Jumat, 16 Oktober 2026
14:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo

Politik Suriah

Sistem politik di Suriah

Bagikan:
60px-Ambox_current_red.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini memerlukan pemutakhiran informasi. Harap perbarui artikel dengan menambahkan informasi terbaru yang tersedia.

Politik Suriah menggunakan bentuk republik Semi Presidensial dengan multi partai. Keluarga Presiden Bashar al-Assad dan Partai Sosialis Arab Ba'ath menguasai dunia perpolitikan Suriah sejak Gerakan Korektif Suriah 1970.[1][2]

Hingga tahap awal Perang Saudara Suriah, presiden memiliki wewenang dekrit yang luas dan tidak terkendali di bawah keadaan darurat yang sudah berlangsung lama. Akhir dari keadaan darurat ini adalah permintaan utama dari oposisi, dan keputusan ini harus disetujui oleh Dewan Rakyat, legislatif negara.[3] Partai Ba'ath adalah partai yang berkuasa di Suriah dan konstitusi Suriah tahun 1973 sebelumnya menyatakan bahwa "Partai Ba'ath Sosialis Arab memimpin masyarakat dan negara." Setidaknya 167 kursi dari 250 anggota parlemen menjadi Front Progresif Nasional, yang merupakan koalisi Partai Ba'ath dan beberapa partai sekutu yang jauh lebih kecil.[2] Konstitusi Suriah baru tahun 2012 memperkenalkan sistem multi-partai berdasarkan prinsip pluralisme politik tanpa jaminan kepemimpinan dari partai politik mana pun.

Referensi

  1. ↑ "The World Factbook — Central Intelligence Agency". www.cia.gov. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-12-29. Diakses tanggal 25 Juni 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Syria 101: 4 attributes of Assad's authoritarian regime - Ariel Zirulnick
  3. ↑ Syria's state of emergency Diarsipkan 2013-05-24 di Wayback Machine, Al Jazeera, 17 April 2011.
Negara
berdaulat
Asia Tenggara
Asia Timur
Asia Selatan
Asia Tengah
Asia Barat
Lintas benua
Negara dengan
pengakuan terbatas
Dependensi dan
wilayah lain
1 Terkadang dimasukkan ke Eropa, tergantung definisi perbatasan. 2 Terkadang dimasukkan ke Oseania. 3 Negara lintas benua.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan