Sabtu, 26 September 2026
21:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Pefloksasin

Pefloksasin

senyawa kimia

Pefloksasin
250px-Pefloxacin.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Data klinis
Nama dagangDexaflox, Noflexin
Kode ATC
Data farmakokinetika
Bioavailabilitas100%
Pengikatan protein20–30%
MetabolismeHati
Waktu paruh eliminasi8,6 jam
EkskresiSebagian besar ginjal, juga empedu
Pengenal
  • Asam 1-etil-6-fluoro-7-(4-metilpiperazin-1-il)-4-okso-kuinolina-3-karboksilat
Nomor CAS
PubChem CID
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEBI
ChEMBL
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.067.807 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC17H20FN3O3
Massa molar333,36 g·mol−1
Model 3D (JSmol)
  • O=C(O)\C2=C\N(c1cc(c(F)cc1C2=O)N3CCN(C)CC3)CC
  • InChI=1S/C17H20FN3O3/c1-3-20-10-12(17(23)24)16(22)11-8-13(18)15(9-14(11)20)21-6-4-19(2)5-7-21/h8-10H,3-7H2,1-2H3,(H,23,24) checkY
  • Key:FHFYDNQZQSQIAI-UHFFFAOYSA-N checkY
  (verify)

Pefloksasin adalah antibiotik kuinolon yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Pefloksasin belum disetujui untuk digunakan di Amerika Serikat.

Sejarah

Pefloksasin dikembangkan pada tahun 1979 dan disetujui di Prancis untuk penggunaan manusia pada tahun 1985.[1]

Penggunaan berlisensi

  • Uretritis gonokokus tanpa komplikasi pada pria.[2]
  • Infeksi bakteri pada sistem gastrointestinal.[2]
  • Infeksi saluran genitourinari.[2]
  • Gonore, namun penggunaan ini tidak lagi efektif karena resistensi bakteri.[3]

Pefloksasin semakin banyak digunakan sebagai obat hewan untuk mengobati infeksi mikroba.[4]

Cara kerja

Pefloksasin adalah antibiotik spektrum luas yang aktif terhadap bakteri Gram-positif dan Gram-negatif. Ia berfungsi dengan menghambat DNA girase, topoisomerase tipe II, dan topoisomerase IV,[5] yang merupakan enzim yang diperlukan untuk memisahkan DNA yang direplikasi, sehingga menghambat pembelahan sel.

Efek samping

Tendinitis dan ruptur, biasanya pada tendon Achilles, adalah efek samping yang paling sering dilaporkan pada penggunaan pefloksasin.[6] Perkiraan risiko kerusakan tendon selama terapi pefloksasin telah diperkirakan oleh otoritas Prancis pada tahun 2000 sebesar 1 kasus per 23.130 hari pengobatan dibandingkan dengan siprofloksasin yang diperkirakan sebesar 1 kasus per 779.600.[7]

Referensi

  1. ↑ Generics (UK) Limited v. Daiichi Pharmaceutical Co. Ltd & Daiichi Sankyo Co. Ltd,, 2016-07-13 (EWHC15 October 2008).
  2. 1 2 3 "Reasons for prescribing Pefloxacin". pefloxacin.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-05.
  3. ↑ Centers for Disease Control and Prevention (CDC) (April 2007). "Update to CDC's sexually transmitted diseases treatment guidelines, 2006: fluoroquinolones no longer recommended for treatment of gonococcal infections". MMWR Morb. Mortal. Wkly. Rep. 56 (14): 332–6. PMID 17431378.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Alternative uses for Pefloxacin". pefloxacin.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-06-17.
  5. ↑ Drlica K, Zhao X (1 September 1997). "DNA gyrase, topoisomerase IV, and the 4-quinolones". Microbiol Mol Biol Rev. 61 (3): 377–92. doi:10.1128/mmbr.61.3.377-392.1997. PMC 232616. PMID 9293187.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Khaliq Y, Zhanel GG (Oktober 2005). "Musculoskeletal injury associated with fluoroquinolone antibiotics". Clin Plast Surg. 32 (4): 495–502, vi. doi:10.1016/j.cps.2005.05.004. PMID 16139623.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Casparian JM, Luchi M, Moffat RE, Hinthorn D (Mei 2000). "Quinolones and tendon ruptures". South. Med. J. 93 (5): 488–91. doi:10.1097/00007611-200093050-00008. PMID 10832946.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan