Sabtu, 07 November 2026
04:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Megatheriidae

Megatheriidae

Bagikan:
Megatheriidae
Rentang waktu: Oligosen Akhir (Deseadum)-Holosen Awal (Lujanium)
~29–0.008 jtyl
250px-Eremotherium.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kerangka Eremotherium, NMNH, Washington, DC.
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Pilosa
Superfamili: Megatherioidea
Klad: †Megatheria
Famili: †Megatheriidae
J. E. Gray 1821
Genus tipe
†Megatherium americanum
Subkelompok
Artikel takson sembarang

Megatheriidae adalah sebuah famili folivora darat punah yang hidup sekitar 23 juta tahun lalu hingga 11,000 tahun lalu.[3]

Megatheriidae pertama muncul pada kala Oligosen Akhir (Deseadum dalam klasifikasi SALMA), sekitar 29 juta tahun lalu, di Amerika Selatan. Kelompok ini mencakup jenis-jenis folivora darat terbesar yang diketahui, yaitu Megatherium (berarti "binatang besar", dinamai oleh Georges Cuvier[4]) yang seukuran gajah dan Eremotherium. Sebuah genus awal yang awalnya dianggap sebagai sejenis megatheriid, yaitu Hapalops, mencapai panjang hingga sekitar 1,2 meter (3,9 ft). Di sisi lain, jenis nothrothere baru-baru ini ditempatkan dalam familinya sendiri, Nothrotheriidae.[5]

Struktur rangka dari folivora-folivora darat ini mengindikasikan bahwa tubuh hewan-hewan ini besar. Tulang tebal dan persendian mereka yang lebih tebal lagi (terkhususnya di tungkai belakang) memberi kekuatan pada anggota geraknya, yang hewan-hewan ini gunakan sebagai pertahanan terhadap pemangsa, bersamaan dengan cakarnya.

Megatheriidae terawal dari Amerika Utara adalah Sibotherium yang hadir 5.3 juta tahun lalu, setelah menyebrangi jembatan darat Panama yang pada kala itu baru terbentuk. Dengan bobot lebih dari 5 ton, panjang 6 meter (20 ft), dan dapat mencapai tinggi 5,2 meter (17 ft), Eremotherium dalam postur tegak lebih tinggi dari gajah semak afrika jantan dewasa. Tidak seperti kerabat-kerabatnya, spesies ini mempertahankan cakar tambahan plesiomorf.

Referensi

  1. ↑ Eli Amson; Christian de Muizon; Timothy J. Gaudin (2017). "A reappraisal of the phylogeny of the Megatheria (Mammalia: Tardigrada), with an emphasis on the relationships of the Thalassocninae, the marine sloths" (PDF). Zoological Journal of the Linnean Society. 179 (1): 217–236. doi:10.1111/zoj.12450.
  2. ↑ Varela, L.; Tambusso, P.S.; McDonald, H.G.; Fariña, R.A.; Fieldman, M. (2019). "Phylogeny, Macroevolutionary Trends and Historical Biogeography of Sloths: Insights From a Bayesian Morphological Clock Analysis". Systematic Biology. 68 (2): 204–218. doi:10.1093/sysbio/syy058. PMID 30239971.
  3. ↑ Paleobiology Database: Megatheriidae
  4. ↑ G. Cuvier (1796)
  5. ↑ Muizon, C. de; McDonald, H. G.; Salas, R.; Urbina, M. (Juni 2004). "The Youngest Species of the Aquatic Sloth Thalassocnus and a Reassessment of the Relationships of the Nothrothere Sloths (Mammalia: Xenarthra)". Journal of Vertebrate Paleontology. 24 (2). Society of Vertebrate Paleontology: 387–397. Bibcode:2004JVPal..24..387D. doi:10.1671/2429a. S2CID 83732878. Diakses tanggal 2009-01-29.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan