Minggu, 27 September 2026
19:23 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Parijata

Parijata

spesies tumbuhan

Parijata
250px-Melastomataceae_-_Medinilla_speciosa-2.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tandan buah beri Medinilla speciosa
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Myrtales
Famili: Melastomataceae
Genus: Medinilla
Spesies:
M. speciosa
Nama binomial
Medinilla speciosa
Sinonim
  • Medinilla speciosa var. genuina Hochr., Candollea
  • Medinilla speciosa f. rubriflora Hochr., Candollea
  • Medinilla speciosa var. minoriflora Hochr., Candollea

Parijata atau Parijoto (Medinilla speciosa)[1] adalah tumbuhan epifit menahun dalam marga Medinilla, suku Melastomataceae.[2] Tanaman ini tidak memiliki subspesies.[3] Buahnya mengandung antioksidan dan beta-karoten dalam kadar yang signifikan, sehingga dipercaya akan meningkatkan kesuburan kehamilan.[4]

Etimologi

Nama genus Medinilla berasal dari nama gubernur Mauritius pada 1820 yaitu José de Medinilla y Pineda. Pada saat itu Mauritius dikenal sebagai Kepulauan Marianne.[5]

Sementara, nama “parijata” berasal dari sebuah tembang Jawa berjudul Sinom Parijoto Gending Jawa yang digunakan oleh Sunan Muria dan Sunan Kalijaga ketika menyebarkan agama Islam di Jawa. Bagi orang Jawa, Sinom Parijoto mengajak pada pengendalian nafsu; baik berupa keinginan marah, nafsu terhadap lawan jenis, keinginan bermalas-malasan, serta nafsu makan dan tidur.[6]

Deskripsi

Parijata merupakan tanaman semak epifit dengan ketinggian 0,45–1,2 meter.[7] Tumbuhan epifit hidup dengan menumpang pada tumbuhan lain sebagai tempat hidupnya. Berbeda dengan parasit, tumbuhan epifit dapat hidup lepas tanpa tanah atau tumbuhan lain sebagai penyangga dan penyedia hara.[4] Parijata juga merupakan tumbuhan hijau abadi. Batang dan cabangnya berkayu berwarna hijau. Daun parijata berwarna hijau berbentuk lonjong dengan ujung lancip, sedangkan tulang daunnya melengkung.[7]

Parijata memiliki buah yang tersusun dalam malai yang besar dengan masing-masing buah berbentuk bulat kecil. Saat masih muda, buah berwarna merah muda dan semakin memerah keunguan saat masak.[7] Buah parijata memiliki rasa yang sepat dan asam.[8]

Persebaran dan habitat

Parijata tumbuh alami di Pulau Kalimantan, Filipina, dan Jawa pada awal abad ke-19. Ia dapat ditemukan di ketinggian Kinabalu di bagian utara pulau Kalimantan yang termasuk wilayah Malaysia. Sementara, di sekitar kepulauan Mauritius dan Filipina, parijata dikenal sebagai buah Medinilla. Persebaran parijata di Jawa berada di Pegunungan Muria dan Gunung Andong di Magelang. Beberapa literatur baru menunjukkan bahwa parijata juga tersebar di Sumatra, Sumbawa, Lombok, Sulawesi, dan Maluku.[9]

Parijata biasa ditemukan di hutan pegunungan yang teduh dan bertanah lembap dengan ketinggian antara 300 meter dan 750 meter dari permukaan laut.[4]

Legenda dan kepercayaan

Terdapat tradisi lisan yang menyebutkan bahwa parijata pertama kali ditanam oleh Sunan Muria. Kapal Dampo Awang yang karam di sekitar Pulau Muria menumpahkan muatan yang telah terkumpul dari berbagai pulau di kawasan perdagangan rempah Nusantara, salah satunya adalah biji parijata. Ceceran biji parijata kemudian diambil Sunan Muria dan ditanamnya di hutan Pegunungan Muria. Saat istri Sunan Muria, Nyai Sujinah (Dewi Ayu Nawangsih) hamil dan mengidam buah masam, Sunan Muria kemudian memerintahkan para santrinya untuk mencari buah di hutan Pegunungan Muria. Para santri tersebut kemudian pulang membawa buah parijata dan menyerahkannya kepada Sunan Muria.[10]

Buah parijata diyakini dapat menyuburkan kandungan pasangan yang sulit memiliki keturunan. Bagi ibu yang sedang hamil, parijata juga diyakini dapat menjadikan janin memiliki paras rupawan.[11]

Manfaat

Parijata biasa dimanfaatkan sebagai obat tradisional dengan cara direbus, direndam, atau dimakan langsung. Buah parijata mengandung antioksidan dan beta-karoten dalam kadar yang signifikan sehingga dipercaya akan meningkatkan kesuburan kehamilan. Selebihnya, parijata juga dapat digunakan untuk membantu penanganan penyakit diare dan sariawan, serta dipakai sebagai anti-inflamasi, antikanker, dan antibakteri.[4]

Galeri

  • Tanaman Medinilla speciosa
    Tanaman Medinilla speciosa
  • Bunga Medinilla speciosa
    Bunga Medinilla speciosa
  • Kembang dan daun Medinilla speciosa
    Kembang dan daun Medinilla speciosa
  • Kembang Medinilla speciosa
    Kembang Medinilla speciosa

Referensi

  1. ↑ Blume in Van Hall, 1831 In: Bijdr. Natuurk. Wetensch., Vol.: 6 p. 256
  2. ↑ "MELnet: Melastomataceae.Net". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-10-08. Diakses tanggal 2019-02-08.
  3. ↑ "Catalogue of Life - 2014 Annual Checklist". Catalogue of Life. Diakses tanggal 9 September 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 4 Faza 2021, hlm. 151.
  5. ↑ Gledhill, D. (2008). The Names of Plants (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. hlm. 253. ISBN 978-0-521-86645-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Hanum, Alima Saida; Prihastanti, Erma; Jumari (2017). "Ethnobotany of utilization, role, and philosopical meaning of parijoto (Medinilla, spp) on Mount Muria in Kudus Regency, Central Java". AIP Conference Proceedings 1868: 090018. doi:10.1063/1.4995210.
  7. 1 2 3 Rudiyanto, Arif (2 Mei 2016). "Parijoto | Medinilla speciosa | Biodiversity Warriors". Biodiversity Warriors. Diakses tanggal 21 September 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Kundori, Moch (22 Agustus 2022). "Ini Khasiat Buah Parijoto, yang Tidak Banyak Diketahui". Suara Merdeka. Diakses tanggal 22 September 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Faza 2021, hlm. 152.
  10. ↑ Faza 2021, hlm. 150–151.
  11. ↑ Faza 2021, hlm. 150.

Daftar pustaka

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Medinilla eximia.
Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Medinilla speciosa.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan