Selasa, 27 Oktober 2026
08:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Pertempuran Messines

Pertempuran Messines

Sejarah

Bagikan:
Pertempuran Messines
Bagian dari Pertempuran blok Barat pada Perang Dunia I
330px-Battle_of_Messines_-_Map.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Pertempuran Messine.
Tanggal7 - 14 Juni 1917
Lokasi
Flanders, Belgia
Hasil Kemenangan Sekutu
Pihak yang terlibat

Britania Raya Britania Raya

40px-Flag_of_Germany_%281867%E2%80%931918%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kekaisaran Jerman
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Herbert Plumer
Alexander Godley
Alexander Hamilton-Gordon
Thomas Morland
Friedrich Bertram Sixt von Armin
Kekuatan
12 divisi[1]
total: 216.000 orang
5 divisi[2]
total: 126.000 orang
Korban jiwa dan kerugian
23.749[3][4] 25.000[5]

Pertempuran Messines adalah pertempuran blok barat pada Perang Dunia I. Dimulai tanggal 7 Juni 1917 oleh Britania Raya di bawah komando Angkatan Darat Jenderal Herbert Plumer yang melancarkan serangan dekat desa Messines di Flanders Barat, Belgia. Target serangan adalah Utara desa Messines, desa Wytschaete yang menciptakan benteng alami di tenggara Ypres. Salah satu fitur kunci pertempuran adalah ledakan pada 19 tambang sebelum serangan infanteri, sebuah taktik yang mengganggu pertahanan Jerman dan membiarkan pasukan maju untuk mengamankan sasaran mereka dengan cepat. Serangan itu juga merupakan awal yang jauh lebih besar dari Pertempuran Ypres Ketiga, yang dikenal sebagai Passchendaele, yang dimulai tanggal 11 Juli 1917.

Latar belakang

Serangan pada punggung bukit Messines telah direncanakan pada awal 1916, Plumer mengutarakan cara memecah pengawasan Jerman terhadap lokasi strategis yang penting di Ypres.[6] Rencana ini muncul pada saat serangan Prancis pada Sungai Aisne tidak akan sukses, Jenderal Douglas Haig menerima operasi Messines sebagai pemicu serangan besar di Ypres dan Plumer diperintahkan untuk melaksanakan dengan serangan mendadak.[6] Tidak hanya merebut punggung bukit Messines tetapi memberikan Britania Raya kendali terhadap strategi lapangan, termasuk bagian selatan Ypres Salient.[7] Hal ini mengurangi kekuatan manusia yang dibutuhkan untuk menjaga garis depan, dan mengurangi keuntungan strategi dan taktik Jerman di daerah pertempuran.[8]


Pertempuran

250px-DummyTreeHill63Messines1917.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah pohon dummy digunakan sebagai pos pengamatan di Bukit 63 oleh pasukan Australia dalam pertempuran

Rencana operasi serangan terhadap punggung bukit Messines disebut serangan artileri berat sebelum jam 00.00. Pada jam 3.00 pagi, ranjau akan diledakkan; diikuti oleh serangan frontal dari sembilan divisi infanteri yang bertujuan untuk mengamankan punggung bukit.[9] Pada minggu sebelum serangan dimulai, beberapa dari 2.200 senjata artileri membombardir parit Jerman dengan perkiraan 3 - 4 juta peluru.[10] Dilengkapi dengan peta terbaru dan rumit dari medan perang, artileri Inggris berhasil menghancurkan hampir 90% dari lapangan-senapan Jerman posisi punggung bukit Messines.[10]

Setelah pertempuran

250px-John_Carroll_portrait.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penerima Mendali Victoria Australia, Prajurit John Carroll (VC)

Operasi sukses secara umum. Rencana yang cermat, dan baik dieksekusi, serangan mengamankan semua sasaran tidak lebih dari 12 jam, menangkap lebih 7.000 tawanan perang,[4] dan menderita 24.000 korban.[4] Kombinasi taktik membuktikan di lain sektor - tercatat penggunaan ranjau, merayap, dan taktik kelompok kecil - diperbolehkan untuk kejutan dan kemajuan cepat.[5] Serangan juga mengamankan ujung selatan Ypres dalam persiapan untuk serangan berikutnya.[11]

Meskipun operasi berhasil, efek dari over-inflating harapan untuk serangan Passchendaele. Sementara serangan Messines dipimpin Haig dan komandan Inggris lainnya agar percaya bahwa keberhasilan telah dapat mengeluarkan biaya relatif ringan dalam serangan utama, kondisi operasi yang secara substansial berbeda, dan upaya untuk menerapkan taktik yang serupa akan menghasilkan kegagalan secara umum.[12]

Tidak semua ranjau yang telah diletakkan itu diledakkan. Dua dari 21 ranjau tidak dinyalakan.[13] Pada tanggal 17 Juli 1955, sebuah serangan kilat berangkat dari salah satu sisa ranjau. Tidak ada korban jiwa, tetapi satu sapi terbunuh. Penemuan 21 ranjau yang ditinggalkan diyakini telah ditemukan oleh kontra-ranjau Jerman, tetapi tidak ada usaha untuk menghapusnya (memusnahkannya).[14]

Lihat pula

Media terkait Battle of Messines di Wikimedia Commons

Catatan

  1. ↑ Wolff, hal. 95
  2. ↑ Wolff, hal. 98
  3. ↑ Mallett, hal. 120
  4. 1 2 3 Wolff, hal. 102
  5. 1 2 Groom, hal. 169
  6. 1 2 Mallett, hal. 115
  7. ↑ Wolff, hal. 87
  8. ↑ Sejarah resmi Pemerintah Australia, hal. 588
  9. ↑ Hart, hal. 332
  10. 1 2 Groom, hal. 165
  11. ↑ Wolff, hal. 103
  12. ↑ Liddell Hart, hal. 339-340.
  13. ↑ Wolff, hal. 92
  14. ↑ Pertempuran Messines pada Perang Dunia I

Referensi

  • Groom, Winston (2002). A Storm in Flanders, the Ypres Salient, 1914-1918. Atlantic Monthly Press. ISBN 0-87113-842-5
  • Keegan, John; The First World War New York: Alfred A. Knopf, 1999
  • Liddell Hart, B.H. The Real War 1914-1918. Boston: Little, Brown and Company, 1930
  • Stokesbury, James L; A short history of World War I. New York: Perennial, 1981
  • Strachan, Hew; The First World War. New York: Viking, 2003
  • Wolff, Leon; In Flanders Fields, Passchendaele 1917.
  • Tom Burke MBE; 'A Guide to the Battlefield of Wijtschate - June 1917', The Royal Dublin Fusiliers Association (pub June 2007); ISBN 0-9550418-1-3
  • Steel, Nigel; Hart, Peter (2001). Passchendaele—The Sacrificial Ground. Cassel. hlm. 45& 54. ISBN 9781407214672.

Pustaka

  • Passingham, Ian; Pillars of Fire: the Battle of Messines Ridge, June 1917, 1998.
  • Bean, C.E.W.; "The Battle of Messines" Diarsipkan 2011-04-06 di Wayback Machine, Bab 15 pada The Official History of Australia in the War of 1914–1918, Vol IV, The AIF in France: 1917, 1941.
  • Stewart, H; "The Battle of Messines", Bab V pada The New Zealand Division 1916 - 1919: A Popular History based on Official Records, 1921.

50°45′52″N 2°53′53″E / 50.764444444444°N 2.8980555555555°E / 50.764444444444; 2.8980555555555

Pranala luar

Palagan
Eropa
Timur Tengah
Afrika
Asia dan Pasifik
Jalayuda
Partisipan
utama
Blok Entente
Blok Sentral
Linimasa
Konflik-konflik
praperang
Pendahuluan
1914
1915
1916
1917
1918
Konflik-konflik
keroyokan
Konflik-konflik
pascaperang
Aspek
Cara berperang
Wajib militer
Korban /
Warga sipil
terdampak
Wabah penyakit
Pendudukan
Tawanan perang
Pengungsi
Kejahatan perang
Awal keterlibatan
Maklumat perang
Kesepakatan
Perjanjian Damai
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan