Rabu, 07 Oktober 2026
06:55 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan

Sel Langerhans

Bagikan:

Sel Langerhans, LC adalah sel dendritik dengan granula Birbeck yang terdapat pada jaringan epitelium seperti nodus limfa. Pada radang histiosis, sel Langerhans dapat dijumpai pada organ/tempat lain.

Sel Langerhans diberi nama sesuai dengan penemunya, yaitu Paul Langerhans, seorang ilmuwan Jerman yang dengan tidak sengaja menemukan sel tersebut pada saat kuliah kedokteran di usia 21 tahun. Pada saat itu sel Langerhans, dengan keliru, dianggap sebagai bagian dari sistem saraf.

Dari penelitian yang telah dilakukan, seperti hilangnya kapasitas sel dendritik untuk menangkap dan kemudian menampilkan ekspresi antigen, setelah induksi siklosporina A, demikian pula terapi prednisolone dan azathioprine akan menginduksi penurunan jumlah, kapasitas penampil antigen dan perubahan morfologi dari sel Langerhans.[1] Terapi dengan retinoid dapat memperpanjang waktu ekspresi HLA-DR dan CD1 pada sel epitelial, sehingga distribusi abnormal sel Langerhans pada lapisan epidermal, seperti pada psoriasis, menjadi normal kembali.

Ekspresi pencerap langerin yang terdapat pada LC, diteliti, merupakan mekanisme yang dapat mencegah penularan HIV-1.[2]

Rujukan

  1. ↑ (Inggris) "The effect of retinoids on dendritic cell function" (PDF). Antigen Presentation Research Group, Division of Immunological Medicine, Clinical Research Centre; P. A. BEDFORD & S. C. KNIGHT. Diakses tanggal 2010-12-11.
  2. ↑ (Inggris) "Langerin is a natural barrier to HIV-1 transmission by Langerhans cells". Department of Molecular Cell Biology and Immunology, VU University Medical Center; de Witte L, Nabatov A, Pion M, Fluitsma D, de Jong MA, de Gruijl T, Piguet V, van Kooyk Y, Geijtenbeek TB. Diakses tanggal 2010-12-11.


Ikon rintisan

Artikel bertopik anatomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan