Sabtu, 07 November 2026
10:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Telaah sejawat

Telaah sejawat

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Telaah sejawat akademik.
250px-ScientificReview.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang mitra bestari sedang menelaah proposal dana penelitian

Telaah sejawat[1] (bahasa Inggris:peer review) adalah proses peninjauan atas mutu suatu karya tulis ilmiah oleh pakar lain di bidang yang bersesuaian. Setelah seorang peneliti menyelesaikan sebuah proyek penelitian, ia biasanya akan mengirimkan hasil penelitian tersebut dalam bentuk manuskrip untuk diterbitkan secara resmi di jurnal ilmiah.

Orang yang melakukan penelaahan ini disebut penelaah sejawat atau mitra bestari[2](peer reviewer), sedangkan peneliti yang mengirim naskah disebut petelaah sejawat (peer reviewee). Seorang peneliti mengirimkan karyanya kepada para ahli lain di bidangnya. Misalnya, seorang peneliti biologi yang mempelajari migrasi burung menyampaikan penelitiannya kepada rekan-rekan ilmuwan lainnya yang memiliki pengetahuan cukup tentang ruaya burung.

Penelaahan sejawat bertujuan untuk membuat penelitian memenuhi standar disiplin ilmiah dan standar keilmuan pada umumnya. Publikasi dan penghargaan yang tidak melalui telaah sejawat kemungkinan akan dicurigai oleh akademisi dan profesional pada bidangnya. Bahkan jurnal ilmiah kadang ditemukan mengandung kesalahan, penipuan (fraud), termasuk dalam kategori jurnal predator (predatory publishing) dan berbagai jenis cedera hukum lainnya yang dapat mengurangi nama baik penerbitan ilmiah.

Proses telaah sejawat diawali ketika seorang peneliti mengirim naskah hasil penelitian ke penerbit jurnal ilmiah. Pihak redaktur jurnal kemudian melakukan proses telaah prinsip seperti kesesuaian dengan naskah jurnal, standar redaksional dan implikasi dari hasil penelitian tersebut. Jika redaktur menyetujui maka langkah selanjutnya mengirim naskah ke ilmuwan lain yang menguasai bidang tersebut. Pada tahap inilah sistem telaah sejawat dilakukan.[3]

Hal-hal yang ditelaah oleh penelaah sejawat berkisar tentang keabsahan, kesalahan (istilah maupun tata cara), rancangan percobaan, dan metodologi yang digunakan oleh penelitian yang dilaporkan. Tercakup juga adalah signifikansi dan pentingnya temuan, originalitas dan implikasi di lapangan hingga rujukan yang hilang atau tidak akurat. Proses ini biasanya memakan waktu dua sampai empat minggu, kemudian tim memberi anjuran kepada pihak penerbit jurnal. Redaktur jurnal tidak wajib mengindahkan anjuran ini, tetapi hampir semua penerbit jurnal melakukannya.

Selain untuk kepentingan penerbitan di jurnal ilmiah, sistem peer review juga terjadi pada awal sebuah proyek penelitian ketika ilmuwan mengajukan proposal penelitian untuk dana penaja penelitian. Pembuat keputusan adalah badan pendanaan yang memutuskan pemberian hibah penelitian didasarkan pada ulasan yang diberikan oleh wasit.[4]

Referensi

  1. ↑ "Penelaah sejawat". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  2. ↑ "Mitra bestari". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  3. ↑ (Indonesia) "Proses Laporan Penelitian Peer-Reviewed Terbit". Tutorial Laporan Penelitian. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-11-13. Diakses tanggal 2014-10-05.
  4. ↑ (Indonesia) "Kedudukan Sistem Peer Review Dalam Karier Ilmuwan". Tutorial Laporan Penelitian. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-10-06. Diakses tanggal 2014-10-05.
Ikon rintisan

Artikel bertopik ilmu pengetahuan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan