Minggu, 20 September 2026
17:06 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Pengeboman Oklahoma City

Pengeboman Oklahoma City

serangan teroris tahun 1995 di Amerika Serikat

Pengeboman Kota Oklahoma
Se
Gedung Federal Alfred P. Murrah dua hari setelah pengeboman, dilihat dari seberang tempat parkir yang berdekatan
osm-intl,6,35.472888888889,-97.516944444444,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pengeboman_Oklahoma_City&revid=28059764&groups=_731b094637051b0c8629cbb6826c5f2fd9bcf783&parser=parsoid
Lokasi35°28′22.4″N 97°31′01″W / 35.472889°N 97.51694°W / 35.472889; -97.51694
Alfred P. Murrah Federal Building, Kota Oklahoma, U.S.
TanggalApril 19, 1995
9:02 a.m. CST (UTC–5)
Jenis serangan
Bom truk Pembunuhan massal
SenjataANFO Pupuk Bom Truk
Tewas168
Luka680
PelakuTimothy McVeigh, Terry Nichols,
MotifPembalasan untuk Waco Siege dan Ruby Ridge

Pengeboman Oklahoma City adalah sebuah serangan teroris di mana Gedung Federal Alfred P. Murrah, sebuah kompleks perkantoran pemerintah AS di pusat kota Oklahoma City, Oklahoma dihancurkan, menewaskan 168 orang. Kasus ini adalah serangan teroris domestik terbesar kedua dalam sejarah Amerika Serikat.

Bom tersebut, yang diletakkan dalam sebuah truk sewaan, diledakkan di jalan di depan gedung tersebut pada 19 April 1995 pukul 9:02 pagi waktu setempat. Bom mobil tersebut berisi 2.300 kg bahan peledak, dibuat dari amonium nitrat, sejenis pupuk yang digunakan dalam pertanian, dan nitrometana, sejenis bahan bakar untuk mobil balap. Pelakunya adalah Timothy McVeigh, seorang veteran Perang Teluk, dan Terry Nichols. yang ditangkap sejam setelah kejadian tersebut setelah secara kebetulan ditangkap polisi karena mobilnya tidak mempunyai plat kendaraan.

Menurut pemerintah AS, motif peledakan tersebut adalah untuk membalaskan dendam bagi kelompok Ranting Daud di Waco, Texas, yang menurut McVeigh telah dibunuh oleh agen-agen pemerintah federal. McVeigh mengundang komposer California David Woodard untuk memainkan musik massal pra-requiem pada malam eksekusinya.[1] McVeigh akhirnya dihukum mati dengan suntikan mati di Indiana pada 11 Juni 2001.

Lihat pula

  • The Turner Diaries - sebuah buku berbau rasisme yang dikatakan merupakan ilham tindakan teroris ini

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan