Minggu, 27 September 2026
09:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Yurumi

Yurumi

Spesies mamalia pemakan semut yang berukuran besar

Yurumi
Rentang waktu: Montehermosan–Masa kini
~5–0 jtyl
250px-Myresluger2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Di Kebun Binatang Copenhagen, Denmark, 2005
CITES Apendiks II (CITES)[2]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Pilosa
Genus: Myrmecophaga
Linnaeus, 1758[3]
Spesies:
M. tridactyla
Nama binomial
Myrmecophaga tridactyla
250px-Giant_Anteater_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebaran
  Hidup
  Kemungkinan punah
Sinonim
  • Myrmecophaga jubata Linnaeus,  1766
  • Falcifer Rehn, 1900[4]

Yurumi (Myrmecophaga tridactyla)[5] atau pemakan semut raksasa[6] adalah sejenis hewan mamalia pemakan serangga yang berasal dari wilayah Amerika Selatan dan Tengah. Jenis mamalia ini merupakan anggota terbesar dari upaordo Vermilingua, serta masih berkerabat dengan folivora. Yurumi biasanya hidup di atas tanah, berbeda dengan kerabat-kerabatnya yang hidup di pohon. Yurumi memiliki panjang tubuh 182 hingga 217 cm (5 ft 11+1⁄2 in hingga 7 ft 1+1⁄2 in), dengan berat 33 hingga 50 kg (73 hingga 110 pon) untuk jantan dan betinanya 27 hingga 47 kg (60 hingga 104 pon).[7][8][9] Hewan ini dikenal melalui moncong memanjang, ekor lebat, serta rambutnya yang berwarna khas.

Taksonomi

Nama binomial dari Yurumi, Myrmecophaga tridactyla, diberikan oleh Carolus Linnaeus di tahun 1758, dimana nama ini memiliki arti "pemakan semut berjari tiga".[7] Nama Yurumi sendiri berasal dari Bahasa Guarani yang memiliki arti, "mulut kecil".[10]

Ciri fisik dan adaptasi

250px-Tamandua_%28Myrmecophaga_tridactyla%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sketsa yurumi (Myrmecophaga tridactyla)

Yurumi memiliki kepala memanjang sekitar 30 cm (12 in) yang lebih panjang daripada kerabat pemakan semutnya yang lain.[11] Moncongnya yang berbentuk tabung merupakan bagian utama dari kepalanya, dimana ujungnya memiliki bukaan mulut kecil serta lubang hidung. Mata dan telinganya cukup kecil jika dibandingkan dengan kepala,[7][8] dimana penglihatannya buruk, tetapi indera penciumannya 40 kali lebih sensitif daripada manusia.[12]

Rujukan

  1. ↑ Miranda, F.; Bertassoni, A.; Abba, A. M. (2014). "Myrmecophaga tridactyla". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2014 e.T14224A47441961. doi:10.2305/IUCN.UK.2014-1.RLTS.T14224A47441961.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. ↑ "Appendices | CITES". cites.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Desember 2017. Diakses tanggal 2022-01-14.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Linnæus, Carl (1758). Systema naturæ per regna tria naturæ, secundum classes, ordines, genera, species, cum characteribus, differentiis, synonyms, locis. Tomus I (dalam bahasa Latin) (Edisi 10th). Holmiæ: Laurentius Salvius. hlm. 35. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 November 2012. Diakses tanggal 23 November 2012.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Smith, P. (2007). Giant anteater Myrmecophaga tridactyla Linnaeus, 1758 FAUNA Paraguay. hlm. 1–18. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Oktober 2022. Diakses tanggal 2019-03-07. {{cite book}}: |work= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "yurumi". kbbi.kemendikdasmen.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2026. Diakses tanggal 29 April 2026.{{cite web}}: |archive-date= / |archive-url= stempel waktu tidak cocok; 28 April 2026 disarankanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Kiriman Pemakan Semut Raksasa". Antara News. 3 April 2017. Diakses tanggal 2025-12-16.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. 1 2 3 Smith, P. (2 November 2007). "Giant Anteater Myrmecophaga tridactyla Linnaeus, 1758" (PDF). Fauna Paraguay.com. Diakses tanggal 13 Juni 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 Mutlow, A. C. (2006). "Flea (Pulex simulans) Infestation in Captive Giant Anteaters (Myrmecophaga tridactyla)". Journal of Zoo and Wildlife Medicine. 37 (3): 427–429. doi:10.1638/06-026.1. PMID 17319150. S2CID 40236152.
  9. ↑ Loughry, W. J. (1997). "Survey of the Xenarthrans inhabiting Po~ odas Antas Biological Reserve" (PDF). Edentata. 3 (1): 5–7. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2019-07-21. Diakses tanggal 2022-10-30.
  10. ↑ Smith, Paul (Desember 2018). "Distribution and status of Paraguayan Xenarthra: towards a better understanding" (PDF). IUCN. No. 19. IUCN. Diakses tanggal 2022-10-29.
  11. ↑ Naples, V. L. (1999). "Morphology, evolution and function of feeding in the giant anteater (Myrmecophaga tridactyla)". Journal of Zoology. 249 (1): 19–41. doi:10.1111/j.1469-7998.1999.tb01057.x.
  12. ↑ Rodrigues, F. H. G.; Medri, Í. M.; Miranda Mourão, G. de; Camilo-Alves, C. de S. e; Mourão, G. (2008). "Anteater behavior and ecology". Dalam Vizcaíno, S. F.; Loughry, W. J. (ed.). The Biology of the Xenarthra. hlm. 257–268. ISBN 978-0-8130-3165-1. OCLC 741613153.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan