Minggu, 27 September 2026
11:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Retikulosit

Retikulosit

Retikulosit
Polychromatic_erythrocyte.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Retikulosit
Erythrocyte.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Eritrosit (sel matang)
Rincian
Bentuk lanjutanSel darah merah
LokasiSumsum tulang (paling banyak), darah (beberapa)
Pengidentifikasi
Bahasa Latinreticulocytus
MeSHD012156
THH2.00.04.1.01007
FMA66785
Daftar istilah mikroanatomi

Retikulosit adalah sel eritrosit yang belum matang, dan kadarnya dalam eritrosit manusia sekitar 1%.

Retikulosit berkembang dan matang di sumsum tulang merah dan disirkulasikan dalam pembuluh darah sebelum matang menjadi eritrosit. Seperti eritrosit, retikulosit tidak memiliki inti sel (nukelus).

Sel ini disebut retikulost karena memiliki jaringan seperti retikuler pada ribosom RNA. Retikuler ini hanya dapat diamati di bawah mikroskop dengan pewarnaan tertentu seperti perwarnaa supravital dengan metilen biru baru.

Retikulosit tampak lebih kebiruan daripada eritrosit ketika diamati dengan pewarnaan Romanowsky biasa. Ukurannya menyerupai eritrosit yakni sekitar 6 hingga 9 mikron.

Hitung Retikulosit

250px-Retikulosit.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Retikulosit dalam pewarnaan khusus supravital

Hitung retikulosit adalah menghitung persentase dari jumlah sel darah merah yang bersikulasi di aliran darah yang masih dalam tingkat retikulosit.

Pengukuran yang akurtat menggunakan penghitung otomat dengan penanda sampel sel laser, dikombinasikan dengan larutan floresens yang akan menandai RNA dan DNA. Untuk membedakan retikulosit, diamati dari respon larutan terhadap cahaya laser.[1]

Jangkauan normal dari retikulosit di darah bergantung pada keadaan klinis, biasanya ditetapkan sekitar 0,5 sampai 1,5%. Namun, bila seseorang mengidap anemia, persentase retikulositnya lebih tinggi dari normal jika kemampuan sumsum tulang untuk membuat sel darah baru masih baik. Penghitungan indeks produksi retikulosit merupakan langkah penting dalam menentukan apakah hitung retikulosit tersebut tepat atau tidak dalam keadaan tertentu.

Jika terdapat keadaan meningkatnya produksi sel darah merah karena adanya kegagalan pematangan sel darah merah yang kronis, seperti pada anemia hemolitik, pasien dapat memiliki persentase jumlah retikulosit yang tinggi. Retikulosit yang sangat banyak dalam darah disebut keadaan retikulositosis.

Jumlah retikulosit yang menurun drastis dapat disebabkan oleh kemoterapi, anemia aplastik, anemia pernisiosa, malignansi sumsum tulang, masalah pada produksi eritropoetin atau penyebab lainnya. Retikulosit yang sedikit dalam darah disebut keadaan retikulopenia.

Gambar tambahan

  • Perkembangan sel darah menurut teori monofilektik
    Perkembangan sel darah menurut teori monofilektik

Referensi

  1. Nadesul, Belinda, dr. 2007. Catatan Kuliah:Seri Eritrosit, Maturasi, dan Nomenklatur. Jakarta:Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya Jakarta.
  1. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-09. Diakses tanggal 2007-04-20.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan