Kamis, 29 Oktober 2026
11:41 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Pembantaian Shanghai

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang pembantaian 1927. Untuk pembantaian 1925, lihat Gerakan Tiga Belas Mei.
Pembantaian Shanghai
Bagian dari Perang Saudara Tiongkok
Tanggal12 April 1927
Lokasi
Hasil Permulaan Partai Komunis Tiongkok
Pihak yang terlibat
Bendera KuomintangKuomintang (KMT)
40px-Flag_of_the_Republic_of_China_Army.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Tentara Revolusioner Rakyat (National Revolutionary Army, NRA)
Geng Hijau dan geng-geng Shanghai lainnya
Bendera Partai Komunis ChinaPartai Komunis Tiongkok (PKT)
Militia serikat buruh Shanghai
Pemimpin atau tokoh terkemuka
40px-Flag_of_the_Republic_of_China_Army.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Chiang Kai-shek, Kepala Komandan NRA Commander-in-Chief
40px-Flag_of_the_Republic_of_China_Army.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Bai Chongxi, komandan KMT
Du Yuesheng, pemimpin Geng Hijau
Chen Duxiu, sekjen PKT
Zhou Enlai
Kekuatan
sekitar 5,000 prajurit Divisi ke-2 dari Angkatan Darat ke-26 & anggota berbagai geng ribuan buruh
Korban jiwa dan kerugian
minimal 300–5,000 tewas
Pertempuran utama dalam huruf tebal
Pemberontakan
Panen Musim Gugur
Baise
Guangzhou
Nanchang
Kampanye Pengepungan
Pertama
Jiangxi
Hubei-Henan-Anhui
Honghu
Hubei-Henan-Shaanxi
Shaanxi-Gansu Soviet
Kedua
Jiangxi
Hubei-Henan-Anhui
Honghu
Hubei-Henan-Shaanxi
Shaanxi-Gansu Soviet
Ketiga
Jiangxi
Hubei-Henan-Anhui
Honghu
Hubei-Henan-Shaanxi
Shaanxi-Gansu Soviet
Keempat
Jiangxi
Hubei-Henan-Anhui
Honghu Soviet
Kelima
v. Jiangxi Soviet
Hubei-Henan-Anhui
Jeda
Penekanan terhadap Bandit
Tiongkok Utara
Tiongkok Tengah dan Selatan
Tiongkok Timur
Dabieshan
Tiongkok BL
Wupin
Tiongkok Barat Daya
Longquan
Guangdong Utara
Guizhou Timur Laut
Hunan-Hubei-Sichuan
Hunan Barat
Shiwandashan
Liuwandashan
Guangxi Barat
Kampanye pulau
Quemoy
Denbu
Nan'ao
Pulau Hainan
Dongshan
Wanshan
Nanpeng
Nanri
Nanpeng
Dalushan
Dongshan
Yijiangshan
Dachen
Dong-Yin

Pembantaian Shanghai 12 April 1927, juga disebut Insiden 12 April, adalah penindasan kekerasan terhadap organisasi-organisasi Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Shanghai oleh pasukan militer Chiang Kai-shek dan faksi-faksi konservatif dalam Kuomintang (Partai Nasionalis atau KMT). Setelah peristiwa tersebut, unsur-unsur KMT konservatif mengadakan pembersihan komunis berskala besar di seluruh wilayah di bawah kekuasaan mereka, dan bahkan penindasan yang makin keras yang terjadi di kota-kota seperti Guangzhou dan Changsha.[1] Pembersihan berujung pada perpecahan terbuka antara sayap kiri dan kanan KMT, dengan Chiang Kai-shek menjadikan dirinya sendiri sebagai pemimpin sayap kanan di Nanjing berlawanan dengan pemerintahan KMT sayap kiri asli pimpinan Wang Jingwei di Wuhan.

Referensi

Kutipan

  1. ↑ Wilbur, Nationalist Revolution 114

Sumber

Bacaan tambahan

Pranala luar

Cari tahu mengenai Pembantaian Shanghai pada proyek-proyek Wikimedia lainnya:
Definisi dan terjemahan dari Wiktionary
Gambar dan media dari Commons
Berita dari Wikinews
Kutipan dari Wikiquote
Teks sumber dari Wikisource
Buku dari Wikibuku
Pra-1945Pasca-1945Isu-isu saat ini
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan