Senin, 19 Oktober 2026
21:32 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Pengepungan Kut

Pengepungan Kut

Bagikan:
Pengepungan Kut
Bagian dari Kampanye militer Mesopotamia Perang Dunia I
330px-Townshend%2C_Khalil_Pasha_after_Fall_of_Kut_B.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Townshend dan Halil Pasha setelah jatuhnya Kut
Tanggal7 Desember 1915 – 29 April 1916
Lokasi
Kut-al-Amara, Mesopotamia
Hasil Kemenangan Utsmaniyah
Pihak yang terlibat

Britania Raya Imperium Britania

 Kesultanan Utsmaniyah
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Britania Raya Charles Townshend (POW) Kesultanan Utsmaniyah Nureddin Pasha
Kesultanan Utsmaniyah Halil Pasha
Kekaisaran Jerman Colmar Freiherr von der Goltz
Kekuatan
700.000-1000.000 345.000
Korban jiwa dan kerugian
30.000 tewas atau terluka
1.000 ditangkap
10.000 tewas atau terluka

Pengepungan Kut Al Amara (7 Desember 1915 – 29 April 1916), juga dikenal dengan nama Pertempuran Kut Pertama, adalah suatu peristiwa ketika garnisun Britania-India yang berjumlah 8.000 orang dikepung oleh pasukan Kesultanan Utsmaniyah di kota Kut yang terletak sekitar 160 km di sebelah selatan Baghdad. Sebelumnya, pasukan Britania-India yang dipimpin oleh Mayor-Jenderal Charles Townshend baru saja mundur dari Ctesiphon ke kota Kut. Mereka tiba di kota ini pada tanggal 3 Desember 1915. Townshend memutuskan untuk bertahan di Kut daripada melanjutkan perjalanan ke Basra.

Setelah dikepung selama beberapa bulan, garnisun India-Britania menyerah pada tanggal 29 April 1916. Mereka yang selamat dibawa ke kota Aleppo; banyak yang meninggal selama proses pemindahan tersebut.[1] Sejarawan Christopher Catherwood menganggap peristiwa ini sebagai "kekalahan terburuk Sekutu selama Perang Dunia I".[2]

Catatan kaki

  1. ↑ Peter Mansfield, The British Empire magazine, Time-Life Books, vol 75, hlm. 2078
  2. ↑ Christopher Catherwood (22 Mei 2014). The Battles of World War I. Allison & Busby. hlm. 51–2. ISBN 978-0-7490-1502-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan