Rabu, 21 Oktober 2026
09:56 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Plasma darah

Plasma darah

Bagikan:
250px-Antonio_e_Biagio_e_Cesare_Arrigo_Blood_Plasma.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kantong plasma darah donasi untuk terapi medis
330px-Britain_and_us_plasma_packages_wwii.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bungkusan plasma yang mengering yang digunakan oleh militer Britania Raya dan Amerika Serikat selama Perang Dunia Kedua.

Plasma darah adalah komponen darah berbentuk cairan berwarna kuning yang menjadi medium bagi sel-sel darah, di mana sel darah tersuspensi. 55% dari volume darah berupa plasma darah.[1] Volume plasma darah terdiri dari 90% berupa air dan 10% berupa larutan protein, glukosa, faktor koagulasi, ion mineral, hormon dan karbon dioksida.[2] Plasma darah juga berfungsi sebagai medium dalam proses ekskresi.[3] Plasma darah berperan dalam menjaga efek osmotik intravaskular, yang berfungsi untuk menyeimbangkan konsentrasi elektrolit sekaligus melindungi tubuh dari infeksi dan berbagai gangguan yang terkait dengan darah.[4]

Plasma darah dapat dipisahkan dengan metode fraksionasi darah menggunakan sebuah tuba berisi darah segar yang telah diberi zat anti-koagulan[5] yang kemudian diputar sentrifugal sampai sel darah merah jatuh ke dasar tuba, sel darah putih akan berada di atasnya dan membentuk lapisan buffy coat, plasma darah berada di atas lapisan tersebut[6] dengan kepadatan sekitar 1025 kg/m3, or 1.025 kg/l.[7] Serum darah adalah plasma tanpa fibrinogen, sel dan faktor koagulasi lainnya.[5] Prosedur medis yang melibatkan pengambilan plasma darah, pemrosesan, dan pengembalian plasma yang telah diolah ke dalam tubuh pasien dinamakan sebagai plasmaferesis.

Plasma segar beku memiliki peran yang sangat penting dalam penyembuhan luka yang menyebabkan kehilangan darah. Oleh karena itu, plasma ini secara rutin disediakan di semua fasilitas medis yang menangani kasus cedera, seperti pusat pelayanan trauma, rumah sakit, dan ambulans, serta di fasilitas yang berpotensi menyebabkan kehilangan darah pada pasien, seperti ruang operasi.[8]

Referensi

  1. ↑ JUNE. Cambridge University Press. 2013-09-05. hlm. 198–209.
  2. ↑ Apology for the Tuskegee Experiment (16 May 1997). Oxford University Press. 2009-09-30. ISBN 978-0-19-530173-1.
  3. ↑ VANGIPURAM WYATT, DIVYA; MATHEW, JOSCILIN; IWUJI, KENNETH C (2024-10). "IDIOPATHIC CHRONIC EOSINOPHILIC PNEUMONIA IN A DAILY MARIJUANA SMOKER". CHEST. 166 (4): A3492–A3493. doi:10.1016/j.chest.2024.06.2078. ISSN 0012-3692.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  4. ↑ Bobroff, Linda B.; Martin, Leigh Ann (2013-10-31). "Healthy Living: Keep Track of Your Blood Pressure". EDIS. 2013 (9). doi:10.32473/edis-fy662-2013. ISSN 2576-0009.
  5. 1 2 Maton, Anthea (1993). Human Biology and Health. Englewood Cliffs, New Jersey, USA: Prentice Hall. ISBN 0-13-981176-1.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  6. ↑ "John W. Kimball's Biology page - Blood". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-10-08. Diakses tanggal 2010-02-15.
  7. ↑ The Physics Factbook - Density of Blood
  8. ↑ Zheng, Fangfang; Chen, Hongdou; Chen, Yanfang; Ye, Lu; Wu, Huanhuan (2018-06-10). "Comparative Analysis of ADR on China's National Essential Medicines List (2015 Edition) and WHO Model List of Essential Medicines (19th Edition)". BioMed Research International. 2018: 1–4. doi:10.1155/2018/7862306. ISSN 2314-6133.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)

Pranala luar

Sel darah mieloid dan plasma
Hematopoiesis
Mielopoiesis
(CFU-GEMM)
CFU-GM
MEP
Umum
Jaringan mieloid
Granulosit
Monosit
Makrofag
Lainnya
Trombosit
Sel darah merah
Respons imun
Lainnya
Lainnya


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan