Rabu, 23 September 2026
01:43 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Pilosa

Pilosa

Pilosa[1]
Rentang waktu: Paleosen - Holosen, 55.8–0 jtyl
330px-Pilosa_collage.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Spesies-spesies Pilosa dari berbagai famili; dari kiri atas, searah jarum jam: tapiapi (Cyclopes didactylus), yurumi (Myrmecophaga tridactyla), tauta leher pucat (Bradypus tridactylus), tauta jari-dua linnaeus (Choloepus didactylus)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Superordo: Xenarthra
Ordo: Pilosa
Flower, 1883
Families
330px-Pilosa_range.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Red: anteater ,Blue: sloth,Purple: both sloth and anteater
Artikel takson sembarang

Pilosa adalah sebuah ordo di bawah kelas mamalia. Ordo ini merupakan mamalia berplasenta asli Amerika yang mencakup tapiapi dan tauta, termasuk tauta darat yang telah punah sekitar 10.000 tahun yang lalu. Nama Pilosa berasal dari kata bahasa Latin untuk "berbulu".[2]

Referensi

  1. Gardner, A. L. (2005). "Order Pilosa". Dalam Wilson, D. E.; Reeder, D. M. (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3). Johns Hopkins University Press. hlm. 100–103. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494.
  2. Kidd, D.A. (1973). Collins Latin Gem Dictionary. London: Collins. hlm. 248. ISBN 0-00-458641-7.
Ordo yang masih hidup dalam kelas mamalia
Subkelas
Yinotheria
Infrakelas
Australosphenida
Subkelas
Theria
Metatheria
(mencakup infrakelas
Marsupialia)
Superordo
Ameridelphia
Superordo
Australidelphia
Eutheria
(mencakup infrakelas
Placentalia)
Atlantogenata
Superordo
Xenarthra
Superordo
Afrotheria
Boreoeutheria
Superordo
Laurasiatheria
Superordo
Euarchontoglires
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan