Rabu, 28 Oktober 2026
06:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Pengepungan Drepana

Pengepungan Drepana

Pengepungan pada Perang Punik I (249-241 SM)

Bagikan:
250px-Aegadian_Islands_map.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lokasi Drepana (saat ini Trapani) dan Kepulauan Aegadia

Pengepungan Drepana, terjadi sekitar tahun 249–241 SM, selama berlangsungnya Perang Punik I.

Drepana (saat ini Trapani) dan Lilybaeum (sekarang Marsala) adalah dua benteng maritim Kartago di ujung barat Sisilia di bawah serangan Romawi dalam waktu yang berkepanjangan. Pada awal pengepungan, kemenangan pasukan maritim Kartago atas Republik Romawi dalam Pertempuran Drepana menghancurkan blokade pasukan maritim Romawi dan memungkinkan Kartago memberikan bantuan untuk dua pelabuhan yang terkepung melalui laut. Akses darat ke Drepana dibatasi oleh keberadaan Gunung Eryx. Sehingga akses menuju darat ke Drepana diperebutkan oleh kedua pasukan yang berakhir dengan kemenangan Romawi.

Pada 241 SM, di bawah Gaius Lutatius Catulus, Romawi telah membangun kembali armada maritimnya dan mengintensifikasikan pengepungan Drepana yang memaksa orang-orang Kartago untuk mengirimkan armadanya untuk mendukung kota.[1] Lalu Armada dari Kartago dicegat dan dihancurkan oleh armada Romawi yang baru dibangun dalam Pertempuran Kepulauan Aegates, yang menyebabkan berakhirnya Perang Punik I.

Referensi

  1. ↑ Dillon, Matthew; Garland, Lynda (2005). Ancient Rome: From the Early Republic to the Assassination of Julius Caesar. London: Routledge. hlm. 190. ISBN 0-415-22458-6.

38°01′00″N 12°31′00″E / 38.0167°N 12.5167°E / 38.0167; 12.5167

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Perang Punik I
120px-Hannibal_Slodtz_Louvre_MR2093.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perang Laskar Sewaan
Perang Punik II
Perang Punik III
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan