Selasa, 22 September 2026
08:32 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Pentet

Pentet

Pentet
250px-Loggerhead_Shrike_florida_RWD6.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lanius ludovicianus
Klasifikasi ilmiah
Domain:
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Superfamili:
Famili:
Laniidae

Genus
Artikel takson sembarang

Pentet, Bentet, atau, Cendet adalah sekelompok burung pengicau (ordo Passeriformes) dalam famili Laniidae. Keluarga burung ini terdiri dari 34 spesies dalam dua genus.

Nama keluarga dan genus terbesarnya yakni Lanius, berasal dari kata Latin untuk "tukang jagal", dan beberapa diantaranya juga dikenal sebagai burung jagal karena kebiasaannya, terutama burung jantan yang menusukan mangsanya ke duri tanaman dalam wilayahnya. Tempat penyimpanan makanan pejantannya memiliki fungsi untuk menarik perhatian betina dan sebagai tempat penyimpanan makanan.[1] Nama umum dalam bahasa Inggris yakni Shrike berasal dari bahasa Inggris Kuno scrīc, mengacu pada suara panggilannya yang mirip jeritan.[2]

Taksonomi

Burung ini diperkenalkan (sebagai subfamili Lanidia) pada tahun 1815 oleh seorang polimatik asal Prancis, Constantine Samuel Rafinesque. Jenis genus Lanius telah diperkenalkan oleh Carl Linnaeus pada tahun 1758.[3][4] Sebelumnya famili ini terdiri dari empat genus.[5] Sebuah studi filogenetik molekuler yang diterbitkan pada tahun 2023 menemukan bahwa burung dalam genus Eurocephalus lebih dekat hubungannya dengan burung gagak dalam famili Corvidae dibandingkan dengan Laniidae, dan disarankan agar genus Eurocephalus dipindahkan ke dalam familinya tersendiri yakni Eurocephalidae. Kladogram di bawah ini didasarkan pada hasil berikut:[6]

(Eurocephalidae)

Eurocephalus

Corvidae

24 genera

Deskripsi Fisik

Pentet adalah burung berukuran sedang dengan bulu berwarna abu-abu, coklat, atau hitam-putih. Kebanyakan spesies berukuran antara 16 cm dan 25 cm, tetapi pada genus Corvinella (sekarang merupakan bagian dari genus Lanius), panjangnya dat mencapai 50 cm. Paruhnya berbentuk kait seperti paruh burung pemangsa, mencerminkan sifat karnivora mereka. Suara mereka nyaring.

Distribusi, Migrasi, & Habitat

Sebagian besar spesiesnya tersebar di Eurasia dan Afrika, dengan hanya dua spesies yang berkembang biak di Amerika Utara (Lanius ludovicianus dan Lanius borealis). Tidak ada anggota keluarga ini yang terdapat di Amerika Selatan atau Australia, meskipun satu spesies mencapai Papua. Burung ini bervariasi dalam jangkauannya, dengan beberapa spesies seperti Lanius excubitor yang tersebar di belahan bumi utara, hingga Lanius newtoni yang terbatas pada Pulau São Tomé.[7]

Mereka mendiami habitat terbuka, terutama padang stepa dan sabana. Beberapa spesies burung pentet merupakan penghuni hutan dan jarang ditemukan di habitat terbuka. Beberapa spesies berkembang biak di garis lintang utara selama musim panas, kemudian bermigrasi ke daerah beriklim hangat selama musim dingin.

Perilaku

Burung pentet jantan dikenal karena kebiasaannya menangkap serangga dan vertebrata kecil lalu menusukkannya pada duri, dahan, paku pada pagar kawat berduri, atau benda tajam lainnya. Burung ini mempunyai tempat penyimpanan makanan, sehingga burung ini dapat kembali ke bagian yang belum dimakan di lain waktu.[8] Namun, fungsi utama dari menusuk mangsa pada tumbuhan berduri secara mencolok dianggap agar pejantan menunjukkan kebugarannya dan kualitas wilayah untuk calon pasangannya.[9] Perilaku menusuk mangsa meningkat selama awal musim kawin.[10] Pentet betina juga diketahui dapat menusuk mangsanya, tetapi terutama untuk membantu memotong-motong mangsanya.[11] Perilaku tersebut juga dapat berfungsi sebagai adaptasi terhadap memakan belalang pemalas timur. Burung ini menunggu 1–2 hari hingga racun di dalam belalang terurai sebelum memakannya.[12]

Pada spesies Lanius ludovicianus membunuh vertebrata dengan menggunakan paruhnya untuk mencengkeram atau menusuk leher, dan mengguncang mangsanya dengan keras.[13]

Pentet bersifat teritorial, dan wilayah ini dipertahankan dari pasangan lain. Pada spesies yang bermigrasi, wilayah berkembang biak dipertahankan di tempat berkembang biak dan wilayah makan yang lebih kecil ditetapkan selama migrasi dan di tempat musim dingin.[7] Jika terdapat beberapa spesies burung pentet yang hidup bersama, persaingan untuk mendapatkan wilayah bisa menjadi sangat ketat.

Burung ini secara teratur menggunakan tempat bertengger yang terbuka, di mana mereka mengambil posisi tegak yang mencolok. Tempat-tempat tersebut digunakan untuk mencari mangsa dan mengiklankan kehadiran mereka kepada pesaing.

Shrikes umumnya merupakan burung yang monogami, meskipun terdapat beberapa spesies yang poligini.[7] Pembiakan kooperatif, di mana burung yang lebih muda membantu induknya membesarkan generasi muda berikutnya, telah tercatat pada beberapa spesiesnya. Pejantan menarik betina ke wilayah mereka dengan tempat persembunyian yang lengkap, yang mungkin termasuk benda-benda yang tidak bisa dimakan tetapi berwarna cerah. Selama masa saling mengenal, pejantan melakukan tarian ritual yang mencakup tindakan meniru menusuk mangsa dengan duri, dan memberi makan betina. Burung pentet membuat sarang sederhana berbentuk cangkir dari ranting dan rerumputan di semak-semak dan di dahan bawah pohon.[8]

Referensi

  1. Jobling, James A (2010). The Helm Dictionary of Scientific Bird Names. London: Christopher Helm. hlm. 219. ISBN 978-1-4081-2501-4.
  2. "Shrike". Oxford English Dictionary (Edisi Online). Oxford University Press. (Subscription or participating institution membership required.)
  3. Rafinesque, Constantine Samuel (1815). Analyse de la nature ou, Tableau de l'univers et des corps organisés (dalam bahasa French). Palermo: Self-published. hlm. 67.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  4. Bock, Walter J. (1994). History and Nomenclature of Avian Family-Group Names. Bulletin of the American Museum of Natural History. Vol. Number 222. New York: American Museum of Natural History. hlm. 150, 252. hdl:2246/830.{{cite book}}: |volume= memiliki teks tambahan
  5. Gill, Frank; Donsker, David; Rasmussen, Pamela, ed. (Juli 2023). "Shrikes, vireos, shrike-babblers". IOC World Bird List Version 13.2. International Ornithologists' Union. Diakses tanggal 23 Juli 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. McCullough, J.M.; Hruska, J.P.; Oliveros, C.H.; Moyle, R.G.; Andersen, M.J. (2023). "Ultraconserved elements support the elevation of a new avian family, Eurocephalidae, the white-crowned shrikes". Ornithology. 140 (3): ukad025. doi:10.1093/ornithology/ukad025.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  7. 1 2 3 Yosef, Reuven (2008). "Family Laniidae (Shrikes)". Dalam Josep, del Hoyo; Andrew, Elliott; David, Christie (ed.). Handbook of the Birds of the World. Volume 13, Penduline-tits to Shrikes. Barcelona: Lynx Edicions. hlm. 732–773. ISBN 978-84-96553-45-3.
  8. 1 2 Clancey, P.A. (1991). Forshaw, Joseph (ed.). Encyclopaedia of Animals: Birds. London: Merehurst Press. hlm. 180. ISBN 1-85391-186-0.
  9. Golawski, A.; Mroz, E.; Golawska, S. (2020). "The function of food storing in shrikes: the importance of larders for the condition of females and during inclement weather". The European Zoological Journal (dalam bahasa Inggris). 87 (1): 282–293. doi:10.1080/24750263.2020.1769208. ISSN 2475-0263.
  10. Yosef, Reuven; Pinshow, Berry (1989). "Cache Size in Shrikes Influences Female Mate Choice and Reproductive Success". The Auk. 106 (3): 418–421. ISSN 0004-8038. JSTOR 4087861.
  11. Ash, J.S. (1970). "Observations on a decreasing population of Red-backed Shrikes" (PDF). British Birds. 63 (5): 185=2–5.
  12. Yosef, Reuven; Whitman, Douglas W. (1992). "Predator exaptations and defensive adaptations in evolutionary balance: No defence is perfect". Evolutionary Ecology. 6 (6): 527–536. doi:10.1007/BF02270696. S2CID 23312866.
  13. Sustaita, Diego; Rubega, Margaret A.; Farabaugh, Susan M. (2018). "Come on baby, let's do the twist: the kinematics of killing in loggerhead shrikes". Biology Letters. 14 (9). doi:10.1098/rsbl.2018.0321. PMC 6170751. PMID 30185607.
Genera Corvides beserta kerabat punah mereka
Campephagidae
Cinclosomatidae
Eulacestomatidae
Falcunculidae
Mohouidae
Neosittidae
Oreoicidae
Oriolidae
Pachycephalidae
Paramythiidae
Psophodidae
Malaconotoidea
    • See below ↓
Corvoidea
    • See below ↓
Turnagra Campochaera sloetii
Aegithinidae
Artamidae
Artaminae
Craticinae
Peltopsinae
Machaerirhynchidae
Malaconotidae
Pityriasidae
Platysteiridae
Rhagologidae
Vangidae
Malaconotus monteiri Machaerirhynchus nigripectus
Corcoracidae
Corvidae
Dicruridae
Ifritidae
Laniidae
Melampittidae
Monarchidae
Monarchinae
Terpsiphoninae
Paradisaeidae
Platylophidae
Rhipiduridae
Lamproliinae
Rhipidurinae
Vireonidae
Paradisaea minor

Seleucidis melanoleuca Nucifraga caryocatactes

Corvus corax
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan