Senin, 19 Oktober 2026
00:16 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Kudeta Kanton

Kudeta Kanton

Bagikan:
Kudeta Kanton

250px-ZhongShanJian.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Zhongshan mengeluarkan uap
Insiden Zhongshan
Hanzi tradisional: 中山艦事件
Hanzi sederhana: 中山舰事件
Makna literal: Insiden Kapal Perang Zhongshan
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Zhōngshān Jiàn Shìjiàn
250px-Chiang1926.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Chiang Kai-shek memimpin Ekspedisi Utara tahun 1926.
250px-CC-20060916-%E6%B0%B8%E8%B1%90%E8%89%A6.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah model dari Zhongshan.
250px-Zhongshan_Warship_Museum.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Musem Kapal Perang Zhongshan di Wuhan.
250px-Zhongshan_Warship_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kapal perang yang diperbaiki.

Kudeta Kanton[1] tanggal 20 Maret 1926, juga dikenal sebagai Insiden Zhongshan[2] atau Insiden 20 Maret,[3] adalah pembersihan unsur Komunis dalm Tentara Nasionalis di Guangzhou (saat itu diromanisasi sebagai "Kanton") yang dilakukan oleh Chiang Kai-shek. Insiden ini memperkukuh kekuasaan Chiang segera sebelum Ekspedisi Utara yang berhasil, mengubahnya menjadi pemimpin puncak negara ini.

Sejarah

Latar belakang

Pada saat terjadinya insiden ini, partai Nasionalis dan Komunis Tiongkok bekerja sama sebagai bagian dari Front Persatuan Pertama, bersekutu melawan para panglima perang lokal yang membagi-bagi negara ini menjadi wilayah-wilayah fief. Uni Soviet bekerja sama dengan kedua kelompok ini dan secara khusus membiayai Akademi Militer Whampoa di Guangzhou. Uni Soviet telah membantu Sun Yat-sen dalam mendapatkan kembali penguasaan atas Guangdong; setelah kematiannya akibat kanker pada tahun 1925, Nasionalis memulai pergumulan kepemimpinan yang berkepanjangan yang mencakup perang antarprovinsi. Pembunuhan Liao Zhongkai menyebabkan pemecatan Hu Hanmin dan promosi Chiang Kai-shek, komandan akademi militer saat itu, menjadi komandan Tentara Revolusioner Nasional. Ada rencana untuk serangan utara terhadap para panglima perang, tetapi kepemimpinan tetap masih terbagi—terutama antara sayap kanan Chiang dan sayap kiri Wang Jingwei. Dengan dukungan dari Soviet dan Komunis, sayap kiri tampak berpengaruh: Hu mengatakan tujuan akhir Nasionalis adalah sosialisme dan konferensi partai Januari 1926 telah menempatkan Komunis di jabatan-jabatan strategis dan partai itu tampaknya "hampir sepenuhnya di bawah kontrol golongan sayap kiri".[2]

Insiden

500px-Canton1920_d006_map_of_the_city.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Guangzhou ("Kanton") pada tahun 1920-an.

Kapal pertahanan pantai SS Yongfeng telah diganti namanya menjadi SS Zhongshan (diromanisasi pada saat itu sebagai Chung Shan) untuk menghormati Sun Yat-sen[n 1] setelah kematiannya. Ini merupakan kapal yang paling kuat dalam angkatan laut Nasionalis.[3] Kaptennya, Li Zhilong, adalah seorang Komunis, yang bekerja bersama seorang penasihat angkatan laut Soviet.[1] Mereka telah memindahkan kapal perangnya ke Guangzhou untuk mendukung pemberontakan di daerah itu, yang mengkhawatirkan bagi kaum Nasionalis.[1] Pada malam 18/19 Maret kapal ini tiba-tiba pindah dari Guangzhou ke pelabuhan dekat Changzhou ("Pulau Denmark").[3] Kemudian kapal ini berlayar pulang pada keesokan harinya.[4]

Lihat juga

Catatan

  1. ↑ Di antara sekian banyak nama Sun Yat-sen, "Zhongshan" adalah nama dia yang paling populer di Tiongkok.

Referensi

Kutipan

Sumber

Pranala luar

Pra-1945Pasca-1945Isu-isu saat ini
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan