Senin, 02 November 2026
17:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Pengeboman bus Poso 2004

Bagikan:
Pengeboman bus Poso 2004
LokasiIndonesia Poso, Sulawesi Tengah, Indonesia
Tanggal13 November 2004
09:15 atau 09:20 (WITA)
SasaranMinibus yang diparkir di pasar kota Poso
Jenis serangan
Ledakan bom
Tewas6 orang
Luka3 orang
PelakuKemungkinan besar Militan Islam lokal
40px-Emblem_of_the_Papacy_SE.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian dari sebuah serial tentang
Penganiayaan terhadap
Gereja Katolik
di era modern
icon PortalKatolik

Pengeboman bus Poso 2004 adalah serangan yang terjadi di Sulawesi Tengah, Indonesia, pada 13 November 2004. Serangan ini menargetkan sebuah bus yang melakukan perjalanan menuju ke desa yang mayoritas penduduknya beragama Kristen, Silanca. Bom yang berjenis bahan peledak yang disempurnakan ini, meledak pada pukul 09:15 WITA, saat minibus ini sedang berhenti di pasar kota Poso.[1] Enam orang tewas dan tiga lainnya terluka karena ledakan.[2][3] Saksi kemudian melaporkan bahwa ada tiga orang yang terlibat dalam serangan ini. Dua orang tersangka ditahan, tetapi kemudian dibebaskan.[2][3]

Serangan

Berdasarkan laporan polisi, saksi melihat tiga orang yang bekerja sama untuk meletakkan sebuah benda misterius di dalam minibus yang parkir dekat dengan pasar tradisional (juga berjarak 50 meter dari kantor polisi) di Poso, kemudian mereka pergi.[1][4][4] Seorang pria menanam bahan tersebut, sementara dua orang wanita bertugas sebagai pengintai.[5] Benda tersebut, yang rupanya merupakan bahan peledak, meledak sekitar pukul 09:15 WITA, membunuh tiga penumpang yang diketahui beragama Protestan dengan seketika, sedangkan tiga orang yang lain meninggal karena luka yang cukup parah di rumah sakit;[1] mereka melakukan perjalanan dari desa asal mereka yang didominasi oleh agama Kristen, Sepe menuju kota kecil terdekat Tentena.[3] Waktu penyerangan bertepatan dengan jam sibuk di pasar untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri yang akan digelar minggu depan.[4]

Motif penyerangan tidak diketahui. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia, Widodo Adi Sutjipto mendeskripsikan serangan ini sebagai tindakan terorisme, yang didahului oleh banyak serangan lain dalam setahun sebelum serangan yang menyebabkan 25 orang tewas.[5] Pada 19 November 2004, dua tersangka pria ditangkap atas serangan ini[5] setelah pelarian dua orang ini dari lokasi pada saat kejadian. Pada akhirnya, dua orang ini dilepaskan tanpa dijerat hukuman.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 "Bomb kills five in Indonesia". The Age. Associated Press. 13 November 2004. Diakses tanggal 23 Juli 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Sangadji, Ruslan (21 November 2004). "Two Poso men released, no link to terror bomb found". The Jakarta Post. Diakses tanggal 23 Juli 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 "Bomb against minibus in Poso, two young men detained". Asia News. 19 November 2004. Diakses tanggal 23 Juli 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 Nirang, Grace (13 November 2004). "Bomb in Central Indonesia's Sulawesi Kills Three, Police Says". Bloomberg. Diakses tanggal 23 Juli 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 "Indonesia nabs two bomb suspects". New Straits Times. AFP. 20 November 2004. Diakses tanggal 23 Juli 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan