Rabu, 21 Oktober 2026
04:52 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Perang Balkan I

Perang Balkan I

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Perang Balkan I
Bagian dari Perang Balkan
330px-Balkanskata_voina_Photobox.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Searah jarum jam dari kanan atas: Pasukan Serbia memasuki kota Mitrovica; Pasukan Ottoman di Pertempuran Kumanovo; raja Yunani dan tsar Bulgaria di Thessaloniki; Artileri berat Bulgaria
Tanggal8 Oktober 1912 – 30 Mei 1913
(7 bulan, 3 minggu dan 1 hari)
Lokasi
Hasil

Kemenangan Liga Balkan

Pihak yang terlibat
Liga Balkan
 Bulgaria
 Serbia
 Yunani
 Montenegro
Didukung oleh:
Rusia
 Kesultanan Utsmaniyah
Didukung oleh:
 Austria-Hungaria
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Kekuatan
  • Bulgaria:
    450.000+ orang[1]
  • Serbia:
    230.000 orang[2]
  • Greece:
    125.000 orang[3]
  • Montenegro:
    44.500 orang[4]
  • Total:
    749.500+
436.742 orang awalnya (secara signifikan lebih dari Liga Balkan pada akhirnya)[5]
Korban jiwa dan kerugian
  •  Bulgaria:[6]
    • 8.840 terbunuh
    • 4.926 hilang
    • 36.877 terluka
    • 10.995 mati karena penyakit
  •  Greece:[7]
    • 2.373 terbunuh dalam perang atau meninggal karena luka
    • 9,295 terluka
    • 1.558 mati karena penyakit atau kecelakaan (termasuk Perang Balkan Kedua)
  •  Serbia:
    • 5.000 terbunuh
    • 18.000 terluka[8]
    • 6,698 mati karena penyakit
  •  Montenegro:[9][10]
    • 2.430 terbunuh
    • 6.602 terluka
    • 406 mati karena penyakit
Total:
setidaknya 108.000 tewas atau terluka
 Kesultanan Utsmaniyah:[9]
  • 50.000 terbunuh
  • 100.000 terluka
  • 115.000 ditangkap
  • 75.000 mati karena penyakit
Total:
340.000 terbunuh, terluka, atau ditangkap
250px-Yaroslav_Veshin_-_Na_nozh.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi Perang Balkan I oleh pelukis Yaroslav Veshin.

Perang Balkan I adalah suatu rangkaian pertempuran yang berlangsung antara 8 Oktober 1912 sampai 18 Mei 1913 antara Liga Balkan (Serbia, Montenegro, Yunani, dan Bulgaria) melawan Kesultanan Utsmaniyah Turki. Pasukan gabungan negara-negara Balkan berhasil mengalahkan pasukan Utsmaniyah yang awalnya kalah jumlah (menjadi jauh lebih unggul pada akhir konflik) dan secara strategis kurang beruntung, sehingga mencapai keberhasilan yang cepat.

Perang ini merupakan bagian pertama dari Perang Balkan di Semenanjung Balkan dan bertujuan merebut Makedonia yang dikuasai oleh Turki. Perang berakhir dengan kemenangan di pihak Liga Balkan dan ditandatanganinya Perjanjian London. Perang tersebut merupakan bencana menyeluruh dan tidak tanggung-tanggung bagi Kesultanan Utsmaniyah, yang kehilangan 83% wilayah Eropa dan 69% populasi Eropa nya[11].

Akibat perang tersebut, Liga Balkan merebut dan membagi hampir seluruh sisa wilayah Kesultanan Utsmaniyah di Eropa. Setelah berakhirnya perang, terjadi perselisihan mengenai batas wilayah kekuasaan antara anggota liga. Peristiwa-peristiwa berikutnya juga mengarah pada pembentukan Albania yang merdeka, yang tidak membuat puas orang-orang Serbia. Bulgaria, sementara itu, tidak puas atas pembagian wilayah rampasan di Makedonia dan menyerang bekas sekutunya, Serbia dan Yunani, pada 16 Juni 1913, yang memicu dimulainya Perang Balkan Kedua.

Selama perang, banyak warga sipil, sebagian besar warga Turki Muslim, terbunuh atau terpaksa meninggalkan rumah mereka. Pasukan Utsmaniyah yang sangat terpolitisasi dan tidak terorganisir tidak mampu mengevakuasi warga sipil di zona perang. Situasi ini membuat banyak warga sipil di wilayah pendudukan tidak berdaya melawan serangan tentara Liga Balkan. Meskipun terdapat diskusi mengenai jumlah pasti korban sipil, terlihat bahwa ketika perang berakhir, terjadi perubahan besar pada struktur demografi wilayah Balkan.

Latar Belakang

Ketegangan di antara negara-negara Balkan atas aspirasi saingan mereka terhadap provinsi Rumelia yang dikuasai Utsmaniyah (Rumelia Timur, Trakia dan Makedonia) agak mereda setelah intervensi Kekuatan Besar pada pertengahan abad ke-19, yang bertujuan untuk mengamankan perlindungan yang lebih lengkap bagi negara-negara Balkan. mayoritas Kristen di provinsi tersebut serta untuk mempertahankan status quo. Pada tahun 1867, Serbia dan Montenegro telah memperoleh kemerdekaannya, yang dikukuhkan melalui Perjanjian Berlin (1878). Pertanyaan tentang kelangsungan pemerintahan Utsmaniyah muncul kembali setelah Revolusi Turki Muda pada bulan Juli 1908, yang memaksa Sultan Utsmaniyah untuk memulihkan konstitusi kekaisaran yang ditangguhkan.

Aspirasi Serbia untuk mengambil alih Bosnia dan Herzegovina gagal karena terjadinya Krisis Bosnia, yang berujung pada aneksasi provinsi tersebut oleh Austria pada bulan Oktober 1908. Serbia kemudian mengalihkan usaha perangnya ke selatan. Sesudah aneksasi, Turki Muda berusaha membujuk penduduk Muslim Bosnia untuk pindah ke Kesultanan Utsmaniyah. Pemerintah Utsmaniyah memindahkan para penduduk yang menerima tawaran tersebut ke wilayah Makedonia Utara yang relatif lebih sedikit populasi Muslimnya. Percobaan ini kemudian terbukti menjadi musibah karena para imigran tersebut langsung bersatu dengan populasi Muslim Albania serta berpartisipasi pada serangkaian pemberontakan Albania pada tahun 1911 dan 1912. Sebagian tentara Albania juga melakukan pembelotan.

Di bulan Mei 1912, pemberontak Albania yang menuntut otonomi nasional dan pentahtaan kembali Sultan Abdul Hamid II memaksa pasukan Turki Muda keluar dari Skopje dan bergerak ke selatan menuju Manatsir (sekarang Bitola) dan memaksa mereka secara efektif memberikan otonomi atas wilayah yang cukup luas pada Juni 1912.[12][13] Serbia, yang mempersenjatai pemberontak Hamidia dan Katolik Albania di wilayah Mirditë; mengirimkan agen rahasianya ke sejumlah pemimpin ternama, serta menjadikan pemberontakan tersebut sebagai dalih peperangan. Serbia, Montenegro, Yunani, dan Bulgaria telah berdiskusi mengenai kemungkinan menyerang Kesultanan Utsmaniyah sebelum revolusi Albania tahun 1912 pecah, dan perjanjian formal antara Serbia dan Montenegro telah ditandatangani pada tanggal 7 Maret.[14] Pada 18 Maret 1912, Raja Petar I dari Serbia mendeklarasikan 'Kepada Rakyat Serbia' yang juga mendukung Albania:

Pemerintah Turki tidak menunjukan itikad baik dalam menjalankan tugasnya kepada rakyatnya dan memalingkan telinga dari semua keluhan dan saran. Banyak hal semakin tidak terkendali dan tidak ada satupun yang puas atas situasi Turki di Eropa. Hal ini juga tak tertahankan bagi orang Serbia, Yunani, dan Albania. Dengan rahmat Tuhan, saya telah memerintahkan pasukan saya yang berani untuk bergabung dalam Perang Suci untuk membebaskan saudara-saudara kita dan berharap akan masa depan yang lebih baik. Di Serbia Lampau, pasukan saya tidak akan hanya membebaskan penduduk Serbia yang beragama Kristen, tetapi juga membebaskan penduduk Serbia yang beragama Muslim, rakyat yang telah berbagi kebahagiaan dan derita bersama kita selama tiga belas abad. Untuk mereka semua, kami membawa kebebasan, persaudaraan, dan kesetaraan.

Dalam hal mencari sekutu, Serbia siap berunding dengan Bulgaria.[15] Perjanjian tersebut menyatakan bahwa apabila Kesultanan Utsmaniyah berhasil dikalahkan, Bulgaria akan menerima wilayah Makedonia selatan garis Kriva Palanka-Ohrid. Bulgaria menerima perluasan wilayah Serbia di wilayah utara Pegunungan Shar (Kosovo). Wilayah intervensi akan tetap "disengketakan" dan akan ditengahi oleh Tsar Rusia ketika perang melawan Kesultanan Utsmaniyah berhasil dimenangkan.[14] Saat perang, terlihat bahwa rakyat Albania tidak melihat Serbia sebagai pembebas, seperti yang dikatakan oleh Raja Petar I sebelumnya, dan pasukan Serbia gagal untuk mematuhi deklarasi persahabatan dengan rakyat Albania tersebut.

Sesudah kudeta penyatuan dengan Rumelia Timur berhasil, Bulgaria berharap penyatuan nasional dapat tercapai.[16] Untuk itu, Bulgaria mengembangkan pasukan dalam jumlah besar dan menyebut diri sebagai "Prusia dari Balkan".[17] Kendati demikian, Bulgaria tidak dapat memenangkan perang melawan Kesultanan Utsmaniyah sendiri.

Di Yunani, para perwira Tentara Yunani memberontak lewat Kudeta Goudi pada bulan Agustus 1909 dan memastikan penunjukan pemerintah progresif di bawah Eleftherios Venizelos, yang diharapakan dapat menyelesaikan Pertanyaan Kreta dalam keuntungan Yunani. Para perwira tersebut juga ini membalas kekalahan mereka melawan pasukan Kesultanan Utsmaniyah dalam Perang Yunani-Turki (1897). Reorganisasi militer darurat, dipimpin oleh kontingen pasukan Perancis, dilakukan untuk tujuan tersebut, namun sempat terputus akibat pecahnya perang di Balkan. Dalam diskusi yang mendorong Yunani bergabung ke Liga Balkan, Bulgaria menolak ikut serta dalam perjanjian apapun terkait pembagian wilayah, tidak seperti kesepakatan Bulgaria dengan Serbia atas Makedonia. Kebijakan diplomatik Bulgaria saat itu ialah memastikan Serbia hanya memiliki akses yang terbatas atas Makedonia sekaligus menolak perjanjian serupa dengan Yunani. Bulgaria meyakini bahwa pasukannya dapat menduduki sebagian besar wilayah Makedonia yang berbatasan dengan Laut Aegea serta kota pelabuhan Salonika (Thessaloniki) sebelum diduduki pasukan Yunani.

Pada tahun 1911, Italia menginvasi Tripolitania di Libya, yang segera dilanjutkan dengan menduduki Kepulauan Dodekanisa di Laut Aegea. Kemenangan telak pasukan Italia atas pasukan Kesultanan Utsmaniyah serta keberhasilan pemberontakan Albania tahun 1912 meyakinkan negara-negara Balkan bahwa mereka dapat memenangkan perang melawan pasukan Kesultanan Utsmaniyah. Di musim semi dan musim panas tahun 1912, berbagai negara Balkan Kristen telah berhasil membangun jaringan aliansi militer yang dikenal sebagai Liga Balkan.

Negara-negara besar, khususnya Perancis dan Austria-Hungaria, menanggapi pembentukan Liga Balkan dengan mencoba meyakinkan negara-negara Balkan untuk tidak berperang, walau gagal. Pada akhir September, pasukan Liga Balkan dan Kesultanan Utsmaniyah memobilisasi pasukannya. Montenegro menjadi negara pertama yang mendeklarasikan perang pada tanggal 25 September (gaya lama)/8 Oktober. Setelah mengultimatum Gerbang Agung pada tanggal 13 Oktober, Bulgaria, Serbia, dan Yunani menyatakan perang terhadap Kesultanan Utsmaniyah pada 17 Oktober 1912. Pernyataan perang tersebut mengundang wartawan perang dalam jumlah besar. Diperkirakan sekitar 200 hingga 300 jurnalis dari seluruh dunia meliput perang di Balkan pada November 1912.

Susunan Tempur dan Perencanaan

500px-Balkan_1912.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Batas negara-negara Balkan sebelum Perang Balkan I

Akibat organisasi yang buruk, masalah transportasi dan perang yang berkepanjangan dengan Italia, pasukan Utsmaniyah hanya terdiri dari 12.024 perwira, 324.718 bintara/tamtama, 47.960 hewan, 2.318 artileri dan 388 senapan mesin yang siap pada awal Oktober, bukan 750.000 perwira dan tentara seperti rencana awal. Sebanyak 920 perwira dan 42.607 tentara di antaranya telah ditugaskan ke unit dan dinas non-divisi, sisanya 293.206 perwira dan tentara ditugaskan ke empat tentara lapangan (field armies).

Berhadapan dengan pasukan Utsmaniyah, aliansi tiga negara Slavia (Bulgaria, Serbia, dan Montenegro) berencana melanjutkan ekspansi mereka yang telah disepakati sebelum perang dan telah menyusun rencana besar untuk mengkoordinasikan usaha perang mereka: Serbia dan Montenegro di teater Sandžak, Bulgaria dan Serbia di teater Makedonia, dan Bulgaria sendiri di teater Trakia.

Sebagian besar pasukan Bulgaria (345.182 orang) direncanakan untuk menyerbu Trakia, berhadapan dengan Pasukan Utsmaniyah di Trakia sejumlah 96.273 pasukan dan 26.000 tentara garnisun atau secara keseluruhan kira-kira sejumlah 115,000 pasukan, menurut studi oleh Hall, Erickson, serta Staf Umum Angkatan Bersenjata Turki pada tahun 1993. Pasukan Utsmaniyah didukung juga oleh Detasemen Kırcaali berjumlah 24.000 orang yang ditempatkan di sepanjang Sungai Arda untuk mencegah pasukan Bulgaria mencapai Laut Aegea dan memutus jalur transportasi dan komunikasi Utsmaniyah dengan Makedonia.

Pasukan Vardar sejumlah 58.000 orang ditempatkan di dekat Kumanovo dan berhadapan dengan Pasukan Pertama Serbia sejumlah 90.000 orang serta Pasukan Kedua Serbia yang terdiri dari 50.000 tentara Serbia dan Bulgaria. Sekitar 28.000 pasukan tambahakan dari Korps Struma ditugaskan untuk melindungi sayap kanan Pasukan Vardar dan mencegah pasukan Bulgaria merangsek ke dalam daerah Struma.

Korps Yanya yang berkekuatan 22.000 orang ditugaskan untuk mempertahankan Epirus dan Albania dari Pasukan Yunani di Epirus, sedangkan Korps Kedelapan sejumlah 29.000 orang ditugaskan untuk menjaga celah pegunungan Tesalia yang mengarah menuju Thessaloniki. Pasukan cadangan sejumlah 25.000 orang dari Korps Işkodra juga ditugaskan di Shkodër untuk melindungi Albania Utara. Dengan komposisi tersebut, jumlah personel militer Utsmaniyah yang ditugaskan di Makedonia, Kosovo, dan Albania mencapai hampir 200.000 tentara, yang melawan 234.000 tentara Serbia, 48.000 tentara Bulgaria, dan 115.000 tentara Yunani.

Bulgaria

Secara militer, Bulgaria merupakan yang terkuat di antara keempat negara Balkan, dengan pasukan berjumlah besar, terlatih, dan dipersenjatai dengan baik. Bulgaria memobilisasi pasukan sebanyak 599.878 orang dari populasi sebanyak 4,3 juta orang. Pasukan Bulgaria terdiri dari sembilan divisi infanteri, satu divisi kavaleri, serta 1.116 pucuk artileri. Pasukan ini dipimpin oleh Tsar Ferdinand sebagai panglima tertinggi, dan komando operasi dipegang oleh wakilnya, Jenderal Mihail Savov. Tentara Bulgaria juga dilengkapi dengan angkatan laut kecil yang terdiri dari enam kapal torpedo yang beroperasi secara terbatas di sepanjang pantai Laut Hitam negara tersebut.

Bulgaria memusatkan pasukannya di Trakia dan Makedonia. Di Trakia, Bulgaria menurunkan kekuatannya dalam tiga Tentara. Tentara Pertama (79.370 orang), di bawah komando Jenderal Vasil Kutinchev, terdiri dari tiga divisi infanteri dan ditempatkan di selatan Yambol dan ditugaskan di sepanjang Sungai Tundzha. Tentara Kedua (122.748 orang), di bawah komando Jenderal Nikola Ivanov), terdiri dari dua divisi infanteri dan satu brigade infanteri, ditempatkan di sayap barat Tentara Pertama dan ditugaskan untuk merebut perbentengan di Adrianopel (Edirne). Perencanaan Bulgaria juga mencakup Tentara Ketiga (94.884 orang), di bawah komando Jenderal Radko Dimitriev, untuk diturunkan di sayap timur serta di belakang Tentara Pertama serta disembunyikan oleh divisi kavaleri dari pandangan tentara Utsmaniyah. Tentara Ketiga terdiri dari tiga divisi infanteri dan ditugaskan untuk menyeberangi Gunung Stranja dan merebut Benteng Kirk Kilisse (Kırklareli). Divisi Kedua (49.180 orang) dan Ketujuh (48.523 orang) ditugaskan secara independen, masing-masing beroperasi di Trakia Barat dan Makedonia Timur.

Relawan Armenia

Tiga ratus relawan Armenia dari penjuru Kesultanan Utsmaniyah, Eropa, dan Rusia, bergabung dengan pasukan Liga Balkan yang berjumlah lebih dari 850.000 orang. Di bawah kepemimpinan Andranik Ozanian dan Garegin Nzhdeh, detasemen Armenia ditugaskan pertama-tama untuk menyerang pasukan Utsmaniyah di Momchilgrad, Komotini, dan sekitarnya, sebelum kemudian menyerang İpsala, Keşan, Malkara, dan Tekirdağ.

Serbia

Pasukan Serbia terdiri dari 255.000 orang, dari populasi sejumlah 2.912.000, dengan sekitar 228 artileri berat, yang dibagi ke dalam sepuluh divisi infanteri, dua brigade independen, dan satu divisi kavaleri, di bawah komando bekas menteri perang, Radomir Putnik. Komando Tinggi Serbia, dalam simulasi pertempuran sebelum perang, menyimpulkan bahwa pertempuran penting melawan Pasukan Vardar Utsmaniyah akan terjadi di sekitar Dataran Tinggi Ovče Pole, sebelum Skopje. Oleh karena itu, kekuatan utama Serbia dibagi ke dalam tiga Tentara yang akan bergerak menuju Skopje, dan satu divisi beserta satu brigade independen diarahkan untuk bekerja sama dengan pasukan Montenegro di Sanjak Novi Pazar.

Tentara Pertama (132.000 orang), menjadi kelompok terkuat yang dikomandoi oleh Putra Mahkota Alexander dan kepala staff Kolonel Petar Bojović. Tentara Pertama ini membentuk kekuatan tengah yang bertugas bergerak menuju Skopje. Tentara Kedua (74.000 orang) terdiri atas satu divisi Serbia dan satu divisi Bulgaria (Divisi Ketujuh Rila), dikomandoi oleh Jenderal Stepa Stepanović. Tentara ini menjadi sayap kiri seluruh pasukan dan bergerak menuju Stracin. Meskipun keterlibatan pasukan Bulgaria ini telah sesuai dengan kesepakatan sebelum perang antara Serbia dan Bulgaria, pasukan Bulgaria segera mengabaikan perintah Jenderal Stepanović saat perang dimulai, dan hanya mengikuti perintah Komando Tinggi Bulgaria. Tentara Ketiga (76.000 orang) dikomandoi oleh Jenderal Božidar Janković, dan ditugaskan untuk menjadi sayap kanan yang menginvasi Kosovo sebelum bergerak ke arah selatan untuk bergabung dengan Tentara lainnya di Ovče Polje. Terdapat dua konsentrasi pasukan lain di sepanjang perbatasan barat daya antara Serbia dan Austria-Hungaria: Pasukan Ibar (25.000 orang) di bawah Jenderal Mihailo Živković serta Brigade Javor (12.000 orang), di bawah Letnan Kolonel Milovoje Anđelković.

Yunani

Yunani, dengan populasi berjumlah 2.666.000 jiwa, dianggap sebagai yang terlemah di antaras ketiga anggota utama Liga Balkan. Hal ini dikarenakan Yunani mengerahkan pasukan dengan jumlah terkecil dan mengalami kekalahan melawan pasukan Utsmaniyah 16 tahun yang lalu dalam Perang Yunani-Turki tahun 1896. Salah satu diplomat Inggris pada tahun 1910 mengutarakan persepsi umum atas kemampuan pasukan Yunani: "Apabila terjadi peperangan, yang kemungkinan besar dapat kita lihat dari perwira Yunani selain berbicara adalah kabur dari medan perang." Namun demikian, Yunani merupakan satu-satunya negara Balkan yang memiliki angkatan laut yang cukup kompeten. Angkatan laut Yunani ini penting bagi Liga Balkan untuk mencegah bantuan pasukan tambahan Kesultanan Utsmaniyah dapat didatangkan menggunakan kapal dari Asia ke Eropa. Serbia dan Bulgaria juga memahami dan menjadikan hal tersebut sebagai faktor utama kedua negara tersebut melibatkan Yunani dalam Liga Balkan. Duta besar Yunani di Sofia menyatakan pada saat negosiasi bergabungnya Yunani ke Liga Balkan, "Yunani dapat menyediakan 600.000 orang dalam peperangan. 200.000 orang di medan perang, dan armada Yunani dapat mencegah 400.000 tentara Turki mendarat di antara Salonika dan Gallipoli."

Angkatan darat Yunani masih menjalani reorganisasi oleh misi militer Perancis yang tiba pada awal tahun 1911. Di bawah pengawasan Perancis, Yunani mengadopsi divisi infanteri trianguler sebagai formasi utama mereka, meskipun yang lebih penting, perubahan besar-besaran atas sistem mobilisasi memungkinkan Yunani untuk merekrut dan mempersenjatai tentara dalam jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan tahun 1897. Pengamat asing memperkirakan bahwa Yunani akan memobilisasi sekitar 50.000 tentara, namun pada faktanya Yunani berhasil mengumpulkan 125.000 tentara dengan 140.000 pasukan cadangan. Saat mobilisasi, seperti tahun 1897, pasukan Yunani dikelompokan ke dalam dua Tentara, yang mencerminkan pembagian geografis antara dua teater operasional yang terbuka bagi Yunani: Thessaly dan Epirus. Tentara Thessaly (Στρατιά Θεσσαλίας) ditempatkan dibawah komando Putra Mahkota Constantine, dengan kepala staff Letnan Jenderal Panagiotis Danglis. Tentara ini terdiri dari sebagian besar pasukan Yunani: tujuh divisi infanteri, satu resimen kavaleri, dan empat batalyon infanteri ringan independen Evzones, dengan jumlah berkisar 100.000 orang. Tentara Thessaly diharapkan dapat merebut posisi perkubuan di perbatasan Utsmaniyah dan merebut Thessaloniki dan Bitola. 10.000 hingga 13.000 orang sisanya dikelompokan ke dalam delapan batalyon dan ditugaskan ke Tentara Epirus (Στρατιά Ηπείρου) di bawah kepemimpinan Letnan Jenderal Konstantinos Sapountzakis. Mengingat jumlah pasukan yang kecil, dan diperkirakan tidak mampu merebut Ioannina, ibukota Epirus yang dijaga ketat, misi awal pasukan ini adalah untuk mengunci pasukan Utsmaniyah sampai pasukan bantuan dapat dikirimkan dari Tentara Thessaly sesudah tujuan operasi tercapai.

Angkatan laut Yunani relatif modern, diperkuat oleh pembelian sejumlah kapal baru dan reorganisasi di bawah supervisi misi Inggris. Misi Inggris memulai tugasnya pada Mei 1911 setelah diundang oleh Perdana Menteri Yunani Venizelos pada tahun 1910. Dipimpin oleh Laksamana Madya Lionel Grant Tufnell serta diberikan kewenangan khusus, misi Inggris berhasil melakukan reorganisasi menyeluruh atas Kementerian Angkatan Laut serta meningkatkan kuantitas serta kualitas latihan pengoperasian meriam dan manuver armada. Pada tahun 1912, kapal inti armada Yunani adalah kapal jelajah cepat berperisai Georgios Averof, yang selesai dibangun pada tahun 1910 dan menjadi kapal perang tercepat dan paling modern di angkatan laut kedua belah pihak. Kapal ini didampingi oleh tiga kapal tempur kelas Hydra yang relatif kuno. Selain itu, terdapat juga delapan kapal perusak yang dibangun tahun 1906-1907, serta enam kapal perusak baru yang secara tergesa-gesa dibeli pada musim panas tahun 1912 seiring perang tidak lagi terelakkan.

Terlepas seluruh perkembangan tersebut, armada Yunani masih jauh dari siap saat perang pecah. Armada tempur Kesultanan Utsmaniyah tetap memegang keunggulan dari segi jumlah kapal, kecepatan kapal-kapal permukaan utama, dan yang terpenting, jumlah serta kaliber meriam kapal. Selain perang pecah saat angkatan laut Yunani masih berada di tengah proses transformasi, sepertiga kapal armada Yunani (keenam kapal perusak baru dan kapal selam Delfin) baru tiba di Yunani setelah konflik dimulai. Hal ini memaksa angkatan laut Yunani untuk menukar kru kapal, yang mengakibatkan kru tidak familiar dengan kapal yang diawaki serta kurangnya pelatihan. Persediaan batu bara dan perlengkapan lain juga mengalami kekurangan, sehingga Georgios Averof pun tiba hanya dengan sedikit amunisi dan tidak terpasok dengan baik sampai akhir November.

Montenegro

Montenegro merupakan negara terkecil di Semenanjung Balkan, namun dalam beberapa tahun terakhir sebelum perang, Montenegro berhasil meningkatkan kemampuan militernya lewat dukungan Kekaisaran Rusia. Selain itu, Montenegro juga merupakan satu-satunya negara Balkan yang tidak pernah sepenuhnya ditaklukan oleh Kesultanan Utsmaniyah. Sebagai anggota terkecil dari Liga Balkan, Montenegro tidak punya banyak pengaruh. Namun, hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi Montenegro. Ketika Kesultanan Utsmaniyah berusaha bertahan melawan Serbia, Bulgaria, dan Yunani, Montenegro memiliki cukup waktu untuk mempersiapkan diri, sehingga membantu Montenegro mencapai tujuan militernya.

Kesultanan Utsmaniyah

Dikenal luas sebagai "orang sakit dari Eropa", pada tahun 1912 Kesultanan Utsmaniyah berada pada tahap akhir dari penurunan yang telah terjadi selama berabad-abad. Saat perang pecah, pasukan Utsmaniyah sangat rentan. Kesultanan Utsmaniyah sendiri memiliki populasi yang jauh lebih besar dibandingkan seluruh lawannya disatukan, yakni sekitar 26 juta jiwa. Namun demikian, hanya sekitar 6,1 juta jiwa hidup di sisa daerah Eropa Utsmaniyah, dengan populasi muslim hanya sejumlah 2,3 juta jiwa. Sebagian besar penduduk Eropa Utsmaniyah beragama Kristen Ortodoks, yang dianggap tidak layak untuk disertakan dalam wajib militer. Jaringan transportasi yang kurang baik di wilayah Utsmaniyah di Asia memastikan bahwa satu-satunya cara yang dapat diandalkan untuk memindahkan pasukan dalam jumlah besar ke front Eropa adalah melalui laut. Di laut, pasukan Utsmaniyah rentan diserang oleh armada Yunani yang bermarkas di Laut Aegea. Selain itu, pada tahun 1912, Kesultanan Utsmaniyah juga masih sibuk berperang melawan Italia yang pada tahun sebelumnya berhasil merebut Libya dan sedang menginvasi Kepulauan Dodekanisa. Walaupun Kesultanan Utsmaniyah dan Italia telah berdamai pada 15 Oktober 1912, beberapa hari sebelum pecahnya konflik di Balkan, perang berkepanjangan telah mencegah Utsmaniyah memperkuat posisinya di Balkan seiring dengan eskalasi permusuhan Utsmaniyah dengan negara-negara Balkan.

Kekuatan di Balkan

Kemampuan militer Utsmaniyah terganggu oleh beberapa faktor, seperti konflik internal akibat Revolusi Turki Muda dan kudeta kontra-revolusi beberapa bulan kemudian. Hal ini mengakibatkan terbentuknya beberapa kelompok yang saling berebut pengaruh di dalam struktur militer. Misi Jerman telah mencoba memberikan rekomendasi untuk mereorganisasi angkatan darat Utsmaniyah, namun rekomendasi tersebut belum sepenuhnya dijalankan. Angkatan dara Utsmaniyah sedang terjebak di tengah reformasi dan reorganisasi. Selain itu, beberapa batalyon terbaik Utsmaniyah telah ditugaskan ke Yaman untuk menghadapi pemberontakan yang sedang berlangsung. Pada musim panas 1912, Komando Tinggi Utsmaniyah memutuskan untuk membubarkan sekitar 70.000 pasukan yang telah dimobilisasi. Meskipun terdapat beberapa divisi tentara reguler (Nizam) yang dipersenjatai dan terlatih dengan baik, pasukan cadangan (Redif) sebagai perkuatan tidak dipersenjatai dengan baik, terutama dalam hal artileri, dan tidak terlatih dengan baik.

Situasi strategis Utsmaniyah cukup sulit, mengingat perbatasannya hampir tidak mungkin dipertahankan melawan serangan yang terkoordinasi oleh negara-negara Balkan. Kepemimpinan Utsmaniyah memutuskan untuk mempertahankan seluruh wilayah yang ada. Alhasil, pasukan yang tersedia (namun tidak dapat dipindah dari Asia karena kontrol Yunani yang kuat di laut dan kekurangan sistem rel Utsmaniyah), tersebar ke berbagai penjuru. Utsmaniyah gagal bertahan melawan pasukan Balkan yang termobilisasi dengan cepat. Kesultanan memiliki tiga Tentara di Eropa (Tentara Makedonia, Vardar, dan Trakia) yang dilengkapi 1.203 pucuk meriam tarik dan 1.115 meriam tetap di daerah perbentengan. Komando Tinggi Utsmaniyah mengulangi kesalahan dari perang-perang sebelumnya dengan mengabaikan struktur komando yang telah terbentuk dan membentuk komando atas yang baru, Tentara Timur dan Tentara Barat, mencerminkan pembagian teater operasi antara front Trakia (melawan Bulgaria) dan front Makedonia (melawan Yunani, Serbia dan Montenegro).

Tentara Barat terdiri setidaknya atas 200.000 orang, dan Tentara Timur menurunkan 115,000 orang melawan pasukan Bulgaria. Tentara Timur dipimpin oleh Nazim Pasha, terdiri dari sebelas divisi infanteri reguler, 13 divisi tentara cadangan, serta setidaknya satu divisi kavaleri yang dibagi ke dalam tujuh korps:

  • Korps I dengan tiga divisi (Divisi Infanteri Kedua (kurang resimen), Ketiga, dan Divisi Sementara Pertama).
  • Korps II dengan tiga divisi (Divisi Infanteri Keempat (kurang resimen), Kelima, dan Divisi Cadangan Uşak).
  • Korps III dengan empat divisi (Divisi Infanteri Ketujuh, Kedelapan, dan Kesembilan, semua kurang satu resimen, dan Divisi Cadangan Afyonkarahisar).
  • Korps IV dengan tiga divisi (Divisi Infanteri Kedua Belas (kurang resimen), Divisi Cadangan İzmit dan Bursa).
  • Korps XVII dengan tiga divisi (Divisi Cadangan Samsun, Ereğli, dan İzmir).
  • Area Perkubuan Edirne dengan enam divisi dan tambahan (Divisi Infanteri Kesepuluh, Kesebelas, Divisi Cadangan Edirne, Babaeski, dan Gümülcine, serta divisi Benteng, Resimen Senapan Keempat dan Resimen Kavaleri Kedua Belas).
  • Detasemen Kırcaali dengan dua divisi dan tambahan (Divisi Cadangan Kırcaali dan Kırcaali Mustahfız, serta Resimen Infanteri ke-36).
  • Divisi Kavaleri Independen dan Brigade Kavaleri Ringan Kelima.

Tentara Barat (Makedonia dan Vardar) terdiri atas 32 divisi infanteri dan dua divisi kavaleri yang dibagi ke dalam sepuluh korps. Untuk melawan pasukan Serbia, Utsmaniyah menerjunkan Tentara Vardar (bermarkas di Skopje) dipimpin oleh Halepli Zeki Pasha, dengan 18 divisi infanteri, satu divisi kavaleri, dan dua brigade kavaleri independen yang dibagi ke dalam lima korps:

  • Korps V dengan empat divisi (Divisi Infanteri Ketiga Belas, Kelima Belas, Keenam Belas, dan Divisi Cadangan İştip).
  • Korps VI dengan empat divisi (Divisi Infanteri Ketujuh Belas, Kedelapan Belas, Divisi Cadangan Manastır dan Drama).
  • Korps VII dengan tiga divisi (Divisi Infanteri Kesembilan Belas, Divisi Cadangan Üsküp dan Priştine).
  • Korps II dengan tiga divisi (Divisi Cadangan Uşak, Denizli dan İzmir).
  • Korps Sandžak dengan empat divisi (Divisi Infanteri Kedua Puluh (kurang resimen), Keenam Puluh, Divisi Cadangan Metroviça, Resimen Cadangan Taşlıca, serta Detasemen Firzovik dan Taslica).
  • Satu Divisi Kavaleri Independen disertai Brigade Kavaleri Ketujuh dan Kedelapan.

Tentara Makedonia (bermarkas di Thessaloniki di bawah Ali Rıza Pasha) terdiri dari 14 divisi yang terbagi dalam lima korps, berhadapan dengan Yunani, Bulgaria, dan Montenegro.

Melawan Yunani, setidak-tidaknya tujuh divisi diterjunkan:

  • Korps Sementara VIII dengan tiga divisi (Divisi Infanteri Ke-22, Divisi Cadangan Nasliç dan Aydın).
  • Korps Yanya dengan tiga divisi (Divisi Infanteri Ke-23, Divisi Cadangan Yanya, dan Divisi Benteng Bizani).
  • Divisi Cadangan Selanik dan Detasemen Karaburun sebagai unit independen.

Melawan Bulgaria di Makedonia Tenggara, dua divisi dari Korps Struma (Divisi Infanteri Keempat Belas dan Divisi Cadangan Serez, ditambah Detasemen Nevrekop) diterjunkan.

Melawan Montenegro, empat divisi dan beberapa tambahannya diterjunkan:

  • Korps İşkodra dengan dua divisi dan tambahan (Divisi Infanteri Ke-24, Divisi Cadangan Elbasan, dan pasukan wilayah Perbentengan İşkodra).
  • Detasemen İpek dengan dua divisi (Divisi Infanteri ke-21 dan Divisi Cadangan Prizren).

Berdasarkan rencana organisasi, meskipun pasukan Tentara Barat seharusnya terdiri dari 598.000 orang, mobilisasi yang lamban dan sistem rel yang tidak efisien secara drastis menurunkan jumlah pasukan yang tersedia. Menurut Staff Tentara Barat, ketika perang meletus, Tentara Barat hanya memiliki 200.000 orang tersedua. Meskipun perlahan para tentara mulai mencapai kesatuannya masing-masing, jatuhnya korban mencegah Tentara Barat mencapai kekuatan nominalnya/ Dalam waktu perang, Kesultanan Utsmaniyah telah berencana untuk menerjunkan lebih banyak pasukan dari Suriah, baik tentara reguler (Nizamiye) maupun tentara cadangan (Redif). Supremasi laut armada Yunani mencegah pasukan tambahan tersebut tiba, sehingga pasukan tersebut harus bergerak menggunakan jalur darat. Sebagian pasukan tersebut tidak pernah sampai ke Balkan.

Staf Umum Kesultanan Utsmaniyah, dibantu oleh misi militer Jerman, mengembangkan dua belas rencana perang yang dirancang untuk menangkal berbagai kombinasi lawan. Rencana Nomor Lima melawan Bulgaria, Yunani, Serbia, dan Montenegro, sangat canggih dan telah dikirimkan ke staf angkatan darat untuk mengembangkan rencana lokal masing-masing.

Angkatan Laut Kesultanan Utsmaniyah

Kinerja armada Ottoman pada Perang Yunani-Turki tahun 1897 sangat buruk, memaksa pemerintah Utsmaniyah untuk memulai perubahan drastis. Kapal-kapal yang lebih tua dipensiunkan, dan beberapa kapal baru dibeli, terutama dari Perancis dan Jerman. Selain itu, pada tahun 1908 pemerintah Utsmaniyah memanggil misi angkatan laut Inggris untuk meningkatkan pelatihan dan doktrin angkatan laut. Misi Inggris yang dikepalai Laksamana Sir Douglas Gamble, melihat tugas ini hampir mustahil. Pergolakan politik pasca Revolusi Turki Muda mencegah reformasi tersebut meluas.

Relawan Albania dan tentara tidak tetap di pasukan Utsmaniyah

Operasi

Teater Bulgaria

Serangan Bulgaria dan pergerakan ke Çatalca

Serangan balik Kesultanan Utsmaniyah

Jatuhnya Adrianopel dan gesekan Serbia-Bulgaria

Teater Yunani

Front Makedonia

Front Epirus

Operasi laut

Konsolidasi kendali Yunani atas Laut Aegea

Konfrontasi di Selat Dardanella

Teater Serbia dan Montenegro

Kekejaman dan kejahatan perang

Alasan kekalahan Utsmaniyah

Akibat

Perjanjian London mengakhiri Perang Balkan Pertama pada tanggal 30 Mei 1913. Seluruh wilayah Utsmaniyah di sebelah barat garis Enez-Kıyıköy diserahkan kepada Liga Balkan, sesuai dengan status quo pada saat gencatan senjata. Perjanjian itu juga mendeklarasikan Albania sebagai negara merdeka. Sebagian besar wilayah yang ditetapkan untuk pembentukan negara Albania baru diduduki oleh Serbia dan Yunani, yang dengan enggan menarik pasukan mereka. Karena perselisihan yang belum terselesaikan dengan Serbia mengenai pembagian Makedonia utara dan dengan Yunani atas Makedonia selatan, Bulgaria siap, jika diperlukan, untuk menyelesaikan masalah dengan kekerasan, dan mulai memindahkan militernya dari Thrace Timur ke wilayah yang disengketakan. Tidak mau menyerah pada tekanan apa pun, Yunani dan Serbia menyelesaikan perbedaan mereka dan menandatangani aliansi militer yang ditujukan melawan Bulgaria pada tanggal 1 Mei 1913, bahkan sebelum Perjanjian London ditandatangani. Hal ini segera diikuti dengan perjanjian "persahabatan dan perlindungan timbal balik" pada tanggal 19 Mei/1 Juni 1913. Hal ini memicu terjadinya Perang Balkan Kedua.

Kekuatan Besar

  • 120px-Occupied_territories_in_the_Balkans%2C_end_of_April_1913.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Serbia_montenegro_albania1913_01.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Referensi

  1. ↑ Hall 2000, hlm. 16
  2. ↑ Hall 2000, hlm. 18
  3. ↑ Erickson 2003, hlm. 70 harvnb error: tanpa target: CITEREFErickson2003 (bantuan)
  4. ↑ Erickson (2003), p. 69
  5. ↑ Erickson (2003), p. 52
  6. ↑ http://www.bulgarianartillery.it/Bulgarian%20Artillery%201/T_OOB/Troops%20losses_1912-13.htm
  7. ↑ Hellenic Army General staff: A concise history of the Balkan Wars, page 287, 1998.
  8. ↑ Βιβλίο εργασίας 3, Οι Βαλκανικοί Πόλεμοι, ΒΑΛΕΡΙ ΚΟΛΕΦ and ΧΡΙΣΤΙΝΑ ΚΟΥΛΟΥΡΗ, translation by ΙΟΥΛΙΑ ΠΕΝΤΑΖΟΥ, CDRSEE, Thessaloniki 2005, page 120,(Greek). Retrieved from http://www.cdsee.org
  9. 1 2 Erickson (2003), p. 329
  10. ↑ http://www.montenegrina.net/pages/pages1/istorija/cg_od_20vij_do_1_svj_rata/moji_memoari.htm
  11. ↑ "Balkan Savaşları ve Balkan Savaşları'nda Bulgaristan". www.academia.edu. Diakses tanggal 2026-10-15.
  12. ↑ Malcolm, Noel (1999). "Kosovo – A Short History". Verfassung in Recht und Übersee. 32 (3): 422–423. doi:10.5771/0506-7286-1999-3-422. ISSN 0506-7286.
  13. ↑ Jazexhi, Olsi. Ottomans into Illyrians: passages to nationhood in 20th century Albania. hlm. 86–89.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  14. 1 2 Hall, Richard C. (2000). The Balkan Wars, 1912–1913: Prelude to the First World War. London: Routledge. ISBN 0-415-22946-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  15. ↑ "The Ear Correspondence of Leon Trotsky: Hall" (1980). The Balkan Wars, 1912–13. hlm. 221.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  16. ↑ Fulle, Joseph Vincent (2005). Bismarck's Diplomacy at Its Zenith. hlm. 22.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  17. ↑ Dr. E.J. Dillon. The Project Gutenberg eBook of The Inside Story of the Peace Conference.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik Eropa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan