Sabtu, 17 Oktober 2026
14:52 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Hayu Dyah Patria

Bagikan:
Hayu Dyah Patria
Lahir27 Januari 1981 (umur 45)
PekerjaanMemanfaatkan tumbuhan liar sebagai pangan.
Dikenal karenaMengembangkan gizi di tanaman liar, mendapat penghargaan Satu Award.

Hayu Dyah Patria (lahir 27 Januari 1981) adalah seorang pemberdaya makanan yang mendapat penghargaan Satu Award.

Inisiatif

Latar belakang

Ia memanfaatkan tanaman liar untuk memenuhi gizi masyarakat. Bahkan, ia berencana untuk mengadakan festival makanan dari tanaman pangan liar dengan liputan media massa nasional dan internasional untuk mempromosikan kegiatan ini.[1]

Perkenalannya dengan tanaman liar bermula pada tahun 2004. Ketika itu mahasiswi Universitas Widya Mandala Surabaya ini hendak membuat penelitian tentang kandungan gizi mangrove.[2]

Pengabdian

Sejak tahun 2009 lalu, Dyah telah memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di Desa Galengdowo, Jombang, Jawa Timur untuk memanfaatkan tanaman liar sebagai bahan makanan.[3]

Pertama-tama, ia menanyakan pada para lansia yang tinggal di desa-desa dan menanyakan kepada mereka tentang tanaman yang pernah mereka makan sewaktu muda. Dari keterangan yang ia dapat, banyak tanaman liar yang sebenarnya dapat dimakan seperti krokot, daun racun, tempuyung, legetan, dan sintrong.[3]

Dampak inisiatif

Kini, Hayu sudah berhasil mengidentifikasikan sekitar 300 spesies tanaman liar. Ia juga berhasil mengundang kalangan akademis dan peneliti untuk menemukan kandungan nutrisi tanaman pangan liar, dan berhasil meneliti 10 tanaman pangan liar secara mendalam.[1]

Dan dampaknya bagi masyarakat desa adalah masyarakat mulai mengkonsumsi lebih banyak tanaman pangan liar dibanding makanan olahan dan terbiasa memelihara tanaman liar. Dan dampaknya bagi Desa Galengdowo adalah desa ini sudah memberikan presentasi di luar negeri mengenai apa yang telah mereka lakukan untuk mengatasi gizi buruk.[1]

Prestasi

Pada Minggu, 30 Oktober 2011 lalu, PT Astra Internasional Tbk menggelar malam penganugerahan "Satu Indonesia Award" di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, Ahad (30/10).[4] Adapun, penghargaan ini diserahkan kepada 5 orang dengan seleksi ketat. Salah satunya yang terpilih adalah Hayu Dyah Patria.[4]

Referensi

  1. 1 2 3 "Profile:Mantasa". solve.sg. 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-08-12. Diakses tanggal 12 Agustus 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Satu Indonesia Award:Pemenang Sebelumnya". Astra International. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-08-11. Diakses tanggal 12 Agustus 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 Fahriyadi (26 Juli 2012). "Hayu menyulap tanaman liar jadi makanan". Kontan.co.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-08-11. Diakses tanggal 2012-08-11.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 "Astra Internasional Gelar Malam Anugerah "Satu Indonesia Award"". Metrotv news. 30 Oktober 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-08-12. Diakses tanggal 2012-08-12.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan