan Mongol. Qiu Chuji meninggalkan tempat tinggalnya di Shandong pada bulan Februari 1220 dan pergi ke Beijing. Ketika tahu bahwa Jenghis Khan telah pergi ke barat, ia melewatkan musim dingin disana.

Pada bulan Februari 1221, Qiu Chuji berangkat, dan setelah melewati Mongolia timur, tiba di perkemahan adik termuda Jenghis Khan, Otchigin, dekat Danau Buyur di Lembah Kherlen-Amur. Setelah melewati Pegunungan Karakoram, Altai dan Tianshan, Qiu Chuji tiba di Samarkand, dimana ia melewatkan beberapa bulan. Akhirnya setelah melintasi Balkh dan Afghanistan utara, Qiu Chuji berhasil mencapai perkemahan Jenghis Khan di dekat Pegunungan Hindu Kush.

Qiu Chuji diundang oleh Jenghis Khan untuk menjawab rasa ingin tahu Jenghis Khan tentang obat hidup abadi. Ia menjelaskan filsafat Taoisme dan berbagai cara untuk memperpanjang hidup, tetapi dengan jujur ia mengatakan bahwa tak ada obat rahasia untuk hidup selamanya. Jenghis Khan memberinya gelar kehormatan dan mengangkatnya sebagai pengurus semua umat beragama di wilayah kekuasaannya. Percakapan di antara mereka dicatat dalam buku Feng Qing Hui Lu.

Dalam perjalanan pulangnya, Qiu Chuji kembali melintasi rute yang sama, dengan beberapa penyimpangan, seperti kunjungan ke Hohhot. Ia tiba kembali di Beijing pada akhir Januari 1224. Dari kisah perjalanannya, yaitu Perjalanan Ke Barat Qiu Changchun yang ditulis oleh murid dan kawan seperjalanannya Li Zhichang, kita mendapatkan salah satu gambaran yang paling hidup tentang alam dan manusia di antara Tembok Besar Tiongkok dan Kabul, di antara Laut Aral dan Laut Kuning.

Sekembalinya dari perjalanannya, Qiu Chuji tinggal di Beijing sampai meninggal pada tanggal 23 Juli 1227. Atas perintah Jenghis Khan, sebagian area taman kekaisaran diberikan kepadanya untuk tempat Kuil Taois Baiyun (Awan Putih) yang sampai sekarang masih ada dan menjadi pusat aliran Quanzhen.[1]

Referensi


Flag of TiongkokBiography icon

Artikel bertopik biografi Tiongkok ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan