| Pengarang | Abdul Muis |
|---|---|
| Negara | Indonesia |
| Bahasa | Indonesia |
| Genre | Novel |
| Penerbit | Balai Pustaka |
Tanggal terbit | 1932 |
| Jenis media | Cetak (Sampul keras & Sampul kertas) |
| Halaman | 227 (cetakan ke-4)[1] |
| ISBN | ISBN [[Special:BookSources/9789796665761 (cetakan ke-4)[1]|9789796665761 (cetakan ke-4)[1]]] pemanggilan templat memerlukan parameter template_name |
| OCLC | 66770709 (cetakan ke-4) |
| Didahului oleh | Salah Asuhan |
| Diikuti oleh | Surapati |
Pertemuan Jodoh adalah sebuah novel Indonesia karya Abdul Muis yang diterbitkan tahun 1932. Novel ini bercerita tentang dua murid sekolah yang terpisah karena perbedaan kelas dan akhirnya menikah.[2]
Tanggapan
Pertemuan Jodoh dianggap sebagai lawan dari karya Muis sebelumnya, Salah Asuhan; Pertemuan Jodoh berkisah tentang feodalisme, sementara Salah Asuhan tentang kelemahan budaya Barat dan Timur.[3] Tetapi, novel ini juga disebut-sebut sebagai sekuel Salah Asuhan.[4]
Mahayana et al menyatakan bahwa perwatakan tokohnya meyakinkan, karena tokoh-tokoh tidak terpelajar menggunakan campuran bahasa Betawi dan Melayu. Dengan demikian, mereka menganggap novel ini sebagai hasil pengamatan Muis ketika menetap di Batavia.[5]
Bakri Siregar menulis bahwa Pertemuan Jodoh "lebih lemah" daripada Salah Asuhan.[6]
Catatan kaki
- 1 2 3 "Pertemuan Jodoh (Book, 2001)". WorldCat. Diakses tanggal 15 Juni 2011.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Mahayana, Sofyan & Dian 2007, hlm. 37–39
- ↑ Siregar 1962, hlm. 58
- ↑ Mahayana, Sofyan & Dian 2007, hlm. 40
- ↑ Mahayana, Sofyan & Dian 2007, hlm. 39–40
- ↑ Siregar 1962, hlm. 59
Bahan bacaan
- Siregar, Bakri (1962). Sedjarah Sastera Indonesia Modern [History of Modern Indonesian Literature] (dalam bahasa Indonesia). Jakarta: Akademi Sastera dan Bahasa "Multatuli". OCLC 63841626.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) - Mahayana, Maman S.; Sofyan, Oyon; Dian, Achmad (2007). Ringkasan dan ulasan novel Indonesia modern [Summaries and Commentary on Modern Indonesian Novels]. Grasindo.