Sabtu, 17 Oktober 2026
07:03 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Gelang biasa

Gelang biasa

Bagikan:
Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Gelang biasa.
Gelang biasa
250px-Portulaca_oleracea.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Ordo: Caryophyllales
Famili: Portulacaceae
Genus: Portulaca
Spesies:
P. oleracea
Nama binomial
Portulaca oleracea
Sinonim

Portulacaria oleracea

250px-Glistrida_Greek_salad.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gelang biasa yang dimasak dalam Salad Yunani

Gelang biasa (Portulaca oleracea), atau yang juga dikenal dengan nama Krokot Sayur, Krokot Pecel, Resereyan, dan Alur, adalah tumbuhan tahunan yang termasuk familia Portulacaceae, Ia dapat mencapai ketinggian 50 cm. Sekitar 40 varietas tumbuhan ini dibudidayakan.[2]

Deskripsi

Gelang biasa atau krokot adalah tanaman tahunan yang dapat tumbuh hingga ketinggian 50 cm. Ia biasa dimanfaatkan sebagai tanaman untuk makan ternak.[3] Batangnya berwarna merah keunguan, bentuknya gemuk dan tebal. Daunnya juga tebal dan berdaging, dan bunganya berwarna kuning sulfur.[4] Daun tanaman krokot merupakan daun tunggal berwarna hijau berbentuk bulat telur, ujung dan pangkalnya tumpul.[3]

Tepi daunnya rata dan berdaging yang memiliki panjang 1–3 cm dan lebar 1–2 cm. Bunga Krokot merupakan bunga majemuk yang terletak di ujung cabang. Tanaman krokot juga memiliki kelopak bunga bewarna hijau, bertajuk, dan bersayap.[3] Mahkota bunga krokot berbentuk jantung, memiliki 3-5 kepala putik bewarna putih dan kuning. Buah krokot berbentuk kotak, berwarna hijau, dan memiliki biji yang banyak. Bijinya bulat kecil mengkilap, bewarna hitam. Sistem perakaran tanaman krokot yaitu akar tunggang.[3]

Penggunaan

Dalam kuliner

250px-Portulaca_sativa_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kultivar gelang biasa untuk sayuran

Sekalipun gelang biasa dianggap rumput liar di Amerika Serikat, ia juga dimakan sebagai daun sayuran. Ia jelas memiliki rasa asam dan asin dan dimakan pada banyak wilayah di Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Meksiko.[2][5] Di Eropa, ia dibudidayakan sebagai sayuran pada ketinggian 1800 mdpl.[6]

Hayu Dyah Patria, pendiri LSM Mantasa, memanfaaatkan gelang biasa atau krokot di desa Galengdowo sebagai kue, sayur, dan botok.[7]

Penggunaan lain

Gelang biasa dapat dijadikan insektisida, karena mengandung zat tanin, fosfat, mengandung magnesium dalam jumlah yang banyak, zat besi, aluminium, mangan, kalsium, potasium, sodium, dan urea.[4]

Sebagai obat

Gelang biasa dijadikan WHO sebagai daftar tanaman obat yang diproritaskan di dunia, dan 23 negara telah menggunakan tanaman ini. Dalam bahasa Cina, obat ini dikenal sebagai ma chia xian. Dalam farmakologi Cina, ia dikatakan dapat menyembuhkan disentri. Selain itu, ia bersifat penenang, peluruh air seni, dan sebagai tonik.[4]

Referensi

Catatan bawah

Bibliografi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Portulaca oleracea.
Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Gelang biasa.
Portulaca oleracea


Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan