Selasa, 27 Oktober 2026
04:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Pertempuran Kolubara

Bagikan:

Pertempuran Kolubara (Serbia: Колубарска битка,Kolubarska bitka ) (bahasa Jerman:Schlacht an der Kolubara) adalah pertempuran antara Austria-Hungaria melawan Serbia pada bulan November dan Desember tahun 1914, selama masa Kampanye serbia pada Perang Dunia I.

Pertempuran ini dimulai pada 16 November, ketika Austro-Hungaria dibawah komando Oskar Potiorek mencapai Sungai Kolubara selama invasi ketiga mereka ke Serbia pada tahun tersebut. Setelah berhasil menguasai kota strategis Valjevo dan memaksa Tentara Serbia untuk mundur termasuk dari ibu kota Belgrade pada 29 dan 30 November. Pada 2 Desember, Tentara Serbia melancarkan serangan serangan balik kejutan di garis depan. Sebagai hasilnya, Valjevo dan Užice dapat direbut kembali oleh Serbia pada tanggal 8 Desember, memaksa Austro-Hungaria untuk mundur ke Belgrade.

Pertempuran berlangsung sengit. Karena gempuran balik yang kuat, tentara Austro-Hungaria akhirnya dipukul untuk kembali ke wilayah negara mereka antara tanggal 14 dan 15 Desember. Korban jatuh dari kedua belah pihak cukup besar, dengan lebih dari 20.000 orang tewas pada masing-masing sisi. Bagi Austro-Hungaria, kekalahan ini memalukan. Sebagai akibatnya Potiorek dan von Frank diturunkan dari posisinya dan divisi mereka digabungkan jadi satu.

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan