Senin, 21 September 2026
03:24 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Punden

Punden

Untuk peninggalan masa prasejarah, lihat punden berundak.
250px-RITUAL_MAHESA_LAWUNG.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ritual Mahesa Lawung Keraton Surakarta di Punden Krendowahono, Karanganyar

Punden adalah situs sejarah berupa makam atau petilasan tokoh yang dianggap sebagai pendiri suatu perkampungan (desa atau dusun) atau tokoh penting lainnya dalam kebudayaan masyarakat Suku Jawa. Punden umumnya dikeramatkan oleh warga desa setempat dan di lokasi tersebut sering diadakan upacara adat seperti bersih desa atau nyadran.[1][2] Punden umumnya terdapat pohon besar seperti beringin yang ada di sampingnya sehingga suasananya sejuk dan rindang.[3] Punden tidak sama dengan punden berundak yang umumnya merupakan peninggalan prasejarah (megalitikum), karena punden masih dilestarikan hingga sekarang.

Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Referensi

  1. Arief Sudrajat, Eko Wahyuni Rahayu, Pambudi Handoyo, Nadhirul Wismiyati (2024). "Kuasa Mitologi Punden Desa : Kontestasi Identitas dan Kekuasaan di Ruang Publik di Desa Badas, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri". Nusantara Journal of Multidisciplinary Science (NJMS). 2 (4). PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. Nanang Purwono (2026-06-23). "Punden Punden Di Depan dan Pedalaman Surabaya". RAJAPATNI.
  3. Ahmad Adirin (2020-07-06). "Misteri Punden Nyai Rondo Kuning dan Asal Mula Desa Semampir". LIPUTAN6.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan