Selasa, 03 November 2026
00:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Pertempuran Drepana

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Pertempuran Drepana
Bagian dari Perang Punik I
Tanggal249 SM
Lokasi
Lepas pantai Drepana (kini Trapani), Sisilia
38°00′36″N 12°30′18″E / 38.01000°N 12.50500°E / 38.01000; 12.50500
Hasil Kemenangan Kartago
Pihak yang terlibat
Carthage standard Kartago 20px-Vexilloid_of_the_Roman_Empire.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Republik Romawi
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Adherbal Publius Claudius Pulcher
Kekuatan
100–130 kapal Setidaknya 123 kapal
Korban jiwa dan kerugian
Tidak ada yang tercatat
  • 93 kapal direbut
  • Tidak diketahui jumlah kapal yang tenggelam
  • 20.000 orang tewas atau ditangkap

Pertempuran Drepana (atau Drepanum) adalah pertempuran laut yang berlangsung pada tahun 249 SM di dekat Drepana (kini Trapani) di Pulau Sisilia barat pada saat meletusnya Perang Punik I. Pertempuran ini melibatkan armada Kartago di bawah pimpinan Adherbal melawan armada Republik Romawi yang dikepalai oleh Publius Claudius Pulcher.

Ketika Pulcher tengah memblokade benteng Kartago di Lilybaeum (kini Marsala), ia memutuskan untuk menyerang armada Kartago yang tengah berada di pelabuhan kota Drepana yang terletak tidak jauh dari benteng tersebut. Armada Romawi berlayar pada malam hari untuk melancarkan serangan kejutan, tetapi mereka malah terpencar di tengah kegelapan malam. Adherbal berhasil memimpin armadanya ke laut sebelum sempat diperangkap di pelabuhan oleh armada Romawi; setelah mendapatkan cukup ruang untuk bermanuver, Adherbal melancarkan serangan balasan. Armada Romawi terjepit di kawasan pesisir, dan setelah pertempuran selama satu hari, armada Romawi berhasil dikalahkan oleh kapal-kapal Kartago yang lebih memiliki banyak ruang untuk bergerak dan juga yang memiliki awak-awak yang lebih terlatih. Dengan ini Kartago berhasil memperoleh kemenangan pertempuran laut terbesarnya selama Perang Punik I; seusai Pertempuran Drepana, Kartago dapat terus melancarkan serangan laut, tetapi mereka tidak mampu mengusir Romawi dari perairan. Dibutuhkan waktu tujuh tahun sebelum Romawi dapat menggalang armada yang besar untuk menantang Kartago, sementara Kartago mencadangkan sebagian besar kapalnya untuk menghemat biaya dan juga agar sumber daya manusianya dapat dialihkan ke medan lain.

Daftar pustaka

  • Meijer, Fik (1986). A History of Seafaring in the Classical World. London; Sydney: Croom and Helm. ISBN 978-0-7099-3565-0.
  • Rankov, Boris (2011). "A War of Phases: Strategies and Stalemates". Dalam Hoyos, Dexter (ed.). A Companion to the Punic Wars. Oxford: Wiley-Blackwell. hlm. 149–166. ISBN 978-1-4051-7600-2.
  • Royal, Jeffrey G.; Tusa, Sebastiano, ed. (2019). The Site of the Battle of the Aegates Islands at the End of the First Punic War. Fieldwork, Analyses and Perspectives, 2005–2015. Bibliotheca Archaeologica. Vol. 60. Rome: L'Erma di Bretschneider. ISBN 978-88-913-1835-0.
  • de Souza, Philip (2008). "Naval Forces". Dalam Sabin, Philip; van Wees, Hans & Whitby, Michael (ed.). The Cambridge History of Greek and Roman Warfare, Volume 1: Greece, the Hellenistic World and the Rise of Rome. Cambridge: Cambridge University Press. hlm. 357–367. ISBN 978-0-521-85779-6.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan