Selasa, 22 September 2026
06:57 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Penyerbuk

Penyerbuk

proses biologis yang terjadi pada tumbuhan

Untuk jatuhnya serbuk sari pada permukaan putik, lihat Penyerbukan.
250px-Bee_PD_foto_explained1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lebah, salah satu contoh penyerbuk.

Penyerbuk adalah perantara penyerbukan tanaman.[1] Penyerbukan tanaman merupakan proses pemindahan serbuk sari (polen) dari anther ke stigma (kepala putik), dan perantaranya disebut penyerbuk. Penyerbuk dibagi menjadi dua yaitu penyerbuk abiotik seperti angin dan air, serta penyerbuk biotik yang terdiri dari berbagai jenis hewan.[1] Penyerbuk biotik seperti serangga, kupu-kupu, dll dapat mendatangi suatu tanaman karena umumnya tanaman tersebut memiliki mantel luar yang lengket, memiliki warna dan aroma yang menarik perhatian serangga.[1] Agen biotik yang paling banyak terdapat di alam adalah kumbang (Coleoptera) yang dapat membantu 88.3% tanaman berbunga (angiospermae) di seluruh dunia dunia untuk melakukan penyerbukan.[1]

Peran Penyerbuk

Penyerbuk berperan menimdahkan serbuk sari antar bunga, serbuk sari terbawa oleh penyerbuk dan sebagian di antaranya menyentuh kepala putik, terjadinya penyerbukan (pada tanaman buah) menghasilkan produksi buah-buahan dan bibit terbuahi, tanpa peran penyerbuk, hampir semua tanaman di kebun tidak dapat berproduksi. Hampir 90% (< 90%) tumbuhaan berbunga bergantung pada penyerbuk biotik dan 10% lainnya abiotik [2] (dengan pengecualian tanaman yang mampu melakukan Penyerbukan sendiri). Saat hewan bersentuhan dengan bunga, diharapkan ada sebagian tepung sari (polen) yang menempel pada tubuhnya dan akan ditransfer ke kepala putik. Di dalam hutan dan habitat alami lainnya, penyerbuk dibutuhkan untuk membantu produksi buah dan biji.[3] dan ada sekitar 1000 tanaman konsumsi (kebun pribadi maupun komersial) memerlukan peran penyerbuk untuk memproduksinya.[2]

Penye Abiotik

Penyerbuk abiotik merupakan sebutan dari penyerbuk tanpa keterlibatan organisme, seperti angin, dan air.

Penyerbuk Biotik

Penyerbuk Biotik merupakan sebutan dari Organisme yg membantu proses penyerbukan. Saat hewan bersentuhan dengan bunga, diharapkan ada sebagian tepung sari (polen) yang menempel pada tubuhnya dan akan ditransfer ke kepala putik (secara tidak sengaja).[1] Beberapa jenis serangga tertentu juga memiliki kotak polen pada kaki belakang yang berfungsi untuk mengangkut polen.[1], Di alam liar ada sekitar 200.000 jenis hewan penyerbuk, yang sebagian besar adalah serangga dan 1000 di antaranya vertebrata, mamalia, dan lainnya.[2][4]

Lebah

Artikel utama: [[:Pemanfaatan lebah]]

Aneka jenis Lebah merupakan hewan serangga penyerbuk yang paling sering dikenal. Kebanyakan lebah mengumpulkan nektar dan serbuk sari (makanan berprotein tinggi) untuk menyediakan makanan untuk keturunannya,[5][6] tetapi proses mengumpulkan makanan ini secara tidak sengaja membantu proses penyerbukan dan menjadikan hewan ini menjadi hewan penyerbuk.[7]

Lebah madu, merupakan jenis lebah sosial dengan jumlah koloni yang mencapai puluhan ribu di setiap koloninya,[8][9] dan setiap lebah pekerja hinggap dari bunga ke bunga lainnya, sehingga membantu proses penyerbukan secara masif. Lebah madu di alam dan di perkebunan berperan penting sebagai serangga penyerbuk utama.[10]

Serangga Lainnya

Artikel utama: Entomophily
250px-Australian_painted_lady_feeding_closeup.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Vanessa kershawi menjulurkan belalainnya yang panjang ketika mencari makanan. Kupu-Kupu dikenal sebagai hewan penyerbuk, tetapi tidak seefektif lebah.

Banyak serangga selain lebah melakukan penyerbukan dengan mengunjungi bunga untuk nektar atau serbuk sari. Lepidoptera (kupu-kupu dan ngengat) juga menyerbuki tanaman.[11] Namun keduanya bukan penyerbuk utama di perkebunan komersial, mengingat ulat (larva kupu-kupu) merupakan hewan parasit.

Semut juga menjadi penyerbuk pada beberapa jenis bunga dalam kuantitas yang sangat sedikit, tetapi sebagian besar semut cenderung parasit, dan mengambil nektar tanpa memindahkan sejumlah serbuk sari yg berarti ke kepala putik, sebagian lagi mengisap cairan pada batang tanaman cabai (semut hitam).

Vertebrata

Beberapa spesies kelelawar buah [4] berperan penting menjadi penyerbuk sebagian jenis bunga di daerah tropis. Spesies burung pemakan madu juga sangat berperan sebagai penyerbuk biotik, terutama Burung kolibri dan penghisap madu, ketika burung-burung tersebut mengisap madu dari bunga ke bunga, paruh dan kepakan sayap turut membantu proses penyerbukan.[12] Vertebrata lainnya seperti monyet, lemur, posum, hewan pengerat dan kadal tercatat juga menyerbukkan sebagian tumbuhan.[13]

Manusia

250px-Persilangan_cabe.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang pemulia tanaman sedang melakukan persilangan pada tanaman cabai
Informasi lebih lanjut: Penyerbukan Manusia, Penyerbukan silang

Manusiapun juga dapat menjadi penyerbuk dengan memberikan bantuan dalam penyerbukan, tetapi petani harus mengetahui cara dan waktu terbaik saat melakukan penyerbukan, varietas tanaman yang penyerbukannya butuh dibantu manusia seperti penyerbukan pada bunga buah naga,[14] vanili, dan beberapa komoditas dalam rumah kaca tertutup.

Penyerbukan tidak hanya dilakukan kepada tanaman yang butuh bantuan tangan, juga dilakukan (kepada tanaman lain) dengan tujuan tertentu, semisal mencegah penyerbukan silang (yang tidak diinginkan), juga untuk memproduksi varietas hibrida dengan dibantu penyerbukan silang.[15]

Lihat Pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 (Indonesia) Noor Khomsah Kartikawati. "Polinator pada Tanaman Kayu Putih". Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta. Diakses tanggal 22 Mei 2010.
  2. 1 2 3 "US Forest Department: Pollinator Factsheet" (PDF). Diakses tanggal 2014-04-18.
  3. (Inggris) "Trees, Pollinators, and Responsible Pesticide Use for Minnesota's Woodlands".{{cite news}}: |first= tidak memiliki |last=; Teks "url http://www.pollinator.org/Resources/MinnBroch.final.pdf" diabaikan
  4. 1 2 (Inggris) Abrol, Dharam P. (2012). Non Bee Pollinators-Plant Interaction. Vol. Chapter 9. hlm. 265–310. doi:10.1007/978-94-007-1942-2_9. ISBN 978-94-007-1941-5.{{cite book}}: |journal= diabaikan
  5. (Inggris) Brodschneider, Robert; Crailsheim, Karl (2010-05-01). "Nutrition and health in honey bees". Apidologie (dalam bahasa Inggris). 41 (3): 278–294. doi:10.1051/apido/2010012. ISSN 0044-8435.
  6. (Inggris) Michener, Charles D. (2000). The Bees of the World. Johns Hopkins University Press. hlm. 19–25. ISBN 0-8018--6133-0.
  7. "Morphology of a honeybee: worker". Visual Dictionary, QA International. 2017. Diakses tanggal 18 Mei 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. "Getting Started: Honey Bee Biology". University of Georgia College of Agricultural and Environmental Sciences. 2017. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-01-24. Diakses tanggal 18 Mei 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. "Worker, drone and queen bees". PerfectBee LLC. 2017. Diakses tanggal 18 Mei 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. "List of foods reliant on bee pollination". honeylove.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-11-23. Diakses tanggal 23 November 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-23. Diakses tanggal 2014-11-24.
  12. (Inggris) Rodríguez-Gironés, Miguel A.; Santamaría, Luis (2004). "Why are so many bird flowers red?". PLoS Biology. 2 (10): e306. doi:10.1371/journal.pbio.0020350. PMC 521733. PMID 15486585.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  13. (Inggris) Olesen, J. M. & A. Valido. 2003. Lizards as pollinators and seed dispersers: an island phenomenon. Trends in Ecology and Evolution 18: 177-181.
  14. (Indonesia) Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. "PENYERBUKAN MANUAL BUAH NAGA, BP4KKP POLMAN". Situs resmi Departemen Pertanian. Diakses tanggal 2014.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=[pranala nonaktif permanen]
  15. (Inggris) Rai, Nagendra; Rai, Mathura (2006). Heterosis breeding in vegetable crops. New India Publishing. ISBN 978-81-89422-03-5. Diakses tanggal Juli 5, 2011.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pollination.

Daftar pustaka

  • Sprengel, C K. Das entdeckte Geheimnis der Natur im Bau und in der Befruchtung der Blumen. Berlin, 1793.
  • Fægri, K, and L. van der Pijl. The Principles of Pollination Ecology. New York: Pergamon Press, 1979.
  • Percival, Mary S. Floral Biology. New York: Pergamon Press, 1965.
  • Real, Leslie. Pollination Biology. New York: Academic Press, 1983.
  • Sihag, R.C. Pollination Biology: Environmental Factors and Pollination. Hisar: Rajendra Scientific Publishers,1995.
  • Sihag, R.C. Pollination Biology: Pollination, Plant Reproduction and Crop Seed Production. Hisar: Rajendra Scientific Publishers, 1995.
  • Sihag, R.C. Pollination Biology: Basic and Applied Principles. Hisar: Rajendra Scientific Publishers, 1997.
  • D’Amico G., Groppali R. & D’Amico N., 2011. Farfalle diurne pronube e fioriture nettarifere: segnalazioni per la Val Padana interna e indicazioni di profilo conservazionistico (Lepidoptera Hesperioidea, Papilionoidea). Bollettino della Società entomologica Italiana, 143 (3): 111-136.
  • Bertoglio R., Boni U., Camerini G., D’Amico G. & Groppali R., 2011. Il “Villaggio degli Insetti”: uno strumento per la didattica naturalistica. Biologi Italiani, XLI: 29-34.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan